Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Peretas Diduga Pakai Agen AI Bobol Bank dan Gereja Besar di Korea Selatan

Ratusan ribu data nasabah bank dan jemaat gereja di Korea Selatan bocor setelah sistem keamanan ditembus alat peretasan otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Ilustrasi: AINewsID

Poin penting

  • Data ratusan ribu nasabah bank dan jemaat gereja di Korea Selatan bocor ke peladen luar negeri.
  • Pakar keamanan menemukan jejak agen AI otomatis yang membagi tugas peretasan dan menyusun laporan.
  • Otoritas keuangan Korea Selatan menggelar inspeksi darurat dan meminta pengetatan akses sistem IT.

Serangan siber besar baru saja melanda Korea Selatan. Ratusan ribu data nasabah perbankan dan jemaat gereja dilaporkan bocor ke pihak luar.

Penyelidik menduga pelaku kejahatan memakai teknologi kecerdasan buatan atau AI. Perangkat pintar ini mampu mencari celah keamanan dan membobol sistem secara otomatis.

Data Nasabah Bank dan Jemaat Bocor

Lembaga keuangan ternama di Korea Selatan menjadi target utama serangan. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, data milik 25.000 nasabah Shinhan Bank telah dicuri.

Informasi yang bocor mencakup nama, nomor telepon, pendapatan tahunan, hingga batas pinjaman nasabah. Kasus serupa juga menimpa KB Kookmin Bank dengan bocornya 119.000 data kartu kredit nasabah.

Hana Bank turut mengalami kebocoran data berskala kecil lewat sistem dukungan penjualan. Otoritas Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat dan inspeksi lapangan.

Sasaran serangan ternyata meluas hingga ke rumah ibadah besar di Seoul. Gereja Yoido Full Gospel mengonfirmasi potensi pencurian data pribadi atas 850.000 anggota jemaat mereka.

Gereja Sarang juga menjadi korban dengan kebocoran 89.000 data jemaat. Sebanyak 286 catatan karyawan gereja, termasuk data pendeta senior, ikut diambil oleh peretas.

Berkas tersebut berisi 2.629 perubahan nomor registrasi kependudukan, 3.964 perubahan nomor telepon, dan 7.202 perubahan alamat, kata Gereja Yoido Full Gospel dalam pernyataannya.

Jejak Otomatisasi Agen Pembantu AI

Perusahaan keamanan Oasis Security menemukan berkas curian tersebut pada peladen luar negeri. Laporan media Decrypt menyebut ada bukti keterlibatan sub-agen AI dalam serangan itu.

Sub-agen AI adalah program pembantu pintar. Model utama AI melepaskan program ini untuk menyelesaikan bagian tugas secara terpisah dan otomatis.

Catatan serangan pada peladen tersebut juga berisi laporan panjang yang ditulis rapi oleh mesin. Selain itu, ditemukan judul halaman dengan teks Mandarin yang berkaitan dengan ARTEX AI.

ARTEX AI merupakan sistem pengujian keamanan terbuka. Alat ini memakai bot untuk mencari celah keamanan, merencanakan rute serangan, serta menguji kelemahan target secara mandiri.

Pimpinan Genian Security Center Moon Jong Hyun meyakini serangan ini memakai alat otomatis berbasis AI. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah memerintahkan investigasi menyeluruh atas kasus ini.

Dampak dan Antisipasi bagi Pelaku Usaha

Gelombang serangan ini menjadi peringatan nyata bagi para pimpinan perusahaan dan direktur. Ancaman kejahatan digital kini beroperasi jauh lebih cepat dan terstruktur rapi berkat otomatisasi.

Kebocoran data pelanggan berisiko mendatangkan kerugian finansial yang besar. Perusahaan bisa menghadapi tuntutan kompensasi konsumen, sanksi regulasi, hingga kerusakan reputasi usaha.

Para pemilik bisnis perlu segera memeriksa seluruh layanan teknologi yang terhubung ke jaringan luar. Memperbarui pembatas jaringan dan memperketat izin akses masuk wajib dilakukan demi melindungi data penting.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (2):
  1. CNN Indonesia: Bank-bank Korea Selatan Jadi Korban, Dugaan Serangan AI Diselidiki
  2. Decrypt: Hackers Used AI Agents to Raid a Megachurch's Database, Exposing 850,000 Members
Lihat hasil pemeriksaan
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Peretas diduga menggunakan agen kecerdasan buatan (AI) untuk membobol sejumlah bank dan gereja besar di Korea Selatan.Didukung“Sejumlah bank di Korea Selatan menjadi korban serangan siber yang diduga karena ulah teknologi kecerdasan buatan (AI) .”
CNN Indonesia dan Decrypt melaporkan dugaan penggunaan AI dalam serangan terhadap bank dan gereja.
Sekitar 25.000 data nasabah Shinhan Bank bocor mencakup nama, nomor telepon, pendapatan tahunan, dan batas pinjaman.Didukung“Shinhan Bank's breach exposed names, phone numbers, annual income and borrowing limits for about 25,000 customers, according to local news reports”
Decrypt dan CNN Indonesia mencatat kebocoran data pada nasabah Shinhan Bank.
Informasi kartu kredit dari 119.000 nasabah KB Kookmin Bank ikut tersebar.Didukung“informasi kartu kredit dari 119.000 nasabah Kookmin Bank ikut tersebar.”
CNN Indonesia melaporkan kebocoran data kartu kredit nasabah KB Kookmin Bank.
Hana Bank mengalami kebocoran data berskala kecil melalui sistem dukungan penjualannya.Didukung“Hana Bank juga diketahui mengalami kebocoran data berskala kecil setelah sistem dukungan penjualannya diretas.”
CNN Indonesia menyebutkan insiden pada sistem dukungan penjualan Hana Bank.
Gereja Yoido Full Gospel mengonfirmasi potensi pencurian data pribadi 850.000 jemaat, termasuk perubahan nomor registrasi, nomor telepon, dan alamat.Didukung“"The file contained 2,629 changes to resident registration numbers, 3,964 changes to phone numbers and 7,202 changes to addresses," the church said in a statement.”
Decrypt mengutip pernyataan resmi dari Gereja Yoido Full Gospel.
Gereja Sarang mengalami kebocoran 89.000 data jemaat dan 286 catatan karyawan termasuk pendeta senior.Didukung“Sarang's haul is smaller: about 89,000 member records and 286 employee records, including the senior pastor's.”
Decrypt melaporkan temuan data curian milik Gereja Sarang di server luar negeri.
Perusahaan keamanan Oasis Security menemukan catatan serangan yang menunjukkan aktivitas sub-agen AI dan laporan buatan mesin pada peladen luar negeri.Didukung“Oasis said the attack records show activity of AI sub-agents, meaning helper programs that an AI model launches to handle separate chunks of a job, along with long attack reports that look machine-w”
Decrypt melaporkan temuan analisis dari Oasis Security.
Peladen yang digunakan dalam serangan memuat judul halaman HTML berbahasa Mandarin yang terkait dengan ARTEX AI.Didukung“sebuah server yang digunakan dalam serangan tersebut memiliki judul halaman HTML mengandung teks berbahasa Mandarin yang berkaitan ARTEX AI.”
CNN Indonesia mengutip laporan Yonhap terkait temuan pada server penyerang.
ARTEX AI adalah sistem pengujian keamanan open-source yang menggunakan bot/agen untuk mengotomatisasi pengumpulan informasi hingga verifikasi celah sistem.Didukung“ARTEX AI merupakan sebuah sistem pengujian keamanan bersifat open-source yang menggunakan bot atau agen untuk mengotomatisasi pengumpulan informasi, penemuan celah keamanan, perencanaan jalur serang”
CNN Indonesia menjelaskan fungsi dan definisi sistem ARTEX AI.
Pimpinan Genian Security Center Moon Jong Hyun meyakini serangan melibatkan alat peretasan otomatis berbasis AI, dan Presiden Lee Jae Myung mendesak investigasi menyeluruh.Didukung“Pimpinan Genian Security Center Moon Jong Hyun menyebut sejumlah analis keamanan siber meyakini bahwa insiden pembobolan ini melibatkan alat-alat peretasan otomatis yang ditenagai oleh AI.”
CNN Indonesia melaporkan pernyataan analis keamanan serta instruksi penyelidikan Presiden Korea Selatan.

Video AI terbaru

Reachy Mini - Yo It's Your Boy (music video) Hugging Face

Baca juga