Amazon Rencanakan Belanja Modal 220 Miliar Dolar AS, Bidik Pendapatan AWS 1 Triliun Dolar
Amazon memproyeksikan belanja modal raksasa pada 2026 demi infrastruktur AWS dan target pendapatan triliunan dolar, meski investor cemas.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Amazon memperkirakan belanja modal kas 2026 mencapai 220 miliar dolar AS, sebagian besar untuk AWS.
- CEO Andy Jassy membidik pendapatan tahunan AWS tembus satu triliun dolar dalam 5 hingga 10 tahun.
- Saham Amazon turun 6 persen akibat kekhawatiran analis terkait pembengkakan biaya infrastruktur.
Amazon bersiap mengeluarkan modal raksasa untuk memperluas jaringan AWS. Langkah ini akan memengaruhi peta biaya komputasi awan di seluruh dunia.
Andy Jassy, CEO Amazon, membeberkan rencana belanja tersebut dalam panggilan laba kuartalan. Rincian pemaparan ini dilaporkan oleh TechCrunch pada Kamis lalu.
Amazon memperkirakan belanja modal kas tahun 2026 mencapai sekitar 220 miliar dolar AS. Mayoritas dana jumbo tersebut dialokasikan langsung untuk unit AWS.
Amazon juga berencana menaikkan pengeluaran secara signifikan pada tahun 2027. Dana ini dipakai untuk membangun infrastruktur pendukung teknologi AI.
Ambisi Bisnis Triliun Dolar
AWS adalah penyedia server internet dan daya komputasi awan milik Amazon. Layanan ini menjadi pondasi bagi korporasi untuk menjalankan program kecerdasan buatan.
Saat ini laju pendapatan tahunan AWS sudah menyentuh 184 miliar dolar AS. Pendapatan AWS melonjak 39 persen pada kuartal terakhir dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan pesat ini menandai pertumbuhan stabil selama enam kuartal berturut-turut. Jassy memperkirakan pertumbuhan AWS bisa melampaui 40 persen pada 2027 dan 2028.
Jassy memasang target AWS menjadi bisnis berpendapatan satu triliun dolar AS. Target tersebut dipatok terwujud dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
"Apa yang kami bangun di Amazon belum pernah ada sebelumnya. Belum pernah ada bisnis dengan pendapatan tahunan satu triliun dolar," kata Andy Jassy, CEO Amazon.
Keraguan Investor Wall Street
Rencana belanja gila-gilaan tersebut memicu kekhawatiran para investor saham. Harga saham Amazon sempat merosot sekitar 6 persen pada sesi perdagangan luar jam bursa.
Para analis Wall Street terus mencecar Jassy soal pengeluaran tersebut. Mereka meminta bukti bahwa pemasukan dan margin laba benar-benar akan datang.
Jassy menegaskan bahwa dana itu dikeluarkan untuk tujuan yang tepat. Ia menyebut lonjakan AI sebagai peluang langka yang datang sekali seumur hidup.
Jassy menilai adopsi AI oleh kalangan industri masih berada di fase awal. Perusahaan terus menambah kapasitas server demi mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
Kompetitor terdekat seperti Microsoft juga mengeluarkan anggaran melimpah untuk infrastruktur komputasi. Bisnis komputasi awan Microsoft pun baru saja mencetak rekor pertumbuhan pendapatan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Proyeksi belanja Amazon menegaskan bahwa sistem AI memerlukan modal dan energi raksasa. Fasilitas peladen awan kini menjadi perebutan banyak perusahaan skala global.
Bagi para pemimpin bisnis, ketergantungan pada vendor komputasi awan global membawa risiko biaya. Tarif langganan server dan alat AI berpotensi terus meningkat.
Pelaku usaha di Indonesia perlu cermat dalam menyusun anggaran teknologi tahunan. Pilihlah solusi digital yang memberi dampak langsung pada efisiensi operasional kantor.
Direksi sebaiknya meminta kalkulasi laba rugi yang jelas sebelum berinvestasi pada AI. Evaluasi kontrak infrastruktur awan secara berkala agar pengeluaran perusahaan tetap terkendali.
- TechCrunch: AWS will be a $1T business, Jassy says. But first, it will spend big.
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Amazon memperkirakan belanja modal kas 2026 mencapai sekitar 220 miliar dolar AS, dengan mayoritas dialokasikan untuk AWS. | Didukung | “We still expect 2026 cash capex of approximately $220 billion — the majority for AWS” TechCrunch melaporkan pernyataan langsung Andy Jassy mengenai estimasi belanja modal kas tahun 2026. |
| CEO Andy Jassy membidik target pendapatan tahunan AWS tembus satu triliun dolar dalam rentang 5 hingga 10 tahun ke depan. | Didukung | “be a trillion-dollar revenue business in the next five to 10 years.” TechCrunch mengutip estimasi waktu dari Andy Jassy terkait target pendapatan AWS mencapai 1 triliun dolar. |
| Saham Amazon turun sekitar 6 persen pada sesi perdagangan luar jam bursa. | Didukung | “Shares were down about 6% on Thursday in after-market trading.” TechCrunch mencatat penurunan saham Amazon sekitar 6% pada perdagangan after-market Kamis. |
| Amazon berencana menaikkan pengeluaran secara signifikan pada tahun 2027. | Didukung | “expect to spend meaningfully more in 2027” TechCrunch melaporkan proyeksi peningkatan pengeluaran modal Amazon di tahun 2027. |
| Laju pendapatan tahunan AWS saat ini mencapai 184 miliar dolar AS. | Didukung | “AWS is a $184 billion annualized revenue run-rate business” TechCrunch mengutip Andy Jassy mengenai run-rate pendapatan tahunan AWS saat ini. |
| Pendapatan AWS meningkat 39 persen dibanding kuartal tahun sebelumnya, mencatatkan pertumbuhan stabil selama enam kuartal berturut-turut. | Didukung | “AWS revenue increased 39 percent from the year-ago quarter, a trend of steady growth for the sixth straight quarter .” TechCrunch memaparkan data pertumbuhan pendapatan kuartalan AWS. |
| Jassy memperkirakan pertumbuhan AWS bisa melampaui 40 persen pada 2027 dan 2028. | Didukung | “we believe that AWS can grow north of 40 percent in each 2027 and in 2028” TechCrunch mengutip keyakinan Jassy terkait pertumbuhan di atas 40% pada 2027 dan 2028. |
| Jassy menyatakan belum pernah ada bisnis dengan pendapatan tahunan satu triliun dolar. | Didukung | “There has never been a business with a trillion dollars of annual revenue,” he said.” TechCrunch mencantumkan kutipan langsung Andy Jassy mengenai hal tersebut. |
| Analis Wall Street berulang kali menanyakan pengeluaran modal, kepastian pertumbuhan, dan ekspektasi margin laba kepada Jassy. | Didukung | “Wall Street analysts repeatedly asked Jassy to explain the spending, the signals that the growth really will come, and the profit margins expected.” TechCrunch melaporkan interaksi analis Wall Street dengan Jassy dalam panggilan laba. |
| Jassy menyebut booming AI sebagai peluang sekali seumur hidup (once in a lifetime opportunity). | Didukung | “Jassy characterized the AI boom as a “once in a lifetime opportunity”” TechCrunch mengutip deskripsi Jassy mengenai momentum AI. |
| Jassy menilai adopsi AI oleh kalangan perusahaan enterprise masih berada di tahap awal. | Didukung | “Jassy added that the company was “in the very early days” of AI adoption by the enterprise” TechCrunch mengutip pernyataan Jassy mengenai fase adopsi AI oleh enterprise. |
| Microsoft mencatat rekor pertumbuhan pendapatan yang sebagian besar didorong oleh bisnis cloud, dan juga mengeluarkan biaya besar. | Didukung | “Microsoft, for instance, just posted yet more record-breaking revenue growth, driven largely by its cloud business. It, too, has spent a bundle .” TechCrunch menyebutkan kinerja pendapatan dan belanja infrastruktur cloud Microsoft sebagai pembanding. |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work