HackerRank Rilis Chakra, Sistem AI yang Mewawancarai Pelamar Kerja
HackerRank meluncurkan Chakra untuk menguji kemampuan pelamar kerja. Sistem kecerdasan buatan ini memangkas tiga tahap seleksi menjadi satu sesi saja.
Ilustrasi: AINewsID
Poin penting
- HackerRank meluncurkan Chakra setelah menguji lebih dari 500.000 wawancara kerja.
- Tiga tahap seleksi kerja dipangkas menjadi satu sesi interaktif bersama asisten AI.
- Indikasi kecurangan turun 70 hingga 80 persen saat kandidat diizinkan memakai AI.
Proses seleksi kerja kini mulai diserahkan kepada kecerdasan buatan. Platform perekrutan HackerRank resmi meluncurkan Chakra. Ini adalah agen kecerdasan buatan (AI) yang bertugas mewawancarai calon programmer secara langsung.
Dilaporkan oleh TechCrunch, alat ini resmi dibuka untuk pelanggan umum setelah enam bulan masa uji coba. HackerRank menyatakan sistem ini telah menjalankan lebih dari 500.000 sesi wawancara.
Beberapa perusahaan besar ikut mengujinya, seperti Snowflake, Snorkel, dan Capgemini. HackerRank sendiri didukung oleh Y Combinator sejak 2012. Startup ini kini melayani lebih dari 3.000 pelanggan korporasi, termasuk Amazon dan Nvidia.
Tiga Tahap Rekrutmen Jadi Satu Sesi
Chakra mengubah alur penerimaan pegawai secara drastis. Biasanya perusahaan menggelar tiga tahap seleksi terpisah. Tahap itu mencakup seleksi awal oleh perekrut, tugas rumah, dan wawancara lanjutan dengan teknisi.
Kini seluruh alur tersebut disatukan ke dalam satu sesi wawancara. Kandidat bekerja langsung dalam lembar kerja digital dengan bantuan asisten AI.
Chakra mengamati cara kerja kandidat secara langsung. Sistem ini juga mengajukan pertanyaan susulan untuk menguji nalar, pertimbangan, dan kecakapan memakai AI.
"Metode evaluasi sebelumnya menilai hasil akhir. Sekarang, karena AI, siapa pun bisa menghasilkan karya," kata Vivek Ravisankar, Co-founder dan CEO HackerRank.
Tingkat Kecurangan Anjlok dan Aturan Bias
Memberi kandidat akses AI di dalam tes ternyata memberi hasil mengejutkan. HackerRank mencatat tanda aktivitas mencurigakan turun 70 hingga 80 persen.
Menurut Ravisankar, izin memakai AI membuat pelamar tidak lagi terdorong menyontek diam-diam dari luar. Namun, ia menegaskan Chakra hanya memberi skor penilaian. Keputusan akhir untuk merekrut tetap berada di tangan manusia.
Langkah ini juga menghadapi pengawasan regulasi ketat. Kota New York, misalnya, mewajibkan audit bias independen dan pemberitahuan terbuka kepada pelamar sebelum alat rekrutmen otomatis digunakan.
Dampak bagi Pimpinan Bisnis
Bagi direktur dan pimpinan bisnis, teknologi ini memangkas biaya operasional rekrutmen secara nyata. Tim teknis perusahaan tidak perlu lagi membuang waktu berharga untuk menyaring ratusan tes kode awal.
Perusahaan kini dapat menilai cara berpikir kritis calon karyawan saat memakai AI. Langkah ini membantu organisasi menemukan staf yang mampu bekerja cepat dan terbiasa dengan teknologi masa depan.
Lihat hasil pemeriksaan
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| HackerRank meluncurkan agen AI bernama Chakra yang bertugas mewawancarai calon programmer. | Didukung | “HackerRank , a platform used by companies to assess and hire developers, is offering a glimpse at what that future of job interviews could look like with Chakra , an AI agent that conducts interviews” TechCrunch melaporkan peluncuran agen AI Chakra oleh HackerRank. |
| Chakra diluncurkan secara umum setelah sekitar enam bulan masa uji coba beta. | Didukung | “After around six months in beta, HackerRank is making Chakra generally available to its customers on Monday.” TechCrunch menyatakan masa beta berlangsung sekitar enam bulan sebelum rilis umum. |
| Chakra telah menjalankan lebih dari 500.000 wawancara selama masa pengujian dengan perusahaan seperti Snowflake, Snorkel, dan Capgemini. | Didukung | “The startup says the AI interviewer has already conducted more than 500,000 interviews during testing, with companies including Snowflake, Snorkel, and Capgemini among those that tried it” TechCrunch mencatat statistik pengujian dan mitra perusahaan yang terlibat. |
| HackerRank didukung Y Combinator, diluncurkan pada 2012, dan memiliki lebih dari 3.000 pelanggan bisnis termasuk Amazon dan Nvidia. | Didukung | “Launched at TechCrunch Disrupt in 2012... The Y Combinator-backed startup now has more than 3,000 business customers, including Amazon, Nvidia” TechCrunch memaparkan latar belakang HackerRank. |
| Tiga tahap seleksi (skrining perekrut, tes rumah, dan wawancara lanjutan) digabungkan menjadi satu sesi wawancara Chakra. | Didukung | “What previously involved three separate rounds, comprising a recruiter screen, take-home assessment, and follow-up interview with an engineer, is now combined into a single Chakra interview” TechCrunch mengutip CEO HackerRank mengenai penyederhanaan alur wawancara. |
| Tanda aktivitas mencurigakan turun 70 hingga 80 persen pada wawancara Chakra dibandingkan asesmen tradisional. | Didukung | “Suspicious-activity flags, Ravisankar said, were 70% to 80% lower in Chakra interviews than in comparable traditional HackerRank assessments” TechCrunch mengutip Ravisankar terkait penurunan indikasi kecurangan. |
| Chakra dirancang untuk memberi skor kandidat, bukan mengambil keputusan akhir penerimaan kerja yang tetap di tangan manusia. | Didukung | “Ravisankar told TechCrunch that Chakra is designed to score candidates rather than make the final hiring decision, which remains with humans.” TechCrunch melaporkan batasan peran Chakra dalam keputusan rekrutmen. |
| Kota New York mewajibkan audit bias independen dan pemberitahuan kepada kandidat sebelum alat rekrutmen otomatis digunakan. | Didukung | “New York City, for instance, requires employers using certain automated employment decision tools to subject them to an independent bias audit and provide notice to candidates before using them.” TechCrunch memaparkan regulasi terkait AI rekrutmen di Kota New York. |
Sumber: TechCrunch: HackerRank’s AI interviewer offers a glimpse into what job interviews could become


