Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Peminat Jurusan Ilmu Komputer di AS Anjlok Akibat Otomatisasi AI

Pendaftaran kuliah ilmu komputer di AS merosot tajam seiring hilangnya posisi koding tingkat pemula akibat efisiensi kecerdasan buatan.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Pendaftaran sarjana ilmu komputer di kampus AS anjlok lebih dari 12 persen akibat efisiensi teknologi AI.
  • Raksasa teknologi mulai menghapus posisi koding pemula sehingga lulusan baru kesulitan mencari kerja.
  • Kebijakan imigrasi ketat era Donald Trump turut memangkas kedatangan mahasiswa asing hingga 17 persen.

Minat kuliah ilmu komputer di Amerika Serikat merosot tajam. Banyak calon mahasiswa mulai menghindari jurusan ini. Mereka khawatir lulusan teknologi informasi makin sulit mendapat pekerjaan.

Kekhawatiran ini muncul seiring pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Berbagai tugas koding dasar kini selesai secara otomatis. Perusahaan tidak lagi membutuhkan banyak staf pemula.

Laporan CNBC Indonesia merangkum perubahan drastis ini. Lembaga riset pendidikan National Student Clearinghouse mencatat penurunan pendaftaran mahasiswa baru. Minat kuliah bidang teknologi informasi kian menyusut.

Penurunan Drastis Jumlah Mahasiswa

Pendaftaran sarjana ilmu komputer anjlok lebih dari 12 persen musim gugur ini. Jenjang magister dan doktor juga mengalami penurunan serupa. Pendaftar pascasarjana turun menembus angka 10 persen.

Tren kemunduran ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Sepanjang periode tersebut, program sarjana kehilangan 18,4 persen mahasiswa. Minat belajar koding terus menurun tiap semester.

Kondisi pada tingkat pascasarjana tercatat jauh lebih buruk. Jumlah mahasiswanya amblas hingga 27,1 persen. Padahal, jurusan ini sebelumnya menjadi salah satu program paling diminati.

"Ini adalah penurunan yang sangat luar biasa untuk sebuah bidang yang belum lama ini tercatat sebagai salah satu jurusan dengan pertumbuhan tercepat di pendidikan tinggi," kata Matthew Holsapple, Direktur Penelitian Senior National Student Clearinghouse.

AI Memangkas Pekerjaan Pemula

Penurunan minat mahasiswa sejalan dengan perubahan strategi raksasa teknologi. Banyak perusahaan teknologi kini memprioritaskan efisiensi anggaran. Mereka mulai menghapus posisi pemrogram komputer tingkat pemula.

Lulusan baru ilmu komputer kini kesulitan mencari pekerjaan perdana. Banyak sarjana muda akhirnya menganggur setelah lulus kuliah. Pasar kerja teknologi kini menuntut keahlian yang jauh lebih matang.

Temuan ini didukung laporan resmi pemerintah Amerika Serikat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis laporan ketenagakerjaan pada Agustus lalu. Lembaga itu memetakan sektor paling rentan terkena otomatisasi AI.

Bidang komputer dan matematika dinyatakan paling terdampak oleh teknologi AI. Tugas koding dasar kini dialihkan ke sistem cerdas. Dampaknya langsung memukul pencari kerja baru tanpa pengalaman.

Kebijakan politik juga turut memperparah krisis pendaftaran kampus. Presiden Donald Trump memperketat kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Aturan ketat ini menekan kedatangan mahasiswa dari luar negeri.

Lembaga konsultan JB International dan NAFSA mencatat data penurunan itu. Jumlah mahasiswa asing baru sempat merosot 17 persen pada 2025. Aplikasi pendaftaran luar negeri tahun ini juga susut 10 persen.

Angka tersebut menjadi penurunan terbesar dalam satu dekade terakhir. Secara umum, pendaftaran universitas di AS hanya tumbuh tipis 0,6 persen. Kondisi ini menekan pendapatan banyak perguruan tinggi ternama.

Namun, perguruan tinggi komunitas non-gelar justru mencatat kenaikan 1,2 persen. Kampus dua tahunan ini menjadi pilihan alternatif karena biaya kuliah terjangkau. Mahasiswa kini mencari jalur pendidikan yang lebih hemat.

"Para mahasiswa mulai mencari alternatif jalur pendidikan di luar skema tradisional. Faktor keterjangkauan biaya (affordability) menjadi salah satu pertimbangan utamanya," kata Matthew Holsapple, Direktur Penelitian Senior National Student Clearinghouse.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Pergeseran tren ini memberi sinyal penting bagi para pimpinan bisnis. Kemampuan AI membuat kebutuhan staf koding pemula berkurang drastis. Perusahaan kini bisa menghemat biaya rekrutmen staf teknologi dasar.

Namun, efisiensi ini juga mendatangkan risiko jangka panjang bagi bisnis. Kelangkaan pekerja pemula bisa memicu krisis tenaga ahli senior kelak. Perusahaan perlu memikirkan cara membina keahlian talenta dari dalam.

Pelaku usaha di Indonesia sebaiknya tidak hanya mencari lulusan koding. Karyawan kini perlu dibekali keahlian mengendalikan dan memvalidasi hasil AI. Keahlian mengarahkan kecerdasan buatan jauh lebih bernilai bagi bisnis.

Pemilik bisnis harus menata ulang alur kerja divisi teknologi mereka. Investasi alat AI perlu dibarengi pelatihan logika bisnis bagi karyawan. Langkah ini akan menjaga daya saing perusahaan di era baru.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. CNBC Indonesia: Jurusan Kuliah Ilmu Komputer Ditinggalkan, Banyak Lulusan Nganggur
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Pendaftaran sarjana ilmu komputer di universitas AS anjlok lebih dari 12 persen pada semester musim gugur.Didukung“angka pendaftaran mahasiswa baru tingkat sarjana (S1) ilmu komputer di universitas-universitas AS anjlok hingga lebih dari 12%.”
CNBC Indonesia
Pendaftaran mahasiswa pascasarjana ilmu komputer di AS turun lebih dari 10 persen.Didukung“Sementara pada jenjang pascasarjana (S2/S3), penurunannya menembus lebih dari 10%.”
CNBC Indonesia
Dalam rentang dua tahun, program S1 ilmu komputer kehilangan 18,4 persen mahasiswanya dan pascasarjana ambles 27,1 persen.Didukung“Hanya dalam rentang dua tahun, program S1 ilmu komputer telah kehilangan 18,4% mahasiswanya, sedangkan program pascasarjana ambles hingga 27,1%.”
CNBC Indonesia
Matthew Holsapple menyatakan penurunan ini sangat luar biasa untuk bidang yang sebelumnya tumbuh tercepat di pendidikan tinggi.Didukung“Ini adalah penurunan yang sangat luar biasa untuk sebuah bidang yang belum lama ini tercatat sebagai salah satu jurusan dengan pertumbuhan tercepat di pendidikan tinggi”
CNBC Indonesia
Efisiensi AI menyebabkan raksasa teknologi melenyapkan posisi koding tingkat pemula sehingga lulusan baru sulit bersaing dan banyak yang menganggur.Didukung“Efisiensi berbasis AI membuat banyak raksasa teknologi melenyapkan posisi koding tingkat pemula (entry-level). Lulusan anyar ilmu komputer kini makin sulit bersaing mendapatkan pekerjaan pertamanya.”
CNBC Indonesia
Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengonfirmasi sektor komputer dan matematika paling terdampak oleh otomatisasi AI.Didukung“Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) pada Agustus lalu mengonfirmasi bahwa sektor lapangan kerja di bidang komputer dan matematika menjadi area yang paling terdampak”
CNBC Indonesia
Kebijakan imigrasi yang diperketat Presiden Donald Trump memperparah penurunan pendaftaran mahasiswa internasional.Didukung“kebijakan imigrasi yang diperketat oleh Presiden Donald Trump turut memperparah tekanan terhadap angka pendaftaran mahasiswa internasional.”
CNBC Indonesia
Jumlah mahasiswa asing baru di AS merosot 17 persen pada 2025 dan aplikasi kampus dari luar negeri susut 10 persen.Didukung“jumlah mahasiswa asing baru di AS sempat merosot 17% pada 2025. Tren ini diproyeksikan berlanjut mengingat jumlah aplikasi kampus dari luar negeri tahun ini susut 10%”
CNBC Indonesia
Pendaftaran universitas di AS secara umum tumbuh 0,6 persen, sementara perguruan tinggi komunitas naik 1,2 persen.Didukung“pendaftaran universitas secara umum yang hanya tumbuh tipis 0,6%, perguruan tinggi komunitas (community college) justru menjadi satu-satunya titik cerah (bright spot). Kampus non-gelar ini mencatatkan”
CNBC Indonesia
Mahasiswa mencari alternatif jalur pendidikan di luar skema tradisional dengan keterjangkauan biaya sebagai pertimbangan utama.Didukung“Para mahasiswa mulai mencari alternatif jalur pendidikan di luar skema tradisional. Faktor keterjangkauan biaya (affordability) menjadi salah satu pertimbangan utamanya”
CNBC Indonesia

Video AI terbaru

ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work OpenAI

Baca juga