Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Peretas Curi Rp98 Triliun Kripto dari Binance dalam 20 Menit

Bursa kripto Binance hentikan penarikan dana setelah peretas bobol 6,3 miliar dolar AS dengan dugaan keterlibatan unit siber Korea Utara.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Peretas menguras aset kripto senilai 6,3 miliar dolar AS dari platform Binance hanya dalam waktu 20 menit.
  • Lembaga riset TRM Labs menduga kuat unit peretas Korea Utara menjadi dalang serangan besar ini.
  • Binance membekukan 3 miliar dolar AS dan berjanji menutup semua kerugian memakai dana cadangan.

Bursa kripto Binance menghentikan layanan penarikan dana pengguna. Penghentian ini terjadi setelah peretas mencuri aset kripto senilai 6,3 miliar dolar AS.

Aksi pembobolan dana tersebut hanya memakan waktu 20 menit. Media Futurism melaporkan insiden ini sebagai salah satu pencurian kripto terbesar di dunia.

Lembaga riset kripto TRM Labs memberikan keterangan kepada New York Times. Mereka meyakini aksi ini merupakan ulah unit peretas elit asal Korea Utara.

Binance menyatakan telah bekerja sama dengan mitra industri. Langkah cepat itu berhasil membekukan dana sekitar 3 miliar dolar AS.

Namun, nasib sebagian dana lainnya sangat suram. TRM Labs memperkirakan sekitar 2,4 miliar dolar AS telah berpindah ke luar jangkauan bursa.

Pola Serangan Siber Terencana

Awalnya Binance menduga serangan berasal dari satu laptop karyawan yang diretas. Namun, pemeriksaan lanjutan membuktikan rencana peretasan ini jauh lebih rumit.

Ini adalah serangan yang rumit, dan kami melakukan segala hal dalam koordinasi dengan penegak hukum untuk menyelesaikannya, kata pihak Binance dalam pernyataan resminya.

Pihak Binance masih terus mengumpulkan fakta teknis di lapangan. Mereka berjanji akan mengganti seluruh kerugian nasabah menggunakan dana cadangan kas internal.

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, ikut memberi komentar di media sosial X. Zhao saat ini bukan lagi direktur utama, tetapi masih menjadi pemegang saham.

Zhao mengklaim dana pengguna bursa tetap berada dalam posisi aman. Meski demikian, ia mengakui insiden tersebut memang sebuah aksi pembobolan sistem.

Sebelum peristiwa ini, rekor pencurian terbesar menimpa bursa Bybit pada Februari lalu. Serangan siber kala itu menggasak dana sebesar 1,5 miliar dolar AS.

TRM Labs mengatakan kepada Reuters bahwa dua kasus ini punya banyak kemiripan pola. Tim peretas yang sama diduga bertanggung jawab atas kedua aksi tersebut.

Keamanan aset kripto memang selalu berisiko tinggi. Risiko kejahatan siber kini kian tajam seiring meluasnya pemanfaatan alat bantu AI canggih oleh para peretas.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Kasus ini memberi peringatan nyata bagi para direktur dan pemilik perusahaan. Kecepatan pembobolan 20 menit menunjukkan sistem pertahanan digital konvensional sering terlambat bertindak.

Perusahaan yang menaruh kas operasional pada platform pihak ketiga menanggung risiko besar. Akses likuiditas bisa mendadak dibekukan ketika bursa mitra terkena masalah keamanan.

Para pimpinan bisnis perlu memperketat kendali akses perangkat kerja internal. Celah keamanan sekecil apa pun pada laptop staf dapat menjadi pintu masuk serangan fatal.

Manajemen juga sebaiknya tidak memusatkan seluruh simpanan operasional di satu tempat. Membagi simpanan modal ke beberapa kanal resmi menjaga bisnis tetap berjalan lancar.

Bukan saran investasi. Artikel ini hanya menyampaikan informasi. Aset kripto berisiko tinggi dan harganya bisa turun tajam. Pastikan memakai pedagang aset kripto yang terdaftar dan diawasi OJK.
✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 13 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Futurism: It Took Hackers Just 20 Minutes to Steal $6.3 Billion in Crypto from a Single Platform
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
Pembuka: 9/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Peretas mencuri aset kripto senilai 6,3 miliar dolar AS (setara Rp98 triliun) dari Binance dalam waktu 20 menit.Didukung“Crypto exchange Binance suspended withdrawals after elite hackers stole a staggering $6.3 billion in digital assets, marking what may be the biggest crypto heist of all time.”
Futurism mengonfirmasi peretas mencuri 6,3 miliar dolar AS dalam kurun waktu 20 menit.
Binance menghentikan sementara layanan penarikan dana setelah insiden pembobolan.Didukung“Crypto exchange Binance suspended withdrawals after elite hackers stole a staggering $6.3 billion in digital assets”
Futurism melaporkan Binance menangguhkan penarikan dana pasca-peretasan.
TRM Labs meyakini peretasan dilakukan oleh unit peretas elit Korea Utara.Didukung“they have “high confidence” in its assessment that the theft was the work of “North Korea’s elite hacking unit.””
Futurism mengutip pernyataan TRM Labs kepada The New York Times.
Binance bekerja sama dengan mitra dan membekukan sekitar 3 miliar dolar AS dari aset yang dicuri.Didukung“Binance said that it was able to work with its partners to freeze about $3 billion in assets.”
Futurism menyatakan Binance berhasil membekukan sekitar 3 miliar dolar AS bersama mitranya.
TRM Labs memperkirakan sekitar 2,4 miliar dolar AS telah dipindahkan ke luar jangkauan pelacakan/pembekuan.Didukung“TRM, however, estimates that around $2.4 billion in assets were moved “beyond any issuer’s reach,” per the NYT”
Futurism mencatat estimasi TRM Labs mengenai dana sebesar 2,4 miliar dolar AS yang sudah berada di luar jangkauan.
Binance awalnya menduga peretasan berawal dari satu laptop karyawan yang disusupi, namun penyelidikan lanjutan menunjukkan serangan lebih rumit.Didukung“it had initially thought that the breach was the result of a single compromised employee laptop. Further investigation, however, suggests that the attack was more elaborate.”
Futurism mengutip penjelasan Binance mengenai temuan awal dan investigasi lanjutan.
Binance menyatakan serangan tersebut rumit dan bekerja sama dengan penegak hukum serta masih mengumpulkan fakta.Didukung““This was a complex attack, and we are doing all we can in coordination with law enforcement to resolve it,” Binance said. “We are still gathering the facts, and will share more directly as we have them.””
Futurism memuat kutipan resmi pernyataan pihak Binance.
Binance berjanji menutupi seluruh kerugian nasabah menggunakan dana cadangan.Didukung“The crypto firm also said that it would “cover all losses” using reserve funds.”
Futurism melaporkan komitmen Binance untuk mengganti kerugian dengan dana cadangan.
Changpeng Zhao bukan lagi CEO Binance tetapi masih berstatus pemegang saham.Didukung“(Zhao is no longer Binance’s CEO, but is still a shareholder.)”
Futurism menerangkan status terkini Changpeng Zhao di Binance.
Changpeng Zhao mengklaim di media sosial X bahwa dana pengguna aman meski mengakui insiden tersebut tampak seperti peretasan.Didukung“Binance founder Changpeng “CZ” Zhao said on X that “user funds are safe,” but the incident “does look like a hack.””
Futurism mencatat unggahan X dari Changpeng Zhao dengan atribusi yang jelas.
Rekor pencurian kripto terbesar sebelumnya dialami Bybit pada Februari lalu sebesar 1,5 miliar dolar AS oleh peretas Korea Utara.Didukung“attack on Binance rival Bybit, according to NYT . That attack was also carried out by North Korean hackers, who made away with $1.5 billion.”
Futurism menyebut insiden peretasan Bybit senilai 1,5 miliar dolar AS sebagai rekor terdahulu.
TRM Labs mengatakan kepada Reuters bahwa peretasan Bybit dan Binance memiliki kesamaan pola dan kemungkinan dilakukan tim yang sama.Didukung“TRM told Reuters that the Bybit and Binance heists share similarities suggesting that the same team may be responsible for both breaches.”
Futurism mengutip pernyataan TRM Labs kepada Reuters terkait kesamaan kedua kasus peretasan.
Risiko kejahatan siber kripto makin tinggi karena pelaku memiliki akses ke alat AI canggih.Didukung“Crypto has always been risky — and even riskier now that cybercriminals have access to advanced AI tools that are supercharging hacking efforts across the digital world.”
Futurism menyoroti peningkatan risiko kejahatan siber berkat bantuan teknologi AI canggih.

Video AI terbaru

NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe NVIDIA

Baca juga