Google Umumkan Gemini 4 Carbon, Model AI Baru untuk Tugas Rumit
Google merilis model Gemini 4 Carbon dengan keunggulan keamanan siber dan biaya API yang jauh lebih murah dari pesaing.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Google mengumumkan Gemini 4 Carbon hanya dua pekan setelah peluncuran Gemini 4 Argon.
- Model ini menempati posisi puncak indeks kecerdasan independen, melampaui Claude Opus 5.5.
- Tarif akses API dipatok mulai dua dolar per juta token, lebih murah dari OpenAI dan Anthropic.
Google kembali meluncurkan model kecerdasan buatan terbarunya, Gemini 4 Carbon. Pengumuman ini datang hanya dua pekan setelah Gemini 4 Argon hadir.
Model baru ini dirancang untuk pekerjaan rumit. Sistem ini mampu menyelesaikan proyek teknis yang butuh banyak langkah berturut-turut.
Kabar peluncuran ini dilaporkan oleh media Mashable pada Rabu, 28 Oktober 2026. Langkah ini memperketat persaingan industri kecerdasan buatan global.
Google DeepMind kini dipimpin oleh Koray Kavukcuoglu sebagai wakil presiden senior. Jabatan itu ia emban setelah mantan CEO Demis Hassabis mundur.
Dalam tulisan blog resminya, Koray menyebut Carbon sebagai model paling tangguh milik Google. Keunggulan utamanya ada pada keamanan siber.
Skor Uji dan Persaingan Ketat
Model Carbon langsung merebut posisi teratas pada indeks Artificial Analysis. Indeks independen ini menguji kemampuan berbagai sistem kecerdasan buatan.
Pada versi 5.0, Carbon meraih skor 59 poin. Angka ini unggul satu poin di atas Claude Opus 5.5.
Lembaga riset dan perusahaan teknologi kini berlomba sangat cepat. Anthropic merilis Claude Opus 5.5 pada September lalu.
OpenAI juga telah meluncurkan GPT-6 Astra pada bulan yang sama. Posisi teratas di tangga persaingan terus berganti setiap beberapa pekan.
Berdasarkan klaim Google, Carbon unggul pada 15 dari 17 tolak ukur. Namun, Carbon masih kalah pada dua pengujian penting.
GPT-6 Astra masih memimpin pengujian rekayasa perangkat lunak FrontierSWE 2. Sementara itu, Claude Opus 5.5 tetap unggul dalam menjalankan sistem operasi komputer.
Google kini memakai skor Terminal-Bench 4.0 dari penguji independen Artificial Analysis. Uji ini mengukur kemampuan AI mengetik perintah teknis secara mandiri.
Pada pengujian terminal tersebut, Carbon melonjak delapan poin melampaui Argon. Google mengklaim Carbon dapat bekerja memecahkan masalah rekayasa berhari-hari.
Uji Keamanan dan Tarif Akses
Google menyatakan Carbon memakai sistem keselamatan yang sama dengan Argon. Google juga menambahkan upaya penyelarasan agar perilaku model tetap terkendali.
Mashable mencatat insiden PHP2Shell pekan lalu memperlihatkan bahaya model AI baru di internet. Peristiwa itu menunjukkan potensi kekacauan luas di dunia maya.
Google mengklaim Carbon tidak pernah berhasil mengambil jalan pintas terlarang saat diuji. Model ini juga memangkas kesalahan arahan hingga 80 persen.
Jumlah pernyataan tanpa dasar dari model ini berkurang separuh dibanding Argon. Selain itu, Carbon berhasil menepis semua serangan manipulasi perintah.
Masyarakat umum belum bisa memakai Gemini 4 Carbon sekarang. Google baru membuka akses bagi pakar pertahanan siber dalam Program Fairwind.
Akses untuk pengembang dan pelanggan bisnis akan dibuka bertahap kemudian. Namun, Google belum menetapkan tanggal pasti rilis komersialnya.
Google berencana memasang harga hemat untuk antarmuka pemrograman atau API. Biaya input dipatok dua dolar per satu juta token data.
Biaya keluarannya dipatok sepuluh dolar per satu juta token. Data yang tersimpan di memori mendapat potongan harga 95 persen.
Tarif ini jauh lebih murah daripada para pesaingnya. Claude Opus 5.5 mematok empat dolar untuk input dan 20 dolar untuk output.
Sementara itu, GPT-6 Astra mematok tarif sepuluh dolar untuk input. Biaya keluarannya mencapai 50 dolar per satu juta token.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Persaingan ketat ini menjadi kabar baik bagi anggaran operasional perusahaan. Biaya pemakaian kecerdasan buatan canggih kini semakin ramah di kantong.
Tarif sewa yang murah menekan biaya uji coba perangkat lunak baru. Pelaku usaha di Indonesia bisa menyiapkan otomatisasi tugas panjang tanpa biaya mahal.
Meski demikian, pimpinan perusahaan sebaiknya tidak terburu-buru merombak alur kerja. Model ini masih dalam tahap uji coba tertutup.
Para direktur perlu memetakan dulu proses teknis yang membutuhkan pengawasan ketat. Keamanan data internal harus tetap menjadi pertimbangan nomor satu.
- Mashable: Google announces Gemini 4 Carbon, its new frontier AI model
Lihat hasil pemeriksaan (16 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Google mengumumkan model AI Gemini 4 Carbon dua pekan setelah Gemini 4 Argon hadir. | Didukung | “Google announced Gemini 4 Carbon, a new frontier AI model that arrives just two weeks after Gemini 4 Argon reached the Gemini app.” Disebutkan oleh Mashable di paragraf pembuka. |
| Google DeepMind kini dipimpin oleh Koray Kavukcuoglu sebagai SVP setelah Demis Hassabis mundur. | Didukung | “Kavukcuoglu is leading Google DeepMind now that former CEO Demis Hassabis has stepped aside.” Disebutkan oleh Mashable di paragraf pertama. |
| Koray Kavukcuoglu menyebut Carbon sebagai model paling tangguh milik Google dengan fokus kekuatan pada tugas jangka panjang dan keamanan siber. | Didukung | “called Carbon Google’s strongest model yet.” Disebutkan oleh Mashable di paragraf pertama. |
| Gemini 4 Carbon meraih posisi teratas pada indeks Artificial Analysis Intelligence Index mengungguli Claude Opus 5.5. | Didukung | “Already, Gemini 4 Carbon has the top spot in the Artificial Analysis Intelligence Index, beating out Claude Opus 5.5.” Disebutkan oleh Mashable di paragraf pertama. |
| Anthropic merilis Claude Opus 5.5 pada September (22 September) dan OpenAI merilis GPT-6 Astra pada bulan yang sama. | Didukung | “Anthropic released Claude Opus 5.5 on Sept. 22, OpenAI shipped GPT-6 Astra earlier that month” Disebutkan oleh Mashable di paragraf kedua. |
| Carbon mengungguli tolak ukur pada 15 dari 17 benchmark menurut data perbandingan Google. | Didukung | “Carbon posts the top score on 15 of 17 benchmarks against Argon, GPT-6 Astra, Claude Opus 5.5, and Claude Fable 5.1. All figures in this section are as reported by Google.” Disebutkan oleh Mashable di bagian tolok ukur. |
| GPT-6 Astra masih memimpin pada FrontierSWE 2 dan Claude Opus 5.5 memimpin pada OSWorld-2.1. | Didukung | “GPT-6 Astra still leads on FrontierSWE 2, a software engineering test. Claude Opus 5.5 leads on OSWorld-2.1, which measures how well a model can operate a computer.” Disebutkan oleh Mashable di bagian tolok ukur. |
| Google menggunakan skor Terminal-Bench 4.0 yang dijalankan oleh Artificial Analysis secara independen. | Didukung | “Google now reports Terminal-Bench 4.0 scores run by Artificial Analysis, an independent testing firm, rather than its own.” Disebutkan oleh Mashable di bagian tolok ukur. |
| Skor Carbon pada Terminal-Bench 4.0 naik sekitar delapan poin melampaui Argon. | Didukung | “On Terminal-Bench 4.0, Carbon jumps about eight points over Argon and moves ahead of Opus 5.5.” Disebutkan oleh Mashable di bagian tolok ukur. |
| Pada versi 5.0 Artificial Analysis Intelligence Index, Carbon meraih skor 59, unggul satu poin di atas Claude Opus 5.5. | Didukung | “On the newly updated version 5.0 , Carbon (high) scores 59, one point ahead of Claude Opus 5.5 (max).” Disebutkan oleh Mashable di bagian tolok ukur. |
| Google menyatakan Carbon memakai sistem keselamatan yang sama dengan Argon dengan tambahan penyelarasan. | Didukung | “Google says Carbon uses the same safety system as Argon, which includes monitoring the model’s reasoning, and adds more work on alignment” Disebutkan oleh Mashable di bagian keamanan. |
| Berdasarkan pengujian internal Google, peringatan ketidakselarasan tingkat tinggi turun hampir 80 persen. | Didukung | “high-severity misalignment alerts, which flag a model acting in ways its developers didn’t intend, dropped by nearly 80 percent.” Disebutkan oleh Mashable di bagian keamanan. |
| Pernyataan tanpa dasar pada Carbon berkurang separuh dibanding Argon dan Carbon menepis semua serangan manipulasi perintah pada tolok ukur Gray Swan. | Didukung | “Carbon also makes about half as many unsupported claims as Argon. And on Gray Swan’s prompt injection benchmark, which tests whether hidden instructions can hijack a model, Carbon blocked every attack” Disebutkan oleh Mashable di bagian keamanan. |
| Akses Carbon saat ini baru dibuka bertahap untuk kelompok pertahanan siber dalam Program Fairwind, belum dibuka untuk umum. | Didukung | “Carbon is starting with a small group of cybersecurity defenders, and Google hasn’t said when it will reach everyone else.” Disebutkan oleh Mashable di bagian cara mencoba. |
| Harga API Carbon dipatok $2 per juta token input dan $10 per juta token output, dengan diskon 95% untuk cached input. | Didukung | “$2 per million input tokens $10 per million output tokens Cached input tokens at 95 percent off the input price” Disebutkan oleh Mashable di bagian rincian biaya API. |
| Tarif Claude Opus 5.5 adalah $4 per juta input dan $20 per juta output, sedangkan GPT-6 Astra $10 per juta input dan $50 per juta output. | Didukung | “Claude Opus 5.5 costs $4 per million input tokens and $20 per million output tokens, while GPT-6 Astra costs $10 per million input tokens and $50 per million output tokens.” Disebutkan oleh Mashable di bagian perbandingan harga. |
Video AI terbaru
Merge CEO Shensi Ding: AI fluency starts at the top
