Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Marak Akun AI Menjiplak Video Kreator demi Jual Kursus Kilat

Sejumlah pembuat konten di media sosial mendapati video mereka ditiru persis oleh akun berbasis AI untuk meraup untung dan menjajakan kelas digital.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Kreator Instagram Kjetil Krogstad menemukan video miliknya ditiru persis oleh tiruan AI.
  • Banyak akun tiruan memakai hasil jiplakan untuk mempromosikan kelas pembuatan video AI.
  • Pakar hukum Rimon Law menilai aturan hak cipta tertinggal jauh di belakang laju teknologi AI.

Sejumlah pembuat konten di internet menghadapi masalah baru. Video buatan mereka dijiplak mentah-mentah menggunakan alat kecerdasan buatan.

Akun peniru memanfaatkan hasil jiplakan ini untuk mendulang penonton. Lebih buruk lagi, mereka memakai materi curian demi menjual kursus digital.

Salah satu korban penjiplakan adalah Kjetil Krogstad. Ia adalah penari dengan 759.000 pengikut di Instagram.

Krogstad memiliki ciri khas unik dalam berkarya. Ia menari memakai setelan jas gelap dan memegang cangkir teh.

Laporan Fast Company mengungkap video Krogstad ditiru oleh akun bernama Duke of Ashcombe. Akun itu menampilkan figur pria berambut merah hasil olahan AI.

Karakter AI itu meniru gerakan tari Krogstad persis. Bahkan gerakan menuruni tangga dan cangkir teh putih ikut disalin.

Krogstad kemudian mengunggah video perbandingan karyanya dengan tiruan AI tersebut. Unggahan itu telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Banyak pengguna media sosial geram melihat video itu. Sebagian besar warganet menilai tindakan peniruan AI sebagai bentuk pencurian karya.

Modus demi Menjual Kursus Digital

Akun peniru bernama Duke of Ashcombe kini sudah tidak bisa dicari. Akun itu kemungkinan ditutup atau dihapus akibat laporan massal para penonton.

Namun praktik kloning video ini justru makin meluas. Kreator lain yang merekam diri bernyanyi di bawah kipas angin juga mengalami nasib serupa.

Kreator lagu itu melihat video AI memakai tata letak rumahnya tanpa izin. Ia merasa cemas karena ruang pribadinya disalin begitu saja.

Krogstad juga pernah menemukan video AI kelinci yang meniru gayanya. Video kelinci tiruan tersebut justru meraih penonton lebih banyak daripada video aslinya.

Setelah diselidiki, motif pembuat tiruan AI ini terungkap. Mereka meniru konten orang lain untuk memikat massa lalu menjual kelas kilat.

Kelas daring itu mengajarkan cara meniru konten kreator lain dengan AI demi meraup untung. Krogstad merasa cara berbisnis tersebut sangat merugikan pembuat karya asli.

Tuduhan tiruan AI ini bahkan menyentuh musisi ternama ASAP Rocky. Video musik barunya yang berjudul Shroom Clouds dituding meniru karya seorang kreator dari tahun 2019.

Hukum dan Aturan Masih Tertinggal

Hukum hak cipta saat ini belum sepenuhnya siap melindungi karya visual dari tiruan AI. Batasan hukum tentang replikasi gaya visual masih sangat abu-abu.

"Tantangan utama industri saat ini adalah teknologi AI berkembang lebih cepat daripada kerangka hukum yang mengaturnya," kata Joe Bogdan, mitra di kantor hukum Rimon Law.

Pedoman pada Meta Platforms selaku induk Instagram juga dinilai masih longgar. Pedoman mereka belum mengatur secara tegas larangan replika AI terhadap karya kreator.

Krogstad mengaku telah berulang kali melapor kepada pihak Instagram. Ia bahkan bertanya di sesi tanya jawab mingguan pimpinan Instagram, Adam Mosseri, tanpa hasil.

Meta Platforms menolak memberikan komentar terkait masalah penjiplakan ini. Sementara itu, pihak TikTok sempat menghubungi Krogstad untuk mengumpulkan informasi demi mencari solusi.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Kasus ini memberi peringatan keras bagi para pengusaha yang mengandalkan promosi digital. Gaya visual merek Anda kini bisa disalin oleh pihak lain dalam hitungan jam.

Pesaing nakal dapat memakai video tiruan untuk menarik calon konsumen Anda. Mereka bahkan bisa menjual produk tiruan dengan menunggangi citra yang sudah Anda bangun.

Pelaku usaha di Indonesia perlu rutin memeriksa peredaran konten di media sosial. Dokumentasikan seluruh bukti karya orisinal perusahaan untuk memperkuat perlindungan hak cipta.

Jangan ragu bertindak tegas saat menemukan akun penjiplak. Pengawasan aktif membantu menjaga reputasi merek dan pendapatan bisnis Anda dari penipuan digital.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 13 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Fast Company: Inside the weird and legally dubious phenomenon of AI replicas that copy content creators for views and profit
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Akun berbasis AI menjiplak video kreator untuk meraup untung dan menjual kursus.Didukung“the accounts appear to be trying to sell courses that teach people how to use AI to replicate other people’s content and use it for profit.”
Fast Company melaporkan akun-akun tiruan tersebut berusaha menjual kursus replikasi konten AI demi meraup laba.
Kjetil Krogstad memiliki 759.000 pengikut di Instagram.Didukung“Krogstad has amassed a following of 759,000 followers on Instagram who tune in to see him dance.”
Fast Company menyebutkan jumlah pengikut Krogstad di Instagram mencapai 759.000.
Ciri khas Krogstad adalah menari memakai jas gelap, kemeja putih, dasi merah, dan memegang cangkir teh.Didukung“Krogstad mostly wears a dark suit with a white shirt and a red tie, holding a teacup and saucer set as a nod to the popular term “spill the tea.””
Fast Company mendeskripsikan gaya khas Krogstad dalam menari.
Akun Duke of Ashcombe menampilkan pria berambut merah hasil AI yang meniru tarian Krogstad menuruni tangga sambil memegang cangkir teh.Didukung“The videos are merely almost exact AI -generated replicas of content created by Kjetil Krogstad , a popular creator on Instagram”
Fast Company mendeskripsikan video Duke of Ashcombe yang meniru Krogstad.
Video perbandingan yang diunggah Krogstad ditonton lebih dari 1 juta kali secara kolektif.Didukung“with the videos receiving over 1 million views collectively, and with most users agreeing that the AI content was in fact a form of stealing.”
Fast Company menyebut dua video perbandingan tersebut ditonton lebih dari 1 juta kali.
Akun Duke of Ashcombe sudah tidak dapat dicari di Instagram.Didukung“While the original account Duke of Ashcombe is no longer searchable on Instagram”
Fast Company mengonfirmasi akun tersebut sudah tidak dapat dicari.
Kreator lain yang bernyanyi di bawah kipas angin mendapati rumahnya ditiru tanpa perubahan dalam video AI.Didukung““This isn’t the first time that my videos have been used as a base, but it is the first time my home has been used unaltered.””
Fast Company mengutip pernyataan kreator yang merekam dirinya di bawah kipas angin.
Krogstad pernah menemukan video AI kelinci yang meniru gayanya dan mendapat penonton lebih banyak.Didukung“Just this spring, Krogstad came across a series of AI-generated videos of bunnies replicating videos he had created. But in this case, the bunnies had more views than he did.”
Fast Company mengisahkan video tiruan kelinci AI yang melampaui jumlah penonton Krogstad.
Video musik Shroom Clouds milik ASAP Rocky dituding memuat adegan replika AI dari karya kreator tahun 2019.Didukung“Take ASAP Rocky’s new Shroom Clouds music video, which has caught the attention of users claiming a short sequence in the video is an AI replica of one done by another creator in 2019.”
Fast Company mengabarkan tuduhan warganet terhadap video musik ASAP Rocky.
Joe Bogdan dari Rimon Law menyatakan tantangan utama industri adalah AI berkembang lebih cepat daripada kerangka hukumnya.Didukung““The central challenge for the industry at this time is that AI technology is advancing faster than the legal framework governing it,” Joe Bogdan, IP expert and partner at Rimon Law, tells Fast Company”
Fast Company mengutip langsung pernyataan Joe Bogdan.
Pedoman Meta Platforms tidak memiliki rincian spesifik tentang AI dan replikasi karya kreator.Didukung“The guidelines also are absent of specifics on AI and its use to replicate the work of creators, instead suggesting users to report work that might seem to violate their original work.”
Fast Company mengulas pedoman Meta Platforms.
Krogstad berulang kali menanyakan cara mendeteksi bot dan video AI pada sesi tanya-jawab Adam Mosseri.Didukung““I think I’ve lost count on how many times I tried putting in the questions of how do you spot them AI bots and how do you sort of spot the AI videos,” Krogstad says.”
Fast Company mengutip pernyataan Krogstad mengenai upayanya di sesi tanya-jawab pimpinan Instagram.
Meta menolak berkomentar, sedangkan perwakilan TikTok sempat menghubungi Krogstad.Didukung“a representative from TikTok reached out to gather information on the issue—which also happens on other platforms—and try to come to a solution. Meta declined to comment.”
Fast Company mencatat respons dari Meta dan perwakilan TikTok.

Video AI terbaru

API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans OpenAI

Baca juga