Merck Mercuriadis Gabungkan Delapan Manajemen Artis Bentuk Usaha Baru
Mantan bos Hipgnosis membentuk Hipgnosis Artist Partnerships. Skema baru ini membagi kepemilikan aset lagu antara musisi dan manajer.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Merck Mercuriadis menggabungkan delapan perusahaan manajemen untuk usaha baru.
- Musisi dan manajer akan memiliki bersama aset lagu yang dibuat dalam kerja sama.
- Transaksi pertama kemitraan ini direncanakan meluncur pada awal 2027.
Merck Mercuriadis kembali membuat langkah baru di industri musik dunia. Tokoh bisnis ini mengumumkan rencana usaha bernama Hipgnosis Artist Partnerships.
Langkah ini dilaporkan oleh media Billboard dari konferensi Music Tectonics di Santa Monica, California. Sesi diskusi itu dipandu oleh direktur konferensi, Dmitri Vietze.
Mercuriadis berencana menyatukan delapan perusahaan manajemen artis besar. Entitas gabungan ini dirancang menjadi kekuatan besar dalam industri hiburan.
Model Baru Kepemilikan Lagu
Sebelumnya Mercuriadis pernah mengelola penyanyi ternama seperti Beyoncé, Guns N' Roses, dan Elton John. Kini ia menawarkan skema kepemilikan aset bersama.
Musisi dan manajer akan memiliki bersama seluruh hak cipta lagu yang lahir selama kontrak. Musisi menjadi pemilik saham mayoritas, sedangkan manajer memegang porsi minoritas.
Musisi bebas keluar dari kemitraan tersebut kapan saja. Namun, aset lagu yang sudah dibuat tetap berada di dalam perusahaan patungan.
Pihak perusahaan belum menyebutkan nama delapan mitra manajemen yang diincar. Transaksi pertama ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2027.
Pergeseran Arus Pendapatan Musik
Mercuriadis merinci sistem bagi hasil untuk para artis yang bergabung. Sejak hari pertama, artis tetap menerima sedikitnya 20 hingga 30 persen pemasukan.
Bagian uang muka perusahaan akan tertutup dari seluruh sumber pendapatan lagu. Setelah target laba tercapai, artis akan menerima 80 persen dan perusahaan 20 persen.
Mercuriadis menyebut model ini bertujuan menggeser arus dana. Uang dialihkan dari label rekaman konvensional langsung ke artis dan manajer.
"Kami akan menyewa infrastruktur Universal, Warner, dan Sony, tetapi Hipgnosis Artist Partnerships yang akan menentukan penggunaan uangnya," kata Mercuriadis.
Perusahaan tetap memakai jasa administrasi penerbitan dan label musik besar. Namun kendali atas anggaran tetap dipegang oleh manajemen Mercuriadis.
Sejak 2017, Mercuriadis mengelola katalog lagu Shakira, Red Hot Chili Peppers, Fleetwood Mac, hingga Diana Ross. Ia lalu menjual sahamnya ke Blackstone pada 2024.
Perusahaan lama itu berganti nama menjadi Recognition Music dan dibeli oleh Sony pada Mei 2026. Katalog tersebut diklaim terjual 1,2 miliar dolar AS lebih tinggi dari modal awal.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi para pemimpin bisnis, skema kemitraan ini menawarkan pendekatan baru dalam merancang kontrak kerja sama. Model bagi hasil bersama kreator dapat memperkuat loyalitas kemitraan jangka panjang.
Perusahaan tidak perlu membangun seluruh fasilitas fisik dari nol. Menyewa jalur distribusi mapan dari korporasi besar bisa memangkas biaya modal usaha secara signifikan.
Model ini juga menjadi acuan bagi pemodal dalam mengelola aset kekayaan intelektual. Hak cipta kini menjadi instrumen investasi yang bisa memberikan arus kas rutin dan terukur.
- Billboard: Merck Mercuriadis’ New Hipgnosis Is Rolling Eight Management Companies Into a ‘Juggernaut’
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Merck Mercuriadis menggabungkan delapan perusahaan manajemen untuk usaha baru bernama Hipgnosis Artist Partnerships. | Didukung | “Merck Mercuriadis is combining eight management companies for his new venture, Hipgnosis Artist Partnerships.” Billboard menyebutkan Mercuriadis menggabungkan delapan perusahaan manajemen untuk usaha barunya. |
| Diskusi keynote dipandu oleh direktur Music Tectonics, Dmitri Vietze. | Didukung | “During Wednesday’s keynote, moderated by Music Tectonics director Dmitri Vietze” Billboard mengonfirmasi moderator sesi keynote tersebut adalah Dmitri Vietze. |
| Mercuriadis pernah mengelola penyanyi seperti Beyoncé, Guns N' Roses, dan Elton John. | Didukung | “A former artist manager himself for acts like Beyoncé , Guns N’ Roses and Elton John” Billboard mencantumkan deretan artis yang pernah dimanajeri Mercuriadis. |
| Musisi dan manajer akan memiliki bersama aset yang dibuat, dengan musisi sebagai pemilik mayoritas dan manajer minoritas. | Didukung | “Artists and managers will co-own all assets created during the life of the relationship, with the artist as majority shareholder and the manager as minority owner.” Billboard menjelaskan pembagian kepemilikan aset antara artis dan manajer. |
| Musisi bebas keluar kapan saja, tetapi aset yang sudah dibuat tetap berada dalam kemitraan. | Didukung | “The artist is free to leave, but “those assets that are created in the partnership always stay in the partnership,” Mercuriadis said.” Billboard mengutip pernyataan Mercuriadis terkait ketentuan musisi yang keluar. |
| Perusahaan belum mengungkap nama agensi yang diincar dan transaksi pertama dijadwalkan pada kuartal pertama 2027. | Didukung | “Hipgnosis Artist Partnerships has not named its target acquisition companies. The first of these transactions is set to be announced in the first quarter of 2027.” Billboard mencatat perusahaan belum merilis target akuisisi dan jadwal transaksi perdana di Q1 2027. |
| Artis tetap menerima pemasukan minimal 20 hingga 30 persen sejak hari pertama. | Didukung | “money’s always flowing through to the artist, at least 20 or 30%, regardless of recoupment” Billboard memuat kutipan Mercuriadis mengenai persentase aliran uang minimum untuk musisi. |
| Setelah target laba tercapai, porsi pembagian berubah menjadi 80 persen untuk musisi dan 20 persen untuk perusahaan. | Didukung | “when they recoup and the company hits its return-on-investment targets, it’ll swing so they’re getting 80% of the money and the company’s getting 20% of the money.” Billboard mengutip keterangan mengenai pembagian pendapatan setelah target ROI terpenuhi. |
| Hipgnosis Artist Partnerships menyewa infrastruktur Universal, Warner, dan Sony, tetapi tetap menentukan alokasi pengeluaran dana. | Didukung | ““We will lease the infrastructure of Universal, Warner and Sony, but Hipgnosis Artist Partnerships will be the ones to decide how the money is spent,” he said.” Billboard memuat kutipan langsung Mercuriadis mengenai penggunaan infrastruktur label besar. |
| Sejak 2017 Mercuriadis mengelola katalog lagu Shakira, Red Hot Chili Peppers, Fleetwood Mac, dan Diana Ross sebelum menjual sahamnya ke Blackstone pada 2024. | Didukung | “acquiring and managing a valuable catalog that included songs by Shakira , the Red Hot Chili Peppers , Fleetwood Mac and Diana Ross . He ultimately sold his stake to private equity backer Blackstone” Billboard merinci riwayat akuisisi katalog dan penjualan saham Mercuriadis ke Blackstone. |
| Perusahaan gabungan diubah namanya menjadi Recognition Music dan diakuisisi oleh Sony pada Mei 2026. | Didukung | “The consolidated companies, renamed Recognition Music, were acquired by Sony this past May.” Billboard menyatakan Recognition Music dibeli Sony pada Mei lalu (Mei 2026). |
| Katalog Hipgnosis diklaim terjual 1,2 miliar dolar AS lebih tinggi dari nilai pembelian awalnya. | Didukung | ““When you then sell your catalog for $1.2 billion more than what you paid for it, that argument tends to go out the window,” added Mercuriadis.” Billboard mengutip pernyataan Mercuriadis terkait selisih harga jual katalog tersebut. |
Video AI terbaru
API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans