Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Pendapatan AI Rendah, Nilai Pasar Google Anjlok 500 Miliar Dolar AS

Saham Alphabet merosot 11 persen akibat fitur AI Mode menghasilkan pendapatan iklan lebih sedikit dibanding mesin pencari tradisional.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Nilai pasar Alphabet susut lebih dari 500 miliar dolar AS usai laporan keuangan kuartal ketiga dirilis.
  • Fitur AI Mode menghasilkan pemasukan iklan lebih rendah dibanding sistem pencarian tautan tradisional.
  • Pengeluaran modal Google melonjak dua kali lipat menjadi 51,4 miliar dolar AS demi mendanai kecerdasan buatan.

Saham Alphabet anjlok lebih dari 11 persen pada Rabu lalu. Nilai pasar induk Google ini susut lebih dari 500 miliar dolar AS.

Penurunan tajam ini terjadi usai Google mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga. Fitur pencarian AI ternyata menghasilkan uang lebih sedikit dibanding sistem iklan lama.

Menurut laporan media Futurism, Google kini merasakan dampak peralihan teknologinya sendiri. Padahal, jumlah pencarian yang masuk ke Google saat ini mencatat rekor tertinggi.

Google membukukan total pendapatan kuartalan sebesar 127,6 miliar dolar AS. Angka pendapatan tersebut naik 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pengeluaran modal perusahaan justru melonjak lebih dari dua kali lipat. Google menghabiskan dana 51,4 miliar dolar AS untuk membiayai infrastruktur AI.

Pertumbuhan pendapatan dari iklan pencarian justru melambat. Pendapatan sektor ini mencapai 63,3 miliar dolar AS, atau hanya tumbuh 12 persen secara tahunan.

Pertumbuhan itu lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 14,5 persen. Mesin pencari Google kesulitan meraup untung setara dari model percakapan barunya.

Dampak AI Mode terhadap Iklan

Layanan baru Google bernama AI Mode menjadi penyebab utama perlambatan pendapatan tersebut. Layanan ini bekerja seperti bot percakapan yang merangkum jawaban langsung kepada pengguna.

Pengguna kini jarang mengeklik sepuluh tautan biru tradisional. Akibatnya, peluang Google untuk memajang iklan berbayar ikut menyusut.

Petinggi Google mengakui masalah pendapatan pada fitur baru tersebut di depan para investor.

"Monetisasi yang lebih rendah kami lihat pada AI Mode," kata Philipp Schindler, Chief Business Officer Google.

Masalah ini sebelumnya sudah memukul industri media berita daring. Fitur AI Overviews yang meluncur pada 2024 memotong lalu lintas kunjungan ke web penyedia informasi asli.

Data Axios mencatat penurunan tajam pengunjung situs berita papan atas. Kunjungan anjlok dari 70 juta pembaca pada Juli 2024 menjadi 47 juta pada Juli 2026.

Pemimpin media dalam survei Reuters Institute mengkhawatirkan penurunan lebih dalam. Mereka memprediksi kunjungan web turun hampir separuh dalam tiga tahun ke depan.

Meski demikian, manajemen Google tetap bersikap optimis terhadap masa depan fitur barunya. Schindler beralasan fitur AI Mode bisa menangkap niat belanja konsumen lebih awal.

"Selain itu, mayoritas pencarian AI Mode bersifat inkremental, membuka lebih banyak peluang monetisasi seiring waktu," kata Philipp Schindler, Chief Business Officer Google.

Google yakin pencarian tambahan ini akan membuka jalan iklan baru. Namun, para pelaku industri masih menunggu bukti keberhasilan model tersebut.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi percakapan AI belum tentu ramah bagi pendapatan iklan. Pelaku usaha sebaiknya berhati-hati sebelum mengalihkan anggaran promosi ke format percakapan.

Pelaku bisnis tidak bisa terus bergantung pada pengunjung organik mesin pencari. Pemilik jenama harus mulai memperkuat saluran penjualan mandiri dan mengumpulkan data pelanggan secara langsung.

Di Indonesia, para pemimpin perusahaan perlu mendiversifikasi media promosi mereka ke saluran lain. Menaruh seluruh ketergantungan pemasaran pada mesin pencari kini menyimpan risiko pendapatan yang nyata.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 11 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Futurism: Google Starved Out Publishers With AI Search. Now, Its Pivot Is Blowing Up in Its Face.
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Nilai pasar Alphabet/Google anjlok lebih dari 500 miliar dolar AS usai laporan keuangan kuartal ketiga dirilis.Didukung“The steep correction wiped out more than $500 billion in market value .”
Futurism melaporkan koreksi saham menghapus kapitalisasi pasar lebih dari 500 miliar dolar AS.
Saham Alphabet merosot lebih dari 11 persen pada Rabu.Didukung“Shares of its parent company Alphabet took an over 11 percent nosedive on Wednesday”
Futurism mengonfirmasi penurunan saham Alphabet lebih dari 11 persen.
Fitur pencarian AI Google (AI Mode) menghasilkan pendapatan iklan lebih rendah dibanding model pencarian tradisional.Didukung“after it disclosed that its AI search features are raking in less money than its traditional search ad model.”
Futurism menyatakan fitur pencarian AI menghasilkan uang lebih sedikit dibanding model iklan tradisional.
Google membukukan pendapatan kuartal ketiga sebesar 127,6 miliar dolar AS, naik 25 persen tahun ke tahun.Didukung“Google reported a quarterly revenue of $127.6 billion, a 25 percent year over year increase.”
Futurism mengutip laporan Q3 Google.
Pengeluaran modal Google meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 51,4 miliar dolar AS akibat investasi AI.Didukung“capital expenditures more than doubling from last year to $51.4 billion, largely thanks to its massive AI investments.”
Futurism mencantumkan lonjakan belanja modal menjadi 51,4 miliar dolar AS.
Pendapatan pencarian Google mencapai 63,3 miliar dolar AS atau naik 12 persen, melambat dari 14,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.Didukung“It reported a 12 percent year-over-year increase to $63.3 billion, which is less than the 14.5 percent growth it reported in the same period last year.”
Futurism memaparkan perlambatan laju pertumbuhan pendapatan pencarian Google.
Google Search menerima jumlah kueri pencarian lebih banyak daripada sebelumnya.Didukung“That’s despite Google Search fielding more queries than ever.”
Futurism mencatat volume pencarian Google Search mencatatkan rekor tertinggi.
Philipp Schindler mengakui monetisasi yang lebih rendah pada AI Mode.Didukung“lower monetization we’re seeing in AI Mode,” its AI-powered search experience that works more like a chatbot instead of showing the traditional ten blue links.”
Futurism mengutip pernyataan Philipp Schindler dalam earnings call.
Kunjungan ke situs berita papan atas turun dari 70 juta pengunjung per bulan pada Juli 2024 menjadi 47 juta pada Juli 2026 berdasarkan data Axios.Didukung“number of visits to top news sites plummeted from over 70 million visitors a month in July of 2024 — the year that Google launched AI Overviews — to just over 47 million in July of 2026.”
Futurism menyajikan data kompilasi Axios.
Pemimpin media dalam survei Reuters Institute memprediksi lalu lintas situs web turun hampir separuh dalam tiga tahun ke depan.Didukung“predicting traffic to their websites to fall by nearly half over the next three years amidst this AI-dominated paradigm.”
Futurism mengutip hasil survei Reuters Institute.
Philipp Schindler menyatakan mayoritas kueri AI Mode bersifat inkremental dan membuka lebih banyak peluang monetisasi seiring waktu.Didukung“In addition, the majority of AI Mode queries are incremental, creating more monetization opportunities over time.”
Futurism mengutip argumen Schindler.

Video AI terbaru

NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe NVIDIA

Baca juga