Berapa Boros Listrik dan Air untuk Sekali Tanya Chatbot AI?
Google dan OpenAI membeberkan konsumsi energi chatbot kecerdasan buatan. Biaya listrik dan pendingin server kini menjadi perhatian para direktur.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Satu kueri Google Gemini memakai listrik 0,24 watt-jam dan lima tetes air.
- Satu kueri ChatGPT memakai listrik 0,34 watt-jam menurut pengakuan OpenAI.
- Riset Epoch AI menemukan konsumsi energi GPT-4o jauh lebih rendah dari perkiraan lama.
Penggunaan kecerdasan buatan terus meningkat pesat di kantor. Banyak pimpinan perusahaan mulai menghitung biaya listriknya.
Server komputer butuh banyak daya listrik dan air pendingin. Data konsumsi energi ini diungkap oleh laporan CNBC Indonesia.
CNBC Indonesia mengutip laporan Quartz tentang angka penggunaan energi tersebut. Google dan OpenAI memiliki hitungan masing-masing.
Hitungan Google dan OpenAI
Google merilis makalah teknis pada 21 Agustus 2025. Perusahaan mengukur konsumsi daya pada aplikasi Gemini.
Satu perintah teks pada Gemini membutuhkan listrik 0,24 watt-jam. Google memakai standar nilai tengah dalam hitungan ini.
Angka tersebut setara dengan menonton televisi selama sembilan detik. Google mengklaim efisiensi energi mereka naik 33 kali lipat dalam setahun.
Gemini juga membutuhkan air untuk mendinginkan server. Tiap satu perintah teks menghabiskan sekitar 0,26 mililiter air.
Jumlah air pendingin itu setara dengan lima tetes air. Konsumsi pada layanan pesaing tercatat sedikit berbeda.
CEO OpenAI Sam Altman mengungkap data ChatGPT pada tahun 2025. Satu pertanyaan pada ChatGPT memakan daya 0,34 watt-jam.
Altman menyamakan energi itu dengan menyalakan oven selama satu detik lebih. Namun Altman tidak membeberkan cara perhitungannya.
Kebutuhan air ChatGPT mencapai 0,000085 galon per pertanyaan. Jumlah cairan tersebut setara dengan seperlima belas sendok teh.
Koreksi dari Peneliti Independen
Lembaga riset Epoch AI turut menghitung kebutuhan daya itu. Riset mereka dirilis pada Februari 2025.
Epoch AI meneliti model GPT-4o milik OpenAI. Hasilnya menunjukkan konsumsi daya sebesar 0,3 watt-jam per kueri.
Angka Epoch AI sepuluh kali lebih rendah dari perkiraan lama. Selama ini publik sering mengutip angka 3 watt-jam.
Estimasi 3 watt-jam berasal dari Alex de Vries pada 2023. Makalah de Vries tersebut terbit di jurnal Joule.
Epoch AI menghitung jenis perangkat keras komputer yang dipakai. Durasi jawaban chatbot juga memengaruhi total konsumsi listrik.
Jawaban yang lebih panjang otomatis memakan lebih banyak daya. Perbedaan cara hitung membuat data tiap pihak berlainan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi para pemilik bisnis, data ini memberi gambaran biaya operasional nyata. Efisiensi sistem terus membaik dari tahun ke tahun.
Penggunaan chatbot untuk satu pertanyaan memang terlihat sangat kecil. Namun angka ini berlipat ganda saat ribuan karyawan memakainya.
Pimpinan perusahaan di Indonesia perlu cermat memilih penyedia teknologi. Konsumsi listrik server akan memengaruhi tagihan dan target keberlanjutan bisnis.
- CNBC Indonesia: Segini Air dan Listrik yang Terbuang Setiap Kali Anda Pakai AI
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Satu kueri Google Gemini memakai listrik 0,24 watt-jam dan lima tetes air. | Didukung | “Dalam makalah teknis yang dirilis pada 21 Agustus 2025, Google mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Gemini mengonsumsi listrik sebesar 0,24 watt-jam.” CNBC Indonesia melaporkan rincian konsumsi listrik 0,24 watt-jam dan air lima tetes untuk Gemini. |
| Satu kueri ChatGPT memakai listrik 0,34 watt-jam menurut pengakuan OpenAI. | Didukung | “Pada tahun 2025, CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan bahwa rata-rata satu kueri di ChatGPT mengonsumsi listrik sebesar 0,34 watt-jam.” CNBC Indonesia menyebut pengakuan CEO OpenAI Sam Altman terkait konsumsi 0,34 watt-jam. |
| Epoch AI menemukan konsumsi energi GPT-4o jauh lebih rendah dari perkiraan lama 3 watt-jam. | Didukung | “Epoch AI mencatat bahwa angka tersebut 10 kali lebih rendah dibandingkan estimasi 3 watt-jam yang selama ini sering diklaim dibutuhkan untuk satu permintaan chatbot.” CNBC Indonesia mengutip temuan Epoch AI bahwa angka 0,3 watt-jam sepuluh kali lebih rendah dari estimasi 3 watt-jam. |
| Google merilis makalah teknis pada 21 Agustus 2025 tentang konsumsi daya Gemini. | Didukung | “Dalam makalah teknis yang dirilis pada 21 Agustus 2025, Google mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Gemini mengonsumsi listrik sebesar 0,24 watt-jam.” CNBC Indonesia mencantumkan tanggal rilis makalah teknis Google pada 21 Agustus 2025. |
| Google menggunakan standar nilai tengah (median) dalam hitungan konsumsi Gemini. | Didukung | “Namun, Google menggunakan standar nilai tengah (median), yang artinya tidak setiap permintaan ke Gemini membutuhkan tepat seperempat watt-jam.” CNBC Indonesia mencatat penggunaan nilai tengah oleh Google. |
| Energi pemrosesan Gemini setara menonton televisi selama 9 detik dan Google mengklaim efisiensi naik 33 kali lipat dalam setahun. | Didukung | “Google mengklaim telah terjadi penurunan konsumsi energi hingga 33 kali lipat dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.” CNBC Indonesia memuat klaim penurunan konsumsi 33 kali lipat dan perbandingan dengan menonton TV 9 detik. |
| Satu permintaan di Gemini membutuhkan sekitar 0,26 mililiter air atau setara lima tetes air. | Didukung | “Sementara untuk konsumsi air, satu permintaan di aplikasi Gemini membutuhkan sekitar 0,26 mililiter air, atau setara dengan lima tetes air.” CNBC Indonesia memaparkan kebutuhan air untuk permintaan di Gemini. |
| Konsumsi listrik ChatGPT setara menyalakan oven lebih dari satu detik, dan Sam Altman tidak membeberkan metodologi hitungannya. | Didukung | “Namun, ia tidak memberikan penjelasan mengenai metodologi perhitungan yang digunakan.” CNBC Indonesia memuat perbandingan oven dan absennya metodologi dari Altman. |
| Kebutuhan air ChatGPT mencapai 0,000085 galon atau seperlima belas sendok teh per kueri. | Didukung | “Untuk penggunaan air, rata-rata satu kueri ChatGPT membutuhkan sekitar 0,000085 galon air, atau setara dengan seperlima belas sendok teh.” CNBC Indonesia mencantumkan angka konsumsi air untuk ChatGPT. |
| Epoch AI merilis hasil perhitungan pada Februari 2025 yang menunjukkan konsumsi GPT-4o sebesar 0,3 watt-jam per kueri. | Didukung | “Menurut kalkulasi mereka, satu kueri tipikal pada model GPT-4o milik OpenAI mengonsumsi listrik sebesar 0,3 watt-jam.” CNBC Indonesia memuat riset Epoch AI dari Februari 2025 mengenai konsumsi GPT-4o. |
| Estimasi 3 watt-jam berasal dari makalah Alex de Vries di jurnal Joule tahun 2023. | Didukung | “Adapun angka 3 watt-jam listrik yang sering dikutip sebagai konsumsi energi per satu permintaan ChatGPT sejatinya berasal dari analisis makalah karya Alex de Vries yang diterbitkan di jurnal Joule” CNBC Indonesia mencantumkan sumber estimasi 3 watt-jam dari makalah Alex de Vries di jurnal Joule tahun 2023. |
| Perhitungan Epoch AI didasarkan pada spesifikasi perangkat keras dan durasi waktu respons standar, dengan jawaban lebih panjang memakai daya lebih besar. | Didukung | “Perkiraan Epoch AI ini didasarkan pada asumsi mengenai dua variabel, yaitu spesifikasi perangkat keras yang menjalankan GPT-4o dan durasi waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan respons standar.” CNBC Indonesia menjelaskan dua variabel asumsi kalkulasi Epoch AI serta pengaruh panjangnya jawaban. |
Video AI terbaru
From Berlin to your living room. 🌍

