Kongres AS Selidiki Rencana Delaware Legalkan Perusahaan Berbasis AI
Parlemen AS menyelidiki usulan Delaware yang membolehkan agen AI menjalankan perusahaan dan melindungi pemiliknya dari gugatan hukum.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Kongres AS menyelidiki rencana Delaware melegalkan perusahaan yang dikelola oleh agen kecerdasan buatan.
- Rancangan aturan dinilai bisa melindungi investor dari tanggung jawab atas kerugian akibat sistem otonom.
- Entitas baru bernama AIC diusulkan beroperasi terbatas dalam masa uji coba selama 30 bulan tanpa akses bank.
Kongres Amerika Serikat mulai menyelidiki rencana kontroversial dari Negara Bagian Delaware. Wilayah itu berencana mengizinkan sistem kecerdasan buatan memimpin badan usaha secara mandiri.
Langkah ini memicu kekhawatiran dari parlemen pusat. Mereka menilai aturan baru tersebut bisa melepaskan pemilik teknologi dari jerat hukum jika sistem membuat kesalahan fatal.
Penyelidikan Kongres AS
Menurut laporan Decrypt, Ketua Komite Pengawas DPR AS James Comer memimpin penyelidikan ini. Ia telah mengirim surat resmi kepada Gubernur Delaware Matt Meyer.
Comer meminta Meyer menyerahkan dokumen komunikasi terkait usulan itu paling lambat 9 November. Permintaan ini mencakup seluruh catatan rapat hingga log obrolan AI internal.
Parlemen ingin menelusuri pihak swasta di balik usulan tersebut. Mereka menduga ada upaya persekongkolan bisnis demi melemahkan aturan keselamatan sistem digital.
Laporan Komisi AI Delaware pada Desember 2025 lalu menjadi sorotan. Dokumen itu sama sekali tidak memuat kajian risiko atau masukan dari pakar independen.
Kantor pemerintah daerah juga menolak menjelaskan relasi kerjanya dengan pihak ketiga. Hal inilah yang mendorong parlemen pusat turun tangan.
Konsep Perusahaan Berbasis Agen AI
Rancangan badan usaha ini diberi nama Artificial Intelligence Company atau AIC. Gagasan ini pertama kali dipaparkan pada Juli lewat artikel opini media Fortune.
Sekretaris Negara Bagian Delaware Charuni Patibanda-Sanchez menulis usulan itu bersama John Nay. John Nay adalah pemimpin dari firma hukum AI bernama Norm Ai.
Melalui skema AIC, perangkat lunak otonom dapat memiliki aset sendiri. Entitas ini juga berhak menggugat pihak lain atau menandatangani kontrak kerja sama.
Perusahaan hanya memiliki satu anggota manusia sebagai penyetor modal. Pemilik dana tersebut dilindungi dari utang perusahaan selama tidak berniat melakukan penipuan.
Namun, AIC wajib beroperasi dalam ruang uji coba terbatas selama 30 bulan. Entitas ini dilarang masuk ke sektor perbankan dan wajib transparan kepada mitra bisnis.
Para penggagas berdalih langkah ini akan membuat perilaku sistem mandiri lebih mudah diawasi. Namun, pakar hukum menilai aturan mitigasi dampaknya masih sangat minim.
"Kami tidak sedang mencoba melindungi tanggung jawab hukum. Kami mencoba memperjelas di mana tanggung jawab jatuh saat terjadi penyimpangan," kata Charuni Patibanda-Sanchez, Sekretaris Negara Bagian Delaware.
Gubernur Meyer juga membela proyek ini di hadapan publik. Rencananya, badan legislatif Delaware akan mulai membahas draf aturan resmi ini pada Januari mendatang.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Wacana ini menunjukkan batas tanggung jawab hukum bisnis digital semakin rumit. Pemimpin perusahaan perlu mencermati bagaimana regulasi dunia memandang keputusan otomatis.
Jika perusahaan Anda mulai memakai otomatisasi, pastikan ada manusia yang memegang kendali akhir. Menyerahkan keputusan bisnis sepenuhnya pada perangkat lunak menyimpan risiko hukum yang besar.
Pelaku usaha di Indonesia juga harus berhati-hati saat menjalin kemitraan lintas negara. Kerja sama dengan entitas otomatis di masa depan menuntut kejelasan kontrak dan jaminan modal yang kuat.
- Decrypt: House Oversight Chair Comer Probes Delaware Plan for AI-Run Companies
Lihat hasil pemeriksaan (14 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Kongres AS menyelidiki rencana Delaware melegalkan perusahaan yang dikelola oleh agen kecerdasan buatan. | Didukung | “House Oversight Committee Chairman James Comer (R-KY) is investigating Delaware's effort to create a new kind of corporate entity run by an artificial intelligence agent” Decrypt melaporkan penyelidikan oleh Komite Pengawas DPR AS atas rencana Delaware. |
| Usulan Delaware membolehkan agen AI menjalankan perusahaan dan melindungi pemiliknya dari tanggung jawab hukum/gugatan. | Didukung | “proposed Artificial Intelligence Company, or AIC, which would give the person or entity behind it protection from liability for harms caused by the AI agent running it.” Decrypt menyebutkan AIC memberi perlindungan liabilitas kepada pihak di belakangnya jika AI menyebabkan bahaya. |
| Rancangan aturan dinilai bisa melindungi investor dari tanggung jawab atas kerugian akibat sistem otonom. | Didukung | “Delaware's AIC proposal could be used to protect powerful AI companies and their investors from responsibility for reckless harmful actions” Decrypt mengutip pernyataan James Comer mengenai kekhawatiran terhadap perlindungan investor dan perusahaan AI. |
| Entitas baru bernama AIC diusulkan beroperasi terbatas dalam masa uji coba selama 30 bulan tanpa akses bank. | Didukung | “AICs would operate only within a 30-month regulatory sandbox overseen by a committee of state officials and outside experts, would have to disclose their status to counterparties, and would be barred” Decrypt menyebut AIC beroperasi dalam regulatory sandbox 30 bulan dan dilarang dari perbankan. |
| Ketua Komite Pengawas DPR AS James Comer telah mengirim surat resmi kepada Gubernur Delaware Matt Meyer. | Didukung | “In a letter to Delaware Gov. Matt Meyer, Comer raised concerns about the proposed Artificial Intelligence Company, or AIC” Decrypt mengonfirmasi Comer mengirim surat kepada Gubernur Matt Meyer. |
| Comer meminta Meyer menyerahkan dokumen komunikasi terkait usulan itu paling lambat 9 November, mencakup log obrolan AI internal. | Didukung | “hand over all documents and communications about the AIC's development since January 2025, including "internal AI chat logs," along with agreements with outside contributors, records on safety concerns” Decrypt menyatakan batas waktu penyerahan dokumen adalah 9 November dan mencakup log obrolan AI internal. |
| Laporan Komisi AI Delaware pada Desember 2025 tidak memuat kajian risiko keselamatan atau konsultasi dengan pakar independen. | Didukung | “a December 2025 report by Delaware's AI Commission made no mention of efforts to assess safety risks or consult independent experts” Decrypt melaporkan temuan dalam surat Comer mengenai laporan Desember 2025. |
| Kantor Sekretaris Negara Bagian menolak menjelaskan relasi kerjanya dengan perusahaan AI yang terlibat dalam proyek. | Didukung | “the Secretary of State's office declined to tell reporters about its working relationship with an AI company involved in the project.” Decrypt menulis kantor Sekretaris Negara menolak membeberkan relasi kerja. |
| Usulan AIC pertama kali diumumkan pada Juli melalui artikel opini di Fortune oleh Charuni Patibanda-Sanchez dan John Nay. | Didukung | “Delaware Secretary of State Charuni Patibanda-Sanchez and John Nay, CEO of legal AI firm Norm Ai, unveiled the proposal in a Fortune op-ed in July” Decrypt mencatat artikel opini Fortune diumumkan pada Juli oleh keduanya. |
| AIC dapat menuntut dan dituntut, memiliki aset, serta mengambil kewajiban di bawah arahan agen AI. | Didukung | “An AIC would be able to sue and be sued, hold property and take on obligations at its AI agent's direction.” Decrypt merinci wewenang hukum dari AIC. |
| AIC memiliki satu anggota yang dilindungi dari utang perusahaan kecuali gagal menyetor modal atau melakukan penipuan/pelanggaran hukum yang disengaja. | Didukung | “shielded from its debts unless it failed to capitalize the company or used it to commit fraud or a willful violation of law.” Decrypt menjelaskan syarat perlindungan utang bagi anggota AIC. |
| Pakar hukum Christopher Bruner menilai tidak ada rencana regulasi menyeluruh untuk menangani dampak yang dapat ditimbulkan perusahaan yang dikelola AI. | Didukung | “"There's really no overarching regulatory plan here for dealing with the fallout that AI-governed companies could bring," Christopher Bruner, a business law professor at the University of Georgia” Decrypt memuat kutipan Christopher Bruner kepada WHYY pada September. |
| Charuni Patibanda-Sanchez menyatakan mereka tidak berusaha melindungi tanggung jawab, melainkan memperjelas di mana letak tanggung jawab jika terjadi penyimpangan. | Didukung | “"We're not trying to shield liability. We're trying to define where exactly liability lands when there's some type of malfeasance or psychopathic behavior," she told Bloomberg Law in July.” Decrypt mengutip pernyataan Patibanda-Sanchez kepada Bloomberg Law. |
| Badan legislatif Delaware diperkirakan akan mempertimbangkan draf aturan resmi ini saat kembali pada Januari. | Didukung | “State lawmakers are expected to consider draft legislation when they return in January.” Decrypt menulis bahwa legislatif Delaware dijadwalkan meninjau draf undang-undang pada Januari. |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work
