TikTok Rilis Panduan Restoran Must Eat untuk Mudahkan Pemesanan Meja
TikTok meluncurkan panduan restoran Must Eat dari kurasi konten video kreator dan membuka integrasi pemesanan meja langsung.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Fitur Must Eat meluncur di New York, Los Angeles, dan San Francisco.
- Daftar restoran disusun dari analisis lebih dari 40 juta konten video.
- Restoran terpilih kini membuka reservasi meja langsung lewat OpenTable.
TikTok kini mempermudah pengguna mencari tempat makan favorit. Pengguna kini bisa memesan meja langsung di dalam aplikasi.
Langkah ini dilaporkan oleh media Mashable pada Rabu, 28 Oktober 2026. Fitur baru tersebut resmi bernama Must Eat.
Panduan kuliner ini hadir pertama kali di tiga kawasan besar. Wilayah tersebut meliputi New York City, Los Angeles, dan San Francisco Bay Area.
Must Eat merupakan bagian dari fitur besar TikTok GO. Fitur ini dirancang khusus untuk mencari tempat wisata dan aktivitas hiburan.
Cara Kerja Panduan Kuliner TikTok
Daftar restoran dihimpun dari data interaksi pengguna. TikTok menganalisis lebih dari 40 juta unggahan, ulasan video, dan komentar.
Rekomendasi dibagi ke dalam dua kelompok utama. Ada Everyday Eats untuk santapan santai harian, serta Elevated Dining untuk perayaan istimewa.
Pengguna dapat menyaring pilihan berdasarkan jenis masakan, harga, dan lokasi. Mereka juga bisa menyimpan tempat incaran ke koleksi pribadi.
Beberapa restoran bekerja sama dengan OpenTable, sebuah layanan reservasi meja daring. Tamu dapat memesan meja tanpa perlu pindah aplikasi.
TikTok menegaskan tempat makan tidak bisa membayar agar masuk daftar. Restoran lokal mandiri mendapat prioritas utama dalam kurasi tersebut.
"TikTok has given our guests a way to share those experiences with people far beyond our dining room," kata Ann Redding, pemilik bersama dan koki Thai Diner.
Pergeseran Minat Konsumen Muda
Fitur ini bersaing langsung dengan Google Maps dan ulasan Yelp. Beli juga menawarkan pelacak restoran serupa berbasis komunitas.
Daya tarik video terbukti kuat pada generasi muda. Sebuah survei mencatat 38 persen generasi Z menemukan restoran baru lewat TikTok.
Laporan industri tahun 2025 bahkan mencatat angka lebih tinggi. Sebanyak 69 persen konsumen muda bergantung pada media sosial untuk mencari makan.
TikTok mengutip riset dari lembaga PF Global. Sekitar 27 juta warga Amerika Serikat mengunjungi toko mandiri baru berkat aplikasi ini pada 2025.
Kunjungan baru tersebut menghasilkan belanja lokal senilai 4,7 miliar dollar AS. Angka itu mencakup sektor kuliner dan toko ritel independen.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Pelaku usaha kuliner perlu menyadari pergeseran perilaku pelanggan. Konsumen kini memilih tempat makan bukan dari iklan teks kaku, melainkan video nyata.
Pemilik restoran harus bersiap menghadapi lonjakan pesanan tak terduga. Kecepatan dapur dan kesiapan pelayan menjadi kunci saat tempat mendadak ramai.
Bagi pengusaha di Indonesia, saluran digital kini menjadi pintu transaksi langsung. Pemasaran video pendek tidak lagi sekadar membangun ketenaran merek semata.
Integrasi sistem pemesanan online dengan media sosial kian penting. Pengusaha yang memudahkan pelanggan memesan akan memenangkan persaingan pasar lokal.
- Mashable: TikTok taps food creators for its new Must Eat restaurant guide
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| TikTok merilis panduan restoran bernama Must Eat yang memfasilitasi pemesanan meja. | Didukung | “The company announced Must Eat on Wednesday, Oct. 28, a restaurant guide launching in the areas around New York City, Los Angeles, and the San Francisco Bay Area.” Mashable melaporkan bahwa TikTok meluncurkan panduan restoran bernama Must Eat. |
| Must Eat diluncurkan di wilayah sekitar New York City, Los Angeles, dan San Francisco Bay Area. | Didukung | “launching in the areas around New York City, Los Angeles, and the San Francisco Bay Area.” Mashable menyebut ketiga wilayah tersebut sebagai lokasi peluncuran awal. |
| Daftar restoran disusun dari kurasi lebih dari 40 juta unggahan, ulasan, dan komentar di TikTok. | Didukung | “Drawing on more than 40 million posts , reviews, and comments, the feature gathers restaurants attracting attention on TikTok into city-specific lists.” Mashable menyatakan fitur ini memanfaatkan lebih dari 40 juta unggahan, ulasan, dan komentar. |
| Must Eat merupakan bagian dari fitur TikTok GO untuk menemukan dan memesan pengalaman. | Didukung | “Must Eat is part of TikTok GO , the app's offering for discovering and booking experiences.” Mashable menyebutkan bahwa Must Eat terintegrasi dalam TikTok GO. |
| Daftar restoran dibagi menjadi kategori Everyday Eats dan Elevated Dining. | Didukung | “Its restaurant lists are divided into Everyday Eats, covering casual spots and neighborhood favorites, and Elevated Dining, for celebrations and other special occasions.” Mashable merinci pembagian dua kategori restoran pada panduan tersebut. |
| Pengguna dapat menyaring pilihan berdasarkan jenis masakan, harga, skor, dan lokasi, serta menyimpan tempat ke koleksi. | Didukung | “Users can filter by cuisine, price, score, and location, explore restaurant pages with related TikTok content, and save places to their existing collections.” Mashable memaparkan opsi filter dan fitur simpan koleksi pada aplikasi. |
| Restoran tertentu menyediakan pemesanan meja langsung melalui integrasi dengan OpenTable. | Didukung | “Select restaurants also offer reservations through OpenTable .” Mashable mengonfirmasi adanya fitur reservasi meja via OpenTable di restoran tertentu. |
| Restoran mandiri dan kuliner lokal diprioritaskan, serta tidak ada restoran yang bisa membayar untuk ditampilkan dalam daftar. | Didukung | “"Independent restaurants and local specialties take priority, and no restaurant can pay to be featured," the company said in its announcement.” Mashable mengutip pernyataan resmi TikTok terkait kriteria seleksi restoran. |
| Ann Redding menyatakan TikTok memberi jalan bagi tamu untuk membagikan pengalaman jauh melampaui ruang makan restoran. | Didukung | “"TikTok has given our guests a way to share those experiences with people far beyond our dining room," Redding said.” Mashable mengutip langsung pernyataan Ann Redding, co-owner dan chef Thai Diner. |
| Survei menunjukkan 38 persen responden Gen Z menemukan restoran baru melalui TikTok. | Didukung | “In a recent survey , 38 percent of Gen Z respondents reported discovering new restaurants through TikTok, making it that group's leading discovery channel.” Mashable mengutip hasil survei mengenai preferensi Gen Z dalam menemukan tempat makan. |
| Laporan tahun 2025 mencatat 69 persen konsumen Gen Z mengandalkan media sosial untuk mencari restoran. | Didukung | “A 2025 report, based on a survey of U.S. consumers and hospitality operators, found that 69 percent of Gen Z diners relied on social media for restaurant discovery.” Mashable memuat temuan survei konsumen dan pelaku usaha perhotelan/kuliner tahun 2025. |
| Riset PF Global mencatat 27 juta warga AS pertama kali mengunjungi toko/restoran mandiri pada 2025 setelah melihatnya di TikTok, menyumbang belanja lokal 4,7 miliar dolar AS. | Didukung | “company says 27 million Americans visited an independent restaurant, cafe, or shop for the first time after discovering it on the platform in 2025, generating an estimated $4.7 billion in local spending.” Mashable memaparkan data riset PF Global yang dirilis TikTok beserta rincian cakupan toko ritel dan tempat makan. |
Video AI terbaru
Merge CEO Shensi Ding: AI fluency starts at the top