Tips Mengadopsi AI Otonom untuk Bisnis agar Investasi Tidak Sia-sia
VP of Communications HashMicro Syifa Fadiyah membagikan panduan adopsi AI agent, mulai dari memetakan masalah hingga batas wewenang sistem.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Perusahaan diminta menentukan masalah bisnis lebih dulu sebelum memilih teknologi kecerdasan buatan.
- Sistem AI otonom kini mampu mengeksekusi tugas operasional seperti memeriksa stok dan membuat pesanan.
- Adopsi sebaiknya dimulai bertahap dari tugas berisiko rendah dengan batas wewenang yang tegas.
Banyak pelaku usaha ingin memakai kecerdasan buatan. Namun, langkah awal yang salah justru bisa membuang biaya operasional perusahaan.
Perusahaan sebaiknya tidak terburu-buru membeli sistem pintar tanpa rencana matang. Kebutuhan operasional harus menjadi dasar utama.
Pesan ini disampaikan oleh VP of Communications HashMicro Syifa Fadiyah. Paparan itu ia sampaikan dalam acara Road to CNBC Indonesia Awards 2026, Jumat (30/10/2026), seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Fokus pada Masalah Nyata Bukan Teknologi
Syifa mengingatkan perusahaan agar tidak memulai langkah dari teknologinya. Pemilik usaha perlu memahami kinerja bisnis sebelumnya.
Perusahaan juga harus menentukan jenis masalah yang ingin diselesaikan. Langkah awal tidak bisa hanya sekadar memberi perintah teks kepada sistem.
"Definisikan masalahnya, definisikan tujuan yang ingin dicapai saat AI agent bekerja berdampingan dengan tim Anda," kata Syifa Fadiyah, VP of Communications HashMicro.
Penggunaan tolok ukur hasil akhir sangat penting. Manajemen harus mengawasi proses pengerjaan yang dilakukan oleh peranti lunak tersebut.
Evaluasi berkala memastikan teknologi memahami kondisi bisnis nyata. Pengawasan ini juga mencegah terjadinya pelanggaran aturan internal kantor.
Pergeseran Menuju Sistem Otonom Mandiri
Tren penggunaan teknologi kini beralih ke Agentic AI, yaitu peranti lunak pintar yang dapat merencanakan dan mengeksekusi tugas sendiri.
Sistem ini berbeda dengan teknologi lama yang hanya merangkum teks atau menjawab pertanyaan pelanggan secara pasif.
Pada proses pesanan penjualan, sistem mandiri bisa membaca data pelanggan dan produk. Peranti ini juga langsung memeriksa ketersediaan stok di gudang.
Bahkan, sistem tersebut dapat memproses seluruh pesanan penjualan hingga tuntas tanpa harus terus diarahkan langkah demi langkah.
Namun, Syifa menegaskan perlunya batasan wewenang yang tegas bagi sistem cerdas. Ada batas keputusan yang tidak boleh dilanggar.
Sistem pintar memang dapat membuat pesanan pembelian dengan mudah. Namun, komitmen pengadaan bernilai tertentu tetap membutuhkan persetujuan manajer.
Menurut Syifa, tantangan utama bisnis saat ini adalah integrasi data. Pemilik usaha harus memastikan teknologi itu benar-benar dapat dipercaya.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi para direktur dan pemilik usaha, kehadiran sistem mandiri ini menuntut kehati-hatian dalam alokasi anggaran belanja teknologi.
Jangan membeli peranti lunak hanya karena tren pasar. Kenali alur kerja yang paling lambat atau sering menimbulkan kerugian biaya.
Mulailah uji coba dari pekerjaan berisiko rendah. Setelah hasilnya terbukti aman dan akurat, barulah tanggung jawab sistem diperluas bertahap.
Pastikan pula rantai persetujuan pimpinan tetap berjalan. Kendali transaksi keuangan penting harus tetap berada di tangan manajer manusia.
- CNBC Indonesia: Perusahaan Wajib Tahu, Ini yang Perlu Dilakukan Sebelum Adopsi AI
- CNBC Indonesia: Hashmicro Ungkap Manfaat Penggunaan AI Buat Bisnis
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Syifa Fadiyah menjabat sebagai VP of Communications HashMicro dan memaparkan panduan adopsi AI dalam acara Road to CNBC Indonesia Awards 2026 pada Jumat, 30 Oktober 2026. | Didukung | “VP of Communications HashMicro Syifa Fadiyah memaparkan hal yang perlu diketahui perusahaan sebelum mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI)” CNBC Indonesia (sumber 1) |
| Perusahaan disarankan tidak memulai dari teknologi atau sekadar memberi perintah prompt, melainkan memahami kinerja sebelumnya dan mendefinisikan masalah serta tujuan yang ingin dicapai. | Didukung | “Jadi yang perlu tahu bagaimana kinerja bisnis sebelumnya dan kemudian jenis masalah apa yang ingin Anda selesaikan. Anda tidak ingin memulai dengan AI-nya terlebih dahulu” CNBC Indonesia (sumber 1) |
| Kutipan pernyataan Syifa: 'Definisikan masalahnya, definisikan tujuan yang ingin dicapai saat AI agent bekerja berdampingan dengan tim Anda'. | Didukung | “Definisikan masalahnya, definisikan tujuan yang ingin dicapai saat AI agent bekerja berdampingan dengan tim Anda” CNBC Indonesia (sumber 1) |
| Perusahaan perlu melakukan evaluasi dan pengawasan untuk memastikan AI memahami skenario bisnis nyata dan tidak melanggar batasan. | Didukung | “Apakah AI tersebut dapat memahami skenario bisnis nyata Anda dan memastikan tidak ada batasan yang dilanggar” CNBC Indonesia (sumber 1) |
| Adopsi AI disarankan dimulai bertahap dari tugas berisiko rendah yang terdefinisi dengan baik sebelum memperluas tanggung jawabnya. | Didukung | “Selanjutnya adalah memulai adopsi dengan bertahap, yakni dengan tugas berisiko rendah yang terdefinisi dengan baik terlebih dahulu.” CNBC Indonesia (sumber 1) |
| Tren beralih dari AI penghasil informasi ke AI agent yang mengeksekusi tugas mandiri, seperti membaca info pelanggan/produk, cek stok, dan memproses pesanan penjualan. | Didukung | “pergeseran dari AI yang utamanya menghasilkan informasi menjadi AI yang dapat mengeksekusi tugas dengan berbagai tingkat otonomi” CNBC Indonesia (sumber 2) |
| AI agent dapat membuat purchase order dengan mudah, namun pengadaan atau komitmen dengan nilai tertentu tetap membutuhkan persetujuan manajer. | Didukung | “Namun ketika memproses pengadaan atau komitmen dengan nilai tertentu, AI tersebut harus tahu kapan harus meminta persetujuan dari seorang manajer” CNBC Indonesia (sumber 2) |
| Tantangan bisnis dalam adopsi AI adalah memastikan AI agent bekerja dengan data bisnis sehingga dapat diandalkan dan dipercaya. | Didukung | “Tetapi memastikan AI agent tersebut benar-benar bekerja dengan data bisnis adalah hal yang berbeda. Jadi, ya, itulah yang akan menjadi tantangan bagi bisnis, yaitu membuat mereka dapat diandalkan” CNBC Indonesia (sumber 2) |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work