Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Pakar Bagikan Panduan Kerja Hibrida: Fokus pada Hasil dan Batasi Rapat

Para praktisi menyarankan kebebasan memilih hari kantor dan pembatasan rapat daring demi menjaga produktivitas tim kerja hibrida.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Kebebasan memilih hari kerja di kantor membantu menurunkan pergantian staf dan memperbaiki suasana tim.
  • Riset Gallup mengungkap karyawan yang memahami target kerja memiliki peluang kinerja tinggi 2,5 kali lipat.
  • Pengosongan jadwal rapat selama satu hari di rumah membantu pekerja menyelesaikan tugas utama tanpa gangguan.

Menata Ulang Jam Kerja Fleksibel

Sistem kerja hibrida kerap menimbulkan masalah bagi para pemilik usaha. Banyak manajer bingung mengukur produktivitas staf saat bekerja dari rumah.

Aturan wajib masuk kantor sering kali memicu penolakan. Karyawan merasa waktu mereka terbuang sia-sia di perjalanan macet.

Media Fast Company merangkum saran praktis dari sejumlah pakar manajemen. Aturan kerja yang efektif bertumpu pada kejelasan tugas, bukan sekadar absensi fisik.

Nick Anisimov menyarankan perusahaan membebaskan karyawan memilih hari kantor. Pemaksaan jadwal seragam pada hari tertentu dinilai tidak meningkatkan produktivitas tim.

Ada pekerja yang datang jam tujuh pagi untuk mencari ketenangan. Ada pula pekerja yang memilih bekerja empat hari di kantor.

"Langkah ini memberi kami tiga hal: pergantian karyawan lebih rendah, hasil lebih baik, dan suasana tim lebih ceria," kata Nick Anisimov, pendiri FirstHR.

Mengatur Rapat dan Alur Koordinasi

Konsultan karier Elizabeth Lenihan menyarankan sesi koordinasi setiap hari Senin. Pertemuan sepuluh menit ini membahas prioritas mingguan dan kendala kerja.

Rapat dapat digelar secara langsung atau lewat panggilan video. Manajer perlu mencatat kesepakatan tertulis singkat setelah percakapan selesai.

Lenihan merujuk pada temuan lembaga riset Gallup. Hanya 50 persen karyawan yang benar-benar memahami ekspektasi kerja mereka.

Karyawan yang paham tugas memiliki peluang berkinerja tinggi 2,5 kali lipat. Kejelasan tugas sejak awal pekan mencegah proyek terlambat selesai.

Masalah lain yang muncul adalah banjir rapat harian. Konsultan strategi Cassandra James mengusulkan pembagian hari kerja yang sangat tegas.

James meminta perusahaan mengosongkan jadwal rapat satu hari penuh di rumah. Rapat tatap muka sebaiknya ditumpuk dalam satu hari khusus di kantor.

Fleksibilitas kerja juga tidak boleh membebani rekan kerja lain. Pejabat Sumber Daya Manusia Palmer International, Julie Catalano, mengingatkan pentingnya waktu respons.

Petugas personalia harus tetap mudah dihubungi saat bekerja jarak jauh. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran kerja staf lapangan di pabrik.

Konsultan eksekutif Lisa Jeffs menyoroti jadwal dua hari di kantor. Karyawan akan kecewa jika datang ke kantor hanya untuk menatap layar komputer.

Hari di kantor harus diisi dengan diskusi pemecahan masalah bersama. Sesi bimbingan tatap muka juga membantu membangun rasa memiliki dalam tim.

Penulis buku bisnis Cherry Rose Tan memakai tiga jadwal koordinasi rutin. Timnya membagi tugas pada Senin, mengecek kemajuan pada Rabu, dan mengevaluasi hasil pada Jumat.

Sesi akhir pekan dipakai untuk merayakan keberhasilan dan membagikan pelajaran baru. Selain itu, setiap keputusan kerja penting wajib dituliskan dalam dua kalimat di kanal bersama.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Pemimpin bisnis harus mengubah cara menilai produktivitas tim. Kehadiran fisik di meja kantor bukan lagi jaminan pekerjaan selesai dengan baik.

Di Indonesia, koordinasi kerja jarak jauh sering terganggu oleh pesan yang menumpuk. Pelaku usaha dapat menerapkan rangkuman prioritas tertulis di awal pekan.

Berikan pula satu hari kerja tenang tanpa gangguan rapat daring. Cara sederhana ini menjaga fokus karyawan sekaligus menekan risiko keletihan kerja.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 11 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Fast Company: 11 hybrid work rules that actually make sense
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Nick Anisimov menyarankan membebaskan karyawan memilih sendiri hari kerja di kantor karena pemaksaan jadwal seragam tidak meningkatkan produktivitas atau moral.Didukung“Let employees decide for themselves which days they come to the office. Otherwise there’s no point in hybrid at all.”
Fast Company mengutip pernyataan pendiri FirstHR, Nick Anisimov.
Kebebasan memilih hari kerja di kantor membantu menurunkan pergantian staf, menghasilkan kinerja lebih baik, dan memperbaiki suasana tim.Didukung“It gave us all three at once: lower turnover, better results, and a better mood in the team.”
Fast Company mencatat hasil penerapan kebijakan fleksibel menurut Nick Anisimov.
Ada karyawan yang datang ke kantor jam tujuh pagi untuk ketenangan dan ada yang memilih bekerja empat hari di kantor.Didukung“I run into them there at 7 a.m., and often on Saturdays. Others hate working from home, and I see them in the office four days a week”
Fast Company memuat contoh variasi preferensi kerja dari tim Nick Anisimov.
Elizabeth Lenihan menyarankan sesi koordinasi singkat setiap hari Senin tatap muka atau video untuk membahas prioritas, definisi selesai, dan kendala.Didukung“My one rule is a short check-in every Monday between each team member and their manager, in person on office days and by video on remote days.”
Fast Company memaparkan panduan koordinasi mingguan dari Elizabeth Lenihan.
Percakapan 10 menit di hari Senin dan rekap tertulis singkat membantu menyelaraskan ekspektasi kerja.Didukung“A 10-minute conversation on Monday surfaces it. That’s the power of clarity.”
Fast Company memuat penjelasan Elizabeth Lenihan tentang efektivitas percakapan 10 menit.
Riset Gallup menyatakan hanya 50 persen karyawan yang sangat setuju mereka memahami ekspektasi kerja, tetapi yang memahaminya memiliki peluang 2,5 kali lipat lebih engaged dan berkinerja tinggi.Didukung“Gallup reports that only 50% of employees strongly agree they know what’s expected of them at work, yet those who do are 2.5 times as likely to be engaged and to perform at a higher level.”
Fast Company mengutip data riset Gallup yang disampaikan Elizabeth Lenihan.
Cassandra James mengusulkan perlindungan satu hari penuh tanpa rapat di rumah dan penumpukan rapat tim pada satu hari khusus di kantor.Didukung“One: Protect a full at-home day each week as a no-meeting zone—and defend it like revenue depends on it, because it does. Two: Dedicate one in-office day as team meeting day.”
Fast Company memuat aturan kerja dari Cassandra James.
Julie Catalano menekankan agar fleksibilitas tidak membebani rekan kerja, seperti staf HR yang sulit dihubungi staf pabrik terkait gaji.Didukung“Consider an HR employee who completes reports and policy updates remotely but is difficult to reach when a production employee has a payroll question.”
Fast Company memuat contoh kasus fleksibilitas kerja dari Julie Catalano.
Lisa Jeffs menyoroti kebijakan dua hari di kantor yang efektif bila diisi kegiatan kolaboratif seperti pemecahan masalah kreatif dan bimbingan, bukan sekadar menatap komputer.Didukung“One hybrid policy I’ve seen work really well for productivity and morale is two in-office days a week.”
Fast Company memuat pandangan Lisa Jeffs mengenai esensi hari kerja di kantor.
Cherry Rose Tan menerapkan tiga jadwal koordinasi: panggilan aksi Senin, pengecekan progres Rabu, dan panggilan strategi evaluasi/pembelajaran Jumat.Didukung“Mondays: Every direct report participates in an action call.”
Fast Company merinci struktur jadwal mingguan dari Cherry Rose Tan.
Keputusan yang memengaruhi pekerjaan orang lain wajib dicatat dalam dua hingga tiga kalimat di kanal bersama pada hari yang sama.Didukung“If a decision changes what someone else is working on, it goes in writing in a shared place the same day. Not a long memo. Two or three sentences: what we decided, why, and who it affects.”
Fast Company memuat aturan pencatatan keputusan kerja tertulis di kanal bersama.

Video AI terbaru

API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans OpenAI

Baca juga