Saham Alphabet Anjlok Akibat Mesin Pencari AI Belum Hasilkan Cuan
Saham Alphabet anjlok hampir 10 persen. Biaya infrastruktur AI membengkak sementara pemasukan iklan pencarian pintar masih rendah.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Saham Alphabet anjlok hampir 10 persen setelah laba bersih kuartal ketiga 2026 turun tajam.
- Pendapatan iklan AI Mode masih rendah meski volume pencarian Google mencapai rekor tertinggi.
- Alphabet membakar belanja modal 51,4 miliar dolar AS demi server dan pusat data kecerdasan buatan.
Saham Alphabet anjlok hampir 10 persen pada perdagangan Rabu (28/10). Investor cemas melihat fitur pencarian cerdas Google belum menghasilkan laba sepadan.
Kabar tersebut terungkap dalam laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2026. Laporan ini dilansir oleh CNBC Indonesia pada Kamis (29/10/2026).
Google mengandalkan AI Mode untuk menjawab pertanyaan pengguna. Sistem pencarian ini memanfaatkan model bahasa besar milik raksasa teknologi tersebut.
Fitur baru ini memicu lonjakan pencarian tertinggi dalam lima tahun. Namun, monetisasi pada sistem cerdas ini ternyata masih sangat rendah.
Biaya Server Membengkak Drastis
Pendapatan dari lini pencarian Google tercatat naik 12 persen menjadi 63,25 miliar dolar AS. Angka ini melambat dibanding kuartal sama tahun lalu yang naik 14,5 persen.
Chief Business Officer Alphabet, Philipp Schindler, membeberkan alasan perlambatan tersebut. Menurut Schindler, mayoritas kueri pada AI Mode masih berada pada tahap awal pencarian informasi komersial.
Google kini mulai memasang iklan di samping hasil rangkuman AI secara global. Sebelumnya, format iklan baru ini hanya diuji coba di pasar Amerika Serikat.
Mesin pencari konvensional masih menjadi penopang utama bisnis. Lini ini menyumbang hampir separuh dari total pendapatan Alphabet yang mencapai 125,8 miliar dolar AS.
Di sisi lain, pengeluaran Alphabet membengkak tanpa henti. Belanja modal perusahaan menembus 51,4 miliar dolar AS hanya dalam tiga bulan.
Sekitar dua pertiga dana habis untuk membeli server dan perangkat jaringan. Sisa anggaran terpakai untuk mendirikan gedung pusat data komputasi.
Laba Merosot dan Server Penuh
Pembengkakan belanja modal langsung memukul profitabilitas perusahaan. Laba bersih Alphabet pada periode ini merosot menjadi 26,17 miliar dolar AS.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kuartal sama tahun lalu. Saat itu Alphabet meraup laba bersih 35 miliar dolar AS dari total pendapatan 102,35 miliar dolar AS.
Tekanan berat juga menimpa lini Google Cloud yang membukukan pendapatan 24,75 miliar dolar AS. Sektor komputasi awan ini terbentur masalah keterbatasan kapasitas server.
Google terpaksa memindahkan sebagian beban komputasi ke vendor pihak ketiga. Langkah darurat ini diproyeksikan mengikis margin keuntungan bisnis cloud pada masa depan.
Namun, CEO Google Cloud Thomas Kurian mengklaim chip TPU buatan mereka diminati pasar. Lebih dari 100 korporasi telah mengontrak penuh pasokan chip khusus AI tersebut.
CEO Alphabet Sundar Pichai juga menyebut aplikasi Gemini telah menembus 1 miliar pengguna. Alphabet tetap menargetkan belanja modal tahun ini di kisaran 195 miliar hingga 205 miliar dolar AS.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Kondisi Google membuktikan bahwa penerapan kecerdasan buatan butuh biaya server sangat mahal. Pelaku usaha sebaiknya berhati-hati sebelum menanam modal besar pada sistem komputasi serupa.
Kenaikan lalu lintas pengguna tidak otomatis mendatangkan aliran laba instan. Setiap pimpinan perusahaan perlu menghitung rasio pengembalian modal sebelum mengganti sistem lama.
Perubahan cara kerja mesin pencari juga menuntut penyesuaian strategi pemasaran digital. Pemilik bisnis harus memantau efektivitas iklan agar anggaran promosi tidak terbuang sia-sia.
- CNBC Indonesia: Google Kena Batunya, Ternyata AI Tak Bikin Perusahaan Cuan
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Harga saham Alphabet anjlok hampir 10 persen pada perdagangan Rabu (28/10). | Didukung | “Harga saham induk usaha Google, Alphabet, anjlok hampir 10% pada perdagangan Rabu (28/10) waktu setempat.” CNBC Indonesia menyatakan harga saham Alphabet anjlok hampir 10% pada perdagangan Rabu (28/10). |
| Volume pencarian Google mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir berkat adopsi AI Mode. | Didukung | “Alphabet mencatatkan lonjakan volume pencarian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi fitur 'AI Mode'” CNBC Indonesia melaporkan lonjakan volume pencarian tertinggi dalam 5 tahun terakhir didorong oleh fitur AI Mode. |
| Pendapatan lini pencarian Google naik 12 persen menjadi 63,25 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2026, melambat dibanding kenaikan 14,5 persen pada periode sama tahun lalu. | Didukung | “pendapatan Google dari lini bisnis pencarian naik 12% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$63,25 miliar. Namun, pertumbuhan ini melambat dibanding Q3 2026 tahun lalu yang mencatatkan kenaikan 14,5%.” CNBC Indonesia mencantumkan angka pertumbuhan pendapatan pencarian 12% menjadi US$63,25 miliar serta perlambatan dari 14,5%. |
| Philipp Schindler menyatakan mayoritas kueri di AI Mode berada di tahap awal (upper funnel queries) untuk niat komersial. | Didukung | “"Banyak dari pencarian di AI Mode merupakan upper funnel queries, yang memungkinkan kami menangkap niat komersial bernilai tinggi.” CNBC Indonesia mengutip penjelasan CBO Alphabet Philipp Schindler mengenai kueri AI Mode. |
| Google mengaktifkan fitur iklan di samping hasil pencarian AI Mode secara global setelah sebelumnya diuji coba di pasar AS. | Didukung | “Google resmi mengaktifkan fitur iklan di samping hasil pencarian AI Mode secara global, setelah sebelumnya hanya diuji coba di pasar AS.” CNBC Indonesia menuliskan pengaktifan iklan AI Mode secara global setelah uji coba di AS. |
| Mesin pencari konvensional menyumbang nyaris separuh dari total pendapatan kuartalan Alphabet sebesar 125,8 miliar dolar AS. | Didukung | “mesin pencari konvensional masih menjadi tulang punggung dengan menyumbang nyaris separuh dari total pendapatan kuartalan Alphabet yang mencapai US$125,8 miliar.” CNBC Indonesia menyebut mesin pencari konvensional menyumbang hampir separuh dari pendapatan US$125,8 miliar. |
| Alphabet menghabiskan belanja modal 51,4 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2026, dengan dua pertiga untuk server dan perangkat jaringan serta sisanya untuk pusat data. | Didukung | “Alphabet telah membakar dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$51,4 miliar. Dua pertiga dari dana tersebut dialokasikan untuk pembelian server dan perangkat jaringan” CNBC Indonesia memaparkan rincian belanja modal Alphabet Q3 2026 sebesar US$51,4 miliar. |
| Laba bersih Alphabet pada kuartal ketiga 2026 merosot menjadi 26,17 miliar dolar AS dari 35 miliar dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya. | Didukung | “Laba bersih Alphabet pada Q3 2026 tercatat merosot menjadi US$26,17 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Alphabet mampu mengantongi laba bersih US$35 miliar” CNBC Indonesia merinci laba bersih Q3 2026 sebesar US$26,17 miliar dibanding US$35 miliar tahun sebelumnya. |
| Google Cloud membukukan pendapatan 24,75 miliar dolar AS namun mengalami masalah keterbatasan kapasitas hingga mengalihkan sebagian beban kerja ke pihak ketiga. | Didukung | “lini bisnis Google Cloud membukukan pendapatan US$24,75 miliar. Meski menjadi kontributor terbesar kedua, sektor cloud kini dibelit masalah keterbatasan kapasitas (capacity bottleneck)” CNBC Indonesia menyebut pendapatan cloud US$24,75 miliar dan masalah capacity bottleneck yang membuat pengalihan workload ke pihak ketiga. |
| CEO Google Cloud Thomas Kurian mengklaim lebih dari 100 perusahaan telah mengadopsi chip TPU dan seluruh pasokannya telah terikat kontrak penuh. | Didukung | “CEO Google Cloud, Thomas Kurian, mengklaim bahwa lebih dari 100 perusahaan telah mengadopsi chip TPU (Tensor Processing Unit) rancangan Google. Ia memastikan seluruh pasokan TPU sudah terikat kontrak penuh” CNBC Indonesia mengutip klaim Thomas Kurian mengenai adopsi dan kontrak chip TPU. |
| CEO Alphabet Sundar Pichai menyebut aplikasi Gemini telah menembus 1 miliar pengguna dan Alphabet mempertahankan target belanja modal 195 miliar hingga 205 miliar dolar AS tahun ini. | Didukung | “Ia menyoroti aplikasi Gemini yang telah menembus 1 miliar pengguna, rekor pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.” CNBC Indonesia melaporkan pencapaian Gemini 1 miliar pengguna dan target capex US$195 miliar hingga US$205 miliar. |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work


