Google Buka Android Studio untuk Claude dan Codex Buatan Pesaing
Pembaruan Android Studio kini mendukung puluhan asisten AI luar. Pengembang aplikasi bebas memilih alat bantu tanpa terkunci di satu vendor.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Android Studio Rabbit 2 kini mendukung lebih dari 40 asisten AI, termasuk Claude dan Codex.
- Fitur Bring Your Own Agent memakai standar terbuka bernama ACP agar AI mudah terhubung.
- Uji coba Google mencatat Claude Opus 5.5 memangkas waktu pelacakan eror dari 88 menit ke 46 menit.
Google mengizinkan teknologi kecerdasan buatan milik para pesaing masuk langsung ke software utama pembuat aplikasi Android miliknya. Langkah ini memberi kebebasan baru bagi para pembuat software bisnis.
Kabar tersebut dilaporkan oleh Digital Trends pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pengumuman ini disampaikan Google dalam acara tahunan Android Developer Summit.
Software resmi pembuat aplikasi ponsel Android, Android Studio, kini bisa dipasangkan dengan lebih dari 40 agen AI. Deretan asisten ini mencakup Claude buatan Anthropic, Codex milik OpenAI, hingga Antigravity buatan Google sendiri.
Program ini bernama Bring Your Own Agent atau BYOA. Fitur ini dirilis dalam versi stabil bernama Android Studio Rabbit 2, sehingga pengguna sudah bisa langsung memakainya hari ini.
Cara Asisten AI Bekerja di Android Studio
Sistem baru ini memakai standar terbuka bernama Agent Client Protocol atau ACP. Protokol ini bekerja mirip colokan universal agar alat AI luar bisa langsung terhubung ke program tanpa jembatan khusus.
Setiap asisten digital mendapat akses menyeluruh ke proyek software. AI bisa membaca susunan kode, proses perakitan aplikasi, hingga Emulator atau ponsel virtual di layar komputer.
AI juga bisa membaca Logcat, yaitu catatan langsung tentang aktivitas aplikasi. Berkat akses ini, sistem dapat menguji hasil kerjanya sendiri di ponsel virtual dan tidak hanya menebak kode yang tampak benar.
Pengembang cukup membuka menu pengaturan untuk mencari agen di pasar digital. Mereka bahkan bisa memasang beberapa jenis AI sekaligus sesuai kebutuhan tim.
Google juga menambahkan fitur Change Review untuk memeriksa rombakan kode dari AI. Fitur ini memandu pengembang membaca perubahan panjang agar mereka tidak perlu memeriksanya secara manual baris demi baris.
Uji Coba Pangkas Waktu Perbaikan Eror
Beban kerja terberat pembuatan aplikasi adalah mencari kutu digital atau eror tersembunyi. Eror jenis kebocoran memori sering membuat aplikasi lambat lalu mendadak mati sendiri.
Google kini merilis plugin resmi Claude Code dan Codex untuk Android CLI. Alat baris perintah ini biasa dipakai teknisi untuk merakit dan menguji software secara otomatis.
Dalam pengujian Google, model Claude Opus 5.5 ditugaskan melacak kebocoran memori pada 45 jalur aktivitas pengguna. Pengujian tersebut merupakan satu kali uji coba pada masing-masing pengaturan sistem.
Hasilnya, Claude Opus 5.5 dengan bantuan plugin CLI selesai dalam 46 menit. Tanpa bantuan plugin tersebut, proses yang sama memakan waktu hingga 88 menit.
Google mengklaim penghematan waktu itu terjadi karena analisis memori berjalan di komputer pengembang, bukan di dalam ponsel virtual. Meski begitu, teknisi manusia tetap harus turun tangan memperbaiki masalah yang ditemukan AI.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Langkah Google ini memberi kabar baik bagi anggaran teknologi perusahaan Anda. Tim pengembang di kantor tidak lagi dipaksa memakai satu merek AI tertentu buatan Google.
Perusahaan Anda bisa terus memanfaatkan langganan AI yang sudah dibeli sebelumnya, seperti Claude atau produk OpenAI. Hal ini mencegah pemborosan biaya langganan ganda untuk staf teknologi informasi.
Waktu perbaikan aplikasi pelanggan juga berpotensi menjadi jauh lebih cepat. Penurunan waktu perbaikan dari 88 menit ke 46 menit menunjukkan beban kerja tim teknis berkurang hampir separuhnya.
Namun para pimpinan perusahaan tetap perlu waspada terhadap mutu akhir software. Asisten pintar ini hanya bertugas menemukan kelemahan kode, sementara keputusan perbaikan tetap ada di tangan tenaga ahli manusia.
- Digital Trends: Google is letting Claude and Codex into Android Studio, and that changes everything
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Android Studio kini mendukung lebih dari 40 asisten AI, termasuk Claude buatan Anthropic dan Codex milik OpenAI. | Didukung | “Google said Android Studio, its official app-building software, now works with more than 40 AI coding agents. These include the popular ones like Anthropic’s Claude, OpenAI’s Codex” Digital Trends menyebutkan Google mengumumkan Android Studio kini mendukung lebih dari 40 agen AI termasuk Claude dan Codex. |
| Fitur Bring Your Own Agent (BYOA) tersedia di Android Studio Rabbit 2 versi stabil dan sudah bisa diunduh. | Didukung | “The feature is called “Bring Your Own Agent” (or BYOA), and it’s available in Android Studio Rabbit 2. Google calls that release stable, meaning it’s a finished version rather than an early test build” Digital Trends melaporkan fitur BYOA hadir di versi stabil Android Studio Rabbit 2. |
| Koneksi agen AI ke Android Studio menggunakan standar terbuka bernama Agent Client Protocol (ACP). | Didukung | “Agents plug in through the Agent Client Protocol, or ACP, an open standard for connecting AI tools to code editors.” Digital Trends mengonfirmasi penggunaan protokol ACP sebagai standar terbuka penghubung agen AI. |
| Agen AI memiliki akses ke struktur proyek, proses build, Emulator (ponsel virtual), serta Logcat untuk menguji kodenya secara mandiri. | Didukung | “Android Studio gives each agent access to everything, from project structure and builds to the Emulator (think of it as a virtual phone). With that view, it can run the app on the Emulator and read Logcat” Digital Trends merinci akses luas agen AI di Android Studio mencakup Emulator dan pembacaan Logcat. |
| Pengembang dapat membuka Settings > Tools > AI > Agents untuk mencari dan memasang beberapa agen sekaligus. | Didukung | “Developers open Settings > Tools > AI > Agents, browse the marketplace, and can install several.” Digital Trends menjelaskan alur instalasi agen AI melalui menu pengaturan. |
| Fitur Change Review memandu pengembang meninjau perubahan kode panjang yang dihasilkan oleh agen AI. | Didukung | “Change Review, a new AI-assisted reviewer that scans changes, including an agent’s, and can walk you through longer ones so that you don’t have to do it manually.” Digital Trends mencatat penambahan fitur Change Review untuk membantu review kode. |
| Google menyediakan plugin resmi Claude Code dan Codex untuk Android CLI. | Didukung | “Google’s Android CLI (a command-line toolkit for building and testing apps) now gets official Claude Code and Codex plugins.” Digital Trends melaporkan ketersediaan plugin Claude Code dan Codex untuk Android CLI. |
| Dalam uji coba satu kali per setup oleh Google pada 45 alur pengguna, Claude Opus 5.5 memangkas waktu pencarian kebocoran memori dari 88 menit menjadi 46 menit. | Didukung | “In Google’s test, Claude Opus 5.5 hunted memory leaks (apps hoarding memory until they slow down or crash) across 45 user journeys, meaning tasks a person performs in an app. With the CLI, it finished in 46 minutes, versus 88 without it” Digital Trends mengutip hasil uji coba internal Google terkait efisiensi Claude Opus 5.5 dengan Android CLI. |
| Google menyebut penghematan waktu itu terjadi karena analisis memori dilakukan di komputer pengembang, bukan di ponsel, namun pengembang tetap harus menindaklanjuti temuan tersebut. | Didukung | “which Google credits to analyzing memory snapshots on the computer, not the phone... But there’s a catch: developers still have to act on what these tools uncover.” Digital Trends menjelaskan atribusi klaim Google terkait lokasi analisis memori serta keterbatasan peran AI. |
Video AI terbaru
API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans