Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Belanja AI Raksasa Teknologi Tembus 3 Triliun Dolar AS, Arus Kas Mulai Tertekan

Lima raksasa teknologi berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari Rp47.000 triliun untuk infrastruktur AI, meski arus kas mereka mulai minus.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Alphabet, Meta, Microsoft, Amazon, dan Oracle siapkan dana lebih dari 3 triliun dolar AS untuk infrastruktur.
  • Komitmen investasi ini mendorong arus kas bebas Alphabet dan Meta jatuh ke angka negatif.
  • Lembaga riset Gartner memperingatkan bahwa sebagian besar belanja jumbo ini berisiko tidak balik modal.

Lima raksasa teknologi dunia kini mengikat komitmen belanja masa depan bernilai raksasa. Nilainya menembus 3 triliun dolar AS atau sekitar Rp47.000 triliun.

Dana tersebut disiapkan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan. Angka jumbo ini terungkap dari laporan Bloomberg yang dikutip The Next Web.

Kelima perusahaan itu mencakup Alphabet, Meta, Microsoft, Amazon, dan Oracle. Mereka memesan gedung pusat data, sewa lahan, pasokan energi, serta perangkat komputasi.

Pusat Data dan Kontrak Jangka Panjang

Komitmen belanja ini melonjak tajam dalam waktu singkat. Pada Juli lalu, empat perusahaan mencatat komitmen sekitar 2,4 triliun dolar AS.

Kini angkanya membengkak seiring masuknya data Oracle. Dari total tersebut, sewa masa depan menyumbang 1,3 triliun dolar AS.

Sementara itu, pesanan peralatan dan keperluan lain mencapai 1,9 triliun dolar AS. Beberapa kontrak sewa bahkan berdurasi hingga 30 tahun.

Alphabet memimpin daftar dengan komitmen lebih dari 1 triliun dolar AS. Angka milik induk Google ini naik hampir delapan kali lipat dibanding setahun lalu.

Meta berada di posisi kedua dengan komitmen melampaui 800 miliar dolar AS. Hampir separuh dana Meta dialokasikan untuk sewa pusat data yang belum dimulai.

"Kami memperkirakan akan terus berinvestasi secara agresif untuk mendukung bisnis inti kami dan inisiatif AI baru," kata Susan Li, Chief Financial Officer Meta.

Tiap perusahaan mencatat angka belanja ini dengan cara berbeda. Sebagian dana juga dialokasikan untuk kesepakatan konten dan pengadaan perangkat keras mandiri.

Arus Kas Terpukul dan Ancaman Balik Modal

Gelombang belanja besar ini mulai membebani keuangan korporasi. Alphabet dan Meta kini terdorong masuk ke posisi arus kas bebas negatif.

Padahal, kedua perusahaan selama ini dikenal sangat menguntungkan. Oracle menjadi korporasi pertama yang mengalami arus kas negatif akibat belanja infrastruktur tersebut.

Manajemen Oracle menyatakan baru berharap arus kas mereka kembali positif pada 2028 mendatang. Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran para analis industri.

Firma riset Gartner bahkan telah mengeluarkan peringatan keras. Gartner memperingatkan bahwa sebagian besar belanja modal besar ini bisa saja tidak akan pernah balik modal.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pemimpin perusahaan, kabar ini menunjukkan betapa mahalnya fondasi teknologi AI. Raksasa dunia rela mengorbankan arus kas demi mengamankan daya komputasi dan pasokan energi.

Pelaku usaha di Indonesia sebaiknya tidak terburu-buru membangun sistem AI mandiri dari nol. Biaya infrastruktur fisik terbukti sangat menyedot kas dan butuh modal raksasa.

Langkah yang lebih masuk akal adalah menjadi penyewa atau pengguna layanan jadi. Perusahaan cukup membayar sesuai kapasitas pemakaian yang benar-benar memberi hasil nyata.

Peringatan analis juga menjadi sinyal kehati-hatian dalam mengadopsi AI. Pastikan setiap pengeluaran teknologi memiliki dampak langsung terhadap pendapatan bisnis Anda.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 11 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. The Next Web: Big Tech has now committed more than $3 trillion to the AI build-out
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Lima raksasa teknologi (Alphabet, Meta, Microsoft, Amazon, dan Oracle) berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari 3 triliun dolar AS untuk belanja masa depan pusat data, sewa, peralatan, dan energi AI.Didukung“Alphabet, Meta, Microsoft, Amazon and Oracle have committed more than $3T to future spending on data centres, leases, equipment and energy, Bloomberg reports.”
Dilaporkan oleh TNW mengutip Bloomberg.
Pengeluaran tersebut telah mendorong Alphabet dan Meta masuk ke posisi arus kas bebas negatif.Didukung“The spending has pushed Alphabet and Meta, two of the most profitable firms in history, into negative free cash flow.”
TNW mengonfirmasi pengeluaran tersebut membuat Alphabet dan Meta mengalami free cash flow negatif.
Gartner memperingatkan bahwa sebagian besar belanja AI ini berisiko tidak akan pernah balik modal.Didukung“Gartner has warned that much of this spending may never pay off .”
TNW mencatat peringatan dari Gartner.
Pada bulan Juli, komitmen empat perusahaan tercatat sekitar 2,4 triliun dolar AS tanpa menghitung Oracle.Didukung“That is up from about $2.4T for four of them in a similar tally in July , though Oracle was not counted then.”
Disebutkan dalam teks sumber TNW.
Komitmen sewa masa depan menyumbang 1,3 triliun dolar AS dari total, sedangkan pesanan lainnya mencapai 1,9 triliun dolar AS.Didukung“Future leases make up $1.3T of the total, and other orders $1.9T.”
Rincian nilai sewa dan pesanan dicatat secara eksplisit di sumber.
Beberapa kontrak sewa berdurasi hingga 30 tahun.Didukung“Some of the leases run for 30 years.”
Disebutkan dalam teks sumber TNW.
Alphabet memimpin dengan komitmen belanja lebih dari 1 triliun dolar AS, naik hampir delapan kali lipat dibanding setahun lalu.Didukung“Alphabet has the most, with more than $1T lined up, nearly eight times its level a year ago.”
Tercantum dalam teks sumber TNW.
Meta memiliki komitmen lebih dari 800 miliar dolar AS, dengan hampir separuhnya untuk sewa pusat data yang belum dimulai.Didukung“Meta has more than $800B , a bit under half of it for data centre leases that have not started yet.”
Tercantum dalam teks sumber TNW.
CFO Meta Susan Li menyatakan perusahaan memperkirakan akan terus berinvestasi secara agresif untuk mendukung bisnis inti dan inisiatif AI baru.Didukung““ We expect to continue investing aggressively to support both our core business and emerging AI initiatives, ” Meta chief financial officer Susan Li told analysts last week.”
Pernyataan Susan Li dikutip langsung oleh TNW.
Oracle adalah yang pertama mengalami arus kas negatif dan memperkirakan akan berbalik positif pada 2028.Didukung“Oracle, the first to go negative, said this week it expects to turn positive again in 2028.”
Disebutkan oleh sumber TNW.
Sebagian dana, seperti kesepakatan perangkat keras dan konten Meta di Alphabet dan Amazon, bukan untuk pusat data.Didukung“Some of the money, such as Meta’s hardware and content deals at Alphabet and Amazon, is not for data centres.”
Disebutkan oleh sumber TNW mengenai peruntukan dana non-pusat data.

Video AI terbaru

NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe NVIDIA

Baca juga