Krafton Pengembang Gim PUBG Masuki Robotika Lewat Ludo Robotics
Pengembang gim PUBG menguji sistem kecerdasan Ludi untuk robot humanoid. Teknologi ini melatih robot memahami ucapan dan bahasa tubuh manusia.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Krafton meluncurkan sistem kecerdasan robot Ludi 0.2 lewat anak usahanya, Ludo Robotics.
- Sistem ini diuji pada robot Unitree G1 seharga sekitar 16.000 dolar AS memakai model gabungan.
- Perusahaan menargetkan penerapan uji coba robot di lingkungan nyata mulai tahun 2027.
Pengembang gim PUBG, Krafton, kini merambah dunia robot humanoid. Mereka mengembangkan otak robot lewat anak usahanya, Ludo Robotics.
Langkah ini bertujuan membuat robot lebih paham perintah manusia. Perusahaan memakai pengalaman mengolah karakter cerdas di dalam video gim.
Laporan media Fast Company menyebut Ludo Robotics berbasis di Palo Alto, Amerika Serikat. Perusahaan ini dipimpin langsung oleh CEO Krafton, CH Kim.
Ludo menyiapkan sistem kecerdasan bernama Ludi 0.2. Sistem uji coba ini dipamerkan di Bay Area Robotics Symposium di Universitas California, Berkeley.
Versi baru ini dirancang untuk mengingat percakapan lebih baik. Robot juga dilatih mengenali bahasa tubuh orang di sekitarnya.
Mengadopsi Teknologi Gim ke Robot Nyata
Sebelumnya, Krafton dan Nvidia membuat rekan pemain bernama PUBG Ally. Karakter virtual bernama Ella bisa diajak berbicara saat bermain gim.
Namun, hasil uji coba gim menunjukkan kendala interaksi. Laporan Inven Global mencatat skor performa tempur Ella hanya 2,58 dari skala 5.
Sebanyak 50 persen pemain hanya menganggap Ella sebagai alat bantu biasa. Hanya 18,5 persen responden yang menganggapnya sebagai rekan tim.
Kesalahan karakter di gim bisa dianggap lucu oleh pemain. Namun, salah paham di dunia nyata bisa merepotkan pemilik robot.
Uji Coba Perangkat Lunak dan Kinerja Robot
Ludo Robotics menguji sistem Ludi pada robot Unitree G1. Robot humanoid atau robot berpostur mirip manusia ini berharga sekitar 16.000 dolar AS.
Ludi memadukan model penglihatan Qwen dari Alibaba dan model gerak fisik GR00T milik Nvidia. Otak robot ini diproses langsung lewat komputer kerja di dekatnya.
Pada simulasi 28 tugas rumah tangga Interaction Core28, versi awal Ludi 0.1 menyelesaikan 17 tugas. Angka itu naik dari 10 tugas sebelum dilatih ulang.
Sebagai pembanding, model tercanggih milik OpenAI menuntaskan 26 tugas pada simulasi yang sama. Celah kemampuan ini masih terus diperbaiki oleh tim Ludo.
Krafton memiliki dana kuat untuk riset ini. Pendapatan kuartal kedua Krafton mencapai 1,29 triliun won atau sekitar 890 juta dolar AS.
"Krafton berinvestasi besar pada kecerdasan buatan, tetapi robotika adalah proyek jangka panjang," kata CH Kim, CEO Krafton dan Ludo Robotics.
Ludo berencana menguji sistem ini di lingkungan nyata pada tahun 2027. Mereka juga merancang arsitektur tunggal bernama Ludi 1.0 pada tahun tersebut.
Ludo memilih fokus merancang perangkat lunak kecerdasan, bukan membuat fisik robot. Mereka akan bekerja sama dengan pabrikan perakit perangkat keras.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Masuknya pengembang gim ke robotika memperlihatkan arah baru industri. Persaingan bisnis robot fisik kini bergeser pada kemudahan interaksi dengan manusia.
Bagi pimpinan perusahaan, robot kerja masa depan tidak boleh kaku. Robot harus bisa meminta kejelasan saat menerima perintah kerja yang membingungkan.
Harga pengadaan robot humanoid fisik saat ini masih sangat tinggi. Pelaku usaha di Indonesia sebaiknya tidak terburu-buru membeli alat tersebut.
Langkah paling tepat adalah memantau kematangan perangkat lunak kendali ini. Keandalan otak robot akan menentukan manfaat modal yang dikeluarkan kantor dan pabrik.
- Fast Company: The company behind ‘PUBG’ wants to bring video game AI into the real world
Lihat hasil pemeriksaan (14 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Krafton, pengembang PUBG, merambah bidang robotika melalui anak usahanya Ludo Robotics | Didukung | “The South Korean developer behind PUBG: Battlegrounds has spent nearly two decades creating virtual worlds where software responds to unpredictable player decisions. Its Palo Alto subsidiary, Ludo Robotics” Fast Company melaporkan Krafton mendirikan anak usaha Ludo Robotics di Palo Alto untuk mengembangkan AI robot. |
| Ludo Robotics berbasis di Palo Alto dan dipimpin oleh CEO Krafton CH Kim | Didukung | “Its Palo Alto subsidiary, Ludo Robotics, is now applying that expertise to AI that helps robots understand human requests and decide how to act. CH Kim, CEO of both companies” Fast Company menegaskan Ludo Robotics berlokasi di Palo Alto dan CH Kim memimpin kedua perusahaan. |
| Ludo mempresentasikan sistem kecerdasan Ludi 0.2 di Bay Area Robotics Symposium di UC Berkeley | Didukung | “Ludo Robotics is set to present Ludi 0.2, its latest experimental robotic intelligence system, at the Bay Area Robotics Symposium at the University of California, Berkeley.” Fast Company menyebutkan Ludi 0.2 dijadwalkan dipresentasikan pada simposium tersebut. |
| Ludi 0.2 dirancang meningkatkan memori percakapan dan pengenalan gestur | Didukung | “The new version aims to improve conversational memory and gesture recognition” Fast Company menyatakan Ludi 0.2 difokuskan pada peningkatan memori percakapan dan gestur. |
| Krafton dan Nvidia mengembangkan PUBG Ally dengan karakter bernama Ella yang merespons perintah suara | Didukung | “Developed with the chipmaker Nvidia, PUBG Ally is what the companies describe as “the world’s first voice-enabled coplayable character (CPC)”” Fast Company mendokumentasikan pengembangan PUBG Ally bersama Nvidia serta uji coba karakter Ella. |
| Inven Global mencatat performa tempur Ella sebesar 2,58 dari skala 5, dengan 50% pemain melihatnya sebagai alat dan 18,5% sebagai rekan tim | Didukung | “put combat performance at 2.58 out of 5. Half of respondents viewed the character as a tool, while just 18.5% considered her a teammate.” Fast Company mengutip data survei Inven Global mengenai respons pemain terhadap Ella. |
| Sistem Ludi dijalankan pada robot Unitree G1 seharga sekitar 16.000 dolar AS | Didukung | “The system runs on Unitree’s G1 , a roughly $16,000 humanoid robot, with Ludo’s software coordinating the components.” Fast Company mencatat sistem berjalan pada robot humanoid Unitree G1. |
| Ludi memadukan model penglihatan Qwen dari Alibaba dan model gerak GR00T milik Nvidia | Didukung | “A vision-language model from Alibaba’s open-source Qwen family analyzes camera images and transcribed speech to decide what the robot should do next. Nvidia’s GR00T robotics foundation model” Fast Company menjelaskan arsitektur Ludi yang menggabungkan model Qwen dan Nvidia GR00T. |
| Ludi 0.1 memproses tugas AI secara lokal di stasiun kerja dekat robot bukan di cloud | Didukung | “Ludi 0.1 processed AI tasks locally on a workstation beside the robot rather than relying on the cloud.” Fast Company menyebutkan komputasi Ludi 0.1 dilakukan pada workstation lokal. |
| Pada tolak ukur Interaction Core28, Ludi 0.1 menyelesaikan 10 skenario sebelum pelatihan tambahan dan meningkat menjadi 17, sementara model frontier OpenAI mencapai 26 | Didukung | “Before additional training, the smaller Qwen model powering Ludi 0.1 completed 10 scenarios, improving to 17 after fine-tuning. An OpenAI frontier model, using a carefully optimized prompt, completed 26” Fast Company memaparkan hasil pengujian simulasi Interaction Core28. |
| Pendapatan kuartal kedua Krafton tercatat 1,29 triliun won atau sekitar 890 juta dolar AS | Didukung | “Krafton reported second quarter revenue of 1.29 trillion won, about $890 million, up 95% from a year earlier.” Fast Company melaporkan angka pendapatan kuartal kedua Krafton. |
| CH Kim menyatakan Krafton berinvestasi besar pada AI secara umum, tetapi robotika adalah proyek jangka panjang | Didukung | “Krafton is investing heavily in AI overall, but robotics is a very long-term project.” Fast Company memuat kutipan langsung dari CH Kim. |
| Ludo menargetkan penempatan sistem di lingkungan nyata dan merancang arsitektur model terpadu Ludi 1.0 pada 2027 | Didukung | “identifying a suitable environment for deployment in the real world in 2027. “We need to find an environment where those research results can be applied” Fast Company mencatat target penerapan dunia nyata dan peluncuran Ludi 1.0 pada 2027. |
| Ludo berniat fokus mengembangkan perangkat lunak kecerdasan daripada memproduksi fisik robot | Didukung | “For now, Ludo intends to develop the intelligence rather than manufacture robots, working with hardware makers to integrate its software into their machines.” Fast Company menguraikan strategi bisnis Ludo yang berfokus pada software dan bermitra dengan produsen robot. |
Video AI terbaru
NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe