Bedrock Robotics Raih Dana Rp9,5 Triliun untuk Otomasi Alat Berat Konstruksi
Bedrock Robotics meraih pendanaan Seri C sebesar 600 juta dolar AS. Valuasi perusahaan kini tembus 4,1 miliar dolar AS untuk mengotomatisasi ekskavator.

Gambar buatan AI, bukan foto asli (Lucid Origin (Leonardo) via Cloudflare Workers AI)
Poin penting
- Bedrock Robotics mengantongi 600 juta dolar AS dengan valuasi mencapai 4,1 miliar dolar AS.
- Sistem retrofit Bedrock mengubah ekskavator biasa menjadi mesin otonom tanpa awak manusia.
- Otomasi alat berat ditargetkan mengatasi krisis tenaga kerja dan proyek yang molor.
Sektor konstruksi kerap terbentur masalah kekurangan tenaga kerja terampil. Masalah ini membuat jadwal proyek molor dan biaya proyek membengkak.
Bedrock Robotics, perusahaan asal San Francisco, menawarkan jalan keluar lewat teknologi robotika. Mereka memasang sistem pintar pada alat berat biasa agar bisa bekerja mandiri.
Dikutip dari The Robot Report, Bedrock Robotics baru saja meraih pendanaan Seri C senilai 600 juta dolar AS. Suntikan modal ini membuat valuasi perusahaan melonjak menjadi 4,1 miliar dolar AS.
Putaran dana ini dipimpin bersama oleh CapitalG dan Emergence Capital. Total dana yang dikumpulkan Bedrock kini sudah mendekati 1 miliar dolar AS.
Investor baru seperti US Innovative Technology Fund, Bessemer Venture Partners, dan Temasek ikut bergabung. Investor lama seperti NVIDIA, 8VC, Georgian, dan Valor Equity Partners juga kembali menyetor modal.
Dana segar ini akan dipakai untuk memperluas pemasangan mesin pintar di berbagai proyek konstruksi komersial. Bedrock memasang sistem retrofit pada ekskavator yang sudah dimiliki kontraktor.
Retrofit adalah penambahan perangkat keras dan sensor baru pada mesin lama. Cara ini membuat mesin lama bisa beroperasi tanpa sopir di dalam kabin.
Ekspansi ke Lokasi Kerja Nyata
Bedrock kini melangkah keluar dari wilayah Barat dan Tengah Selatan Amerika Serikat. Mereka mulai masuk ke wilayah Midwest dan South Atlantic.
Langkah ini diperkuat kemitraan dengan kontraktor Southwest bernama Haydon di Texas. Kerja sama tersebut mengotomatisasi pekerjaan galian tanah.
Alat berat mandiri Bedrock kini aktif di lokasi nyata. Proyek yang dikerjakan meliputi pusat data, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur sipil berat.
"Kami telah membuktikan bahwa ekskavator otonom dapat melakukan pekerjaan bernilai nyata bersama kru kerja," kata Boris Sofman, Co-founder dan CEO Bedrock Robotics.
Untuk mendukung ekspansi, Bedrock merekrut Amy Jones Satrom sebagai wakil presiden operasi. Amy sebelumnya memegang peran operasional di Amazon, Nuro, dan Uber.
Perusahaan juga menunjuk Lando Juarez sebagai kepala penasihat hukum. Lando sebelumnya memimpin tim hukum divisi mobilitas otonom di Uber.
Selain ekskavator, Bedrock berencana memperluas sistemnya ke jenis alat berat lain. Mereka dan Haydon berencana menguji buldoser, truk artikulasi ADT, dan wheel loader.
Target jangka panjang Bedrock meluas ke sektor tambang dan pertanian. Kedua industri ini memakai jenis mesin serupa dan sama-sama kekurangan pekerja.
Pada 2027, Bedrock berencana menempatkan ratusan mesin otonom di berbagai proyek di seluruh negeri. Target ini mencakup jumlah alat berat hingga tiga digit angka.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Langkah Bedrock menunjukkan bahwa otomasi tidak selalu menuntut pembelian mesin baru yang mahal. Pemilik bisnis bisa memasang teknologi kendali cerdas pada armada alat berat yang sudah ada.
Mesin otonom membantu menyelesaikan pekerjaan tanah lebih cepat karena dapat beroperasi lebih lama dengan aman. Penyelesaian proyek yang lebih cepat memangkas beban bunga pinjaman dan menekan risiko denda keterlambatan.
Bagi kontraktor di Indonesia, teknologi ini memberi gambaran masa depan operasional di lapangan. Mengadopsi sistem tanpa awak pada pekerjaan berbahaya dapat melindungi keselamatan pekerja sekaligus menjaga kelancaran proyek.
- The Robot Report: Bedrock Robotics nears $1B in total funding as demand for autonomous heavy equipment surges
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Bedrock Robotics meraih pendanaan Seri C sebesar 600 juta dolar AS dengan valuasi 4,1 miliar dolar AS. | Didukung | “Bedrock Robotics has raised $600 million in Series C funding, co-led by CapitalG and Emergence Capital, at a $4.1 billion valuation.” Disebutkan oleh The Robot Report pada awal artikel. |
| Total pendanaan Bedrock Robotics kini mendekati 1 miliar dolar AS. | Didukung | “The round brings its total funding to nearly $1 billion as it scales fully autonomous heavy equipment to address nationwide construction labor shortages.” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh CapitalG dan Emergence Capital. | Didukung | “co-led by CapitalG and Emergence Capital, at a $4.1 billion valuation.” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Investor baru mencakup US Innovative Technology Fund, Bessemer Venture Partners, dan Temasek; investor lama mencakup 8VC, Georgian, Valor Equity Partners, dan NVIDIA. | Didukung | “The round included new investors US Innovative Technology Fund (USIT), Bessemer Venture Partners, and Temasek, alongside existing investors 8VC, Georgian, Valor Equity Partners, Xora, Eclipse” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Bedrock Robotics berekspansi dari wilayah Barat dan Tengah Selatan ke Midwest dan South Atlantic. | Didukung | “follows a rapid commercial expansion beyond the company ’s initial footprint in the West and Central South into the Midwest and South Atlantic.” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Bedrock bermitra dengan kontraktor Haydon di Texas untuk mengotomatisasi pekerjaan tanah. | Didukung | “Anchored by a major partnership with Southwest contractor Haydon to automate earthwork in Texas” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Peralatan retrofit Bedrock diterapkan pada proyek pusat data, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur sipil berat. | Didukung | “pushing its autonomous retrofits onto live job sites spanning data centers, healthcare facilities, and heavy civil infrastructure.” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Boris Sofman menyatakan telah membuktikan ekskavator otonom dapat melakukan pekerjaan bernilai nyata bersama kru yang ada. | Didukung | ““We have proven that fully autonomous excavators can perform real work of value alongside the crews and workflows already in place on job sites,” said Boris Sofman, co-founder and CEO” Kutipan langsung Boris Sofman di The Robot Report. |
| Amy Jones Satrom bergabung sebagai Vice President of Operations membawa pengalaman dari Amazon, Nuro, dan Uber. | Didukung | “Amy Jones Satrom joins the leadership team as vice president of operations. She brings operations experience from Amazon, Nuro, and Uber” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Lando Juarez bergabung sebagai General Counsel setelah sebelumnya memimpin tim hukum divisi Autonomous Mobility & Delivery di Uber. | Didukung | “Lando Juarez has joined Bedrock Robotics in the role of general counsel. He was formerly head of legal for Uber’s Autonomous Mobility & Delivery business” Disebutkan oleh The Robot Report. |
| Bedrock dan mitranya berencana mengeksplorasi otomasi pada buldoser, ADT, dan wheel loader. | Didukung | “Haydon and others will explore bulldozers, ADTs, and wheel loaders as possible heavy machines to automate next” Pernyataan CEO Boris Sofman di The Robot Report. |
| Secara jangka panjang, Bedrock membidik industri pertambangan dan pertanian. | Didukung | “Long term: We’re looking at the other industries, like mining and agriculture, that are 1) also dealing with labor constraints and 2) use the same kinds of heavy machines GCs do.” Pernyataan CEO Boris Sofman di The Robot Report. |
| Bedrock menargetkan pencapaian mesin otonom aktif hingga tiga digit angka pada 2027. | Didukung | “2027 is about doubling down on that progress, getting to triple-digit machines working autonomously across the country.” Pernyataan CEO Boris Sofman di The Robot Report. |
Video AI terbaru
AI in the UK: Drug Discovery, Robotics and AI Factories | NVIDIA

