Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Rencana Belanja AI Tembus 740 Miliar Dolar AS Bikin Investor Cemas

Raksasa teknologi berencana belanja infrastruktur AI lebih dari 740 miliar dolar AS tahun ini. Arus kas mulai anjlok dan pasar saham tertekan.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Empat raksasa teknologi berencana belanja infrastruktur AI lebih dari 740 miliar dolar AS tahun ini.
  • Alphabet, Amazon, dan Meta mencatat arus kas bebas negatif akibat besarnya biaya pusat data.
  • Pasar saham bereaksi negatif dan menekan harga saham produsen cip seperti Nvidia dan Qualcomm.

Perusahaan teknologi raksasa menyiapkan dana jumbo untuk kecerdasan buatan. Namun, pasar saham kini justru menyambutnya dengan rasa waswas. Laporan keuangan terbaru memicu kekhawatiran soal biaya operasional yang membengkak.

Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft mengumumkan rencana belanja modal besar. Total anggarannya menembus 740 miliar dolar AS tahun ini. Dana itu disiapkan untuk membangun pusat data dan membeli cip AI.

Media TechCrunch melaporkan kecemasan meluas ke pasar modal pada hari Jumat. Indeks saham Nasdaq turun 2,9 persen. Saham pembuat cip kecerdasan buatan juga ikut rontok cukup tajam.

Harga saham Nvidia turun 4 persen dan Broadcom turun lebih dari 5 persen. Sementara itu, saham Qualcomm anjlok 11 persen. Saham Alphabet juga merosot setelah anjlok 12 persen sehari sebelumnya.

Beban Berat Arus Kas Raksasa Teknologi

Investor mulai mengkhawatirkan arus kas bebas yang bernilai negatif. Arus kas negatif berarti pengeluaran kas lebih besar daripada uang masuk. Utang perusahaan juga tercatat makin menumpuk demi mengejar proyek AI.

Alphabet menjadi contoh nyata dari pembengkakan biaya ini. Induk Google itu mencatat arus kas bebas negatif 9,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga. Ini merupakan kuartal kedua berturut-turut kas mereka tekor.

Belanja modal Alphabet mencapai 51,4 miliar dolar AS dalam tiga bulan. Perusahaan memperkirakan belanja tahun ini bisa mencapai 205 miliar dolar AS. Angka pengeluaran itu diperkirakan masih akan naik pada 2027.

Layanan AI Mode milik Google kini mulai menekan bisnis iklan pencarian. Bisnis iklan itu menyumbang separuh pendapatan Alphabet. Namun, pertumbuhan iklan mesin pencari melambat ke angka 12 persen.

Kondisi serupa dialami oleh peritel daring Amazon. Perusahaan mencatat arus kas bebas negatif 42,4 miliar dolar AS selama 12 bulan terakhir. Padahal, setahun sebelumnya mereka masih surplus 14,8 miliar dolar AS.

Amazon memperkirakan belanja modal tahun ini mencapai 220 miliar dolar AS. Bisnis komputasi awan AWS memang tumbuh 39 persen. Namun, harga saham Amazon tetap anjlok 7 persen usai laporan laba dirilis.

Ketergantungan Utang dan Nasib IPO Startup

Meta juga mengalami arus kas bebas negatif 2,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga. Pengeluaran modal Meta mengalahkan kas dari kegiatan operasional. Perusahaan memproyeksikan belanja modal tahun ini mencapai 145 miliar dolar AS.

"Sangat boros komputasi untuk menjalankannya," kata Mark Zuckerberg, CEO Meta mengenai agen cerdas Muse.

Microsoft menjadi satu-satunya raksasa yang masih mencatat arus kas positif. Arus kas bebas mereka tercatat 18,6 miliar dolar AS. Belanja modal mereka tertahan di angka 45,2 miliar dolar AS.

Microsoft menjelaskan angka itu lebih rendah akibat kendala kapasitas dari mitra penyedia. Kabar penundaan kapasitas itu langsung menekan harga saham penyedia komputasi sewaan.

Data S&P Global Market Intelligence mencatat lonjakan utang korporasi. Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta, dan Oracle menerbitkan utang 326 miliar dolar AS sepanjang 2026. Angka utang ini naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu.

Situasi ini memperkeruh rencana penawaran saham perdana perusahaan AI Anthropic. Media Financial Times melaporkan peringatan Blackstone kepada para investor. Anthropic dinilai terancam tidak mendapat peringkat utang layak investasi usai melantai di bursa.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Pelaku usaha perlu memperhatikan pergeseran sikap pemodal terhadap teknologi AI. Modal besar tidak lagi otomatis dianggap sebagai sinyal pertumbuhan yang sehat. Tekanan laba kini mulai menghantui para pengembang platform besar.

Bagi pimpinan bisnis di Indonesia, situasi ini menjadi pengingat penting. Penerapan alat AI di internal perusahaan harus memiliki perhitungan imbal hasil yang jelas. Hindari latah menggelontorkan anggaran tanpa peta penghematan biaya yang nyata.

Pembengkakan biaya di tingkat penyedia infrastruktur juga membawa risiko kenaikan tarif. Biaya langganan sistem cerdas atau platform awan bisa saja disesuaikan di masa depan. Perusahaan pengguna harus cermat memantau pengeluaran digital mereka.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 13 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. TechCrunch: Cracks are emerging in the AI spending boom
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft berencana membelanjakan lebih dari 740 miliar dolar AS untuk belanja modal tahun ini, terutama infrastruktur AI termasuk pusat data dan cip.Didukung“Alphabet, Amazon, Meta, and Microsoft have outlined plans to spend more than $740 billion on capital expenditures this year, which Wall Street is reading as AI infrastructure spending”
TechCrunch melaporkan rencana capex keempat raksasa teknologi tersebut yang ditafsirkan Wall Street sebagai pengeluaran infrastruktur AI.
Indeks Nasdaq turun 2,9 persen pada hari Jumat, saham Nvidia turun 4 persen, Broadcom turun lebih dari 5 persen, dan Qualcomm anjlok 11 persen.Didukung“The Nasdaq fell 2.9%, and chip stocks took a drubbing, too: Nvidia dropped 4%, Broadcom more than 5%, and Qualcomm 11%.”
TechCrunch merinci penurunan indeks Nasdaq serta saham-saham produsen cip tersebut.
Saham Alphabet turun lagi pada hari Jumat setelah anjlok 12 persen pada hari Kamis.Didukung“Alphabet, which plummeted 12% on Thursday, its worst day on record, wiping out $500 billion in market value, fell again.”
TechCrunch melaporkan pergerakan saham Alphabet pada hari Kamis dan Jumat.
Alphabet mencatat arus kas bebas negatif sebesar 9,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga, menandai kuartal kedua berturut-turut di zona merah, dengan belanja modal kuartalan 51,4 miliar dolar AS.Didukung“Google’s parent company reported negative free cash flow of $9.1 billion in the third quarter, its second consecutive quarter in the red, even as quarterly capex grew to $51.4 billion.”
TechCrunch mengutip laporan keuangan Alphabet kuartal ketiga.
Alphabet memproyeksikan belanja modal hingga 205 miliar dolar AS tahun ini dan memperkirakan belanja terus naik pada 2027.Didukung“Alphabet expects to spend up to $205 billion this year, and expects that spending to keep rising in 2027.”
TechCrunch melaporkan panduan belanja modal Alphabet tahun ini dan 2027.
Pertumbuhan bisnis iklan Google Search melambat ke 12 persen, laju terlambat dalam lima kuartal, sementara bisnis iklan menyumbang sekitar separuh pendapatan.Didukung“Google’s Search advertising business, which makes up roughly half of its revenue, saw growth slow to 12%, its weakest pace in five quarters.”
TechCrunch menguraikan perlambatan pertumbuhan bisnis pencarian Google di tengah kehadiran AI Mode.
Amazon mencatat arus kas bebas negatif 42,4 miliar dolar AS selama 12 bulan terakhir dibandingkan arus kas positif 14,8 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya, dan memproyeksikan capex 220 miliar dolar AS tahun ini.Didukung“Amazon is in a similar boat after reporting negative free cash flow of $42.4 billion over the past 12 months, compared with $14.8 billion in positive free cash flow the year before.”
TechCrunch mengutip angka arus kas bebas dan proyeksi capex Amazon.
Pendapatan divisi cloud AWS tumbuh 39 persen, tetapi saham Amazon turun 7 persen setelah merilis laporan keuangan pada hari Kamis.Didukung“Even though revenue at its cloud business, AWS, grew 39%, Amazon’s stock tumbled 7% after it reported earnings Thursday.”
TechCrunch mencatat pertumbuhan AWS dan penurunan saham Amazon pascarilis laba.
Meta membukukan arus kas bebas negatif 2,1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga dan memproyeksikan belanja modal hingga 145 miliar dolar AS tahun ini.Didukung“Meta is also burning cash, reporting negative free cash flow of $2.1 billion in the third quarter as capex outpaced its operating cash. It’s guiding to as much as $145 billion in capex this year.”
TechCrunch memaparkan kinerja kas bebas dan panduan belanja modal Meta.
CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan bahwa Muse sangat boros komputasi untuk dijalankan.Didukung“Muse, its new free personal AI agent, is a bit of a money pit (it’s “very compute-intensive to run,” CEO Mark Zuckerberg has said).”
TechCrunch mengutip pernyataan Mark Zuckerberg mengenai operasional agen AI Muse.
Microsoft mencatat arus kas bebas positif 18,6 miliar dolar AS dengan capex 45,2 miliar dolar AS, lebih rendah dari proyeksi 50 miliar dolar AS karena kendala kapasitas penyedia pihak ketiga.Didukung“it recorded $18.6 billion in positive free cash flow in its latest quarter, with spending on capex at $45.2 billion, less than the $50 billion it projected.”
TechCrunch mencatat posisi kas Microsoft serta penjelasannya terkait kendala kapasitas pihak ketiga.
Menurut S&P Global Market Intelligence, Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta, dan Oracle menghimpun total utang 326 miliar dolar AS pada 2026, tiga kali lipat dibanding tahun lalu.Didukung“Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta, and Oracle raised a combined $326 billion in debt in 2026, triple the amount raised last year.”
TechCrunch menyajikan data S&P Global Market Intelligence terkait penerbitan utang kelima perusahaan tersebut.
Anthropic mendaftar untuk IPO dan Blackstone memperingatkan investor bahwa perusahaan tersebut mungkin tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan peringkat investment-grade setelah IPO.Didukung“Financial Times reported Friday that Blackstone has warned investors the company might not qualify for an investment-grade rating after its IPO”
TechCrunch mengutip pemberitaan Financial Times mengenai peringatan Blackstone kepada calon investor IPO Anthropic.

Video AI terbaru

NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe NVIDIA

Baca juga