Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Aviern Uji Pesawat Kargo Tanpa Awak untuk Angkut Barang Murah

Startup asal AS menguji prototipe pesawat otonom dan membidik biaya kirim barang di bawah 1.000 dolar.

Ilustrasi: liput24

Video dari sumber berita. Buka video

Poin penting

  • Aviern menguji prototipe pesawat kargo otonom yang dirancang dan terbang dalam dua bulan.
  • Target jangka panjang adalah membawa muatan 1.000 pon sejauh 1.000 mil di bawah 1.000 dolar.
  • Uji coba memakai pesawat retrofit direncanakan pada kuartal pertama 2027 sebelum produksi 2028.

Startup kedirgantaraan asal Los Angeles bernama Aviern berhasil menguji prototipe pesawat kargo tanpa awak. Pesawat ini bisa terbang sendiri tanpa bantuan pilot di dalam kokpit.

Aviern membangun dan menerbangkan prototipe berskala kecil ini dalam waktu kurang dari dua bulan. Berita ini dilaporkan oleh Interesting Engineering pada Kamis, 30 Oktober 2026.

Pesawat eksperimental ini mampu bergerak di darat, lepas landas, mengikuti rute, lalu mendarat mandiri. Seluruh sistem navigasi dikendalikan oleh perangkat lunak buatan sendiri.

Startup ini didukung oleh inkubator bisnis Y Combinator. Perusahaan didirikan oleh Kush Agarwal dan Arvin Singh.

Keduanya memiliki latar belakang teknik kedirgantaraan di University of California, Los Angeles. Mereka berpengalaman dalam pengembangan pesawat terbang di kampus tersebut.

Agarwal sebelumnya merancang drone otonom dan memiliki lisensi pilot. Sementara itu, Singh berpengalaman bertahun-tahun dalam mendesain serta merakit badan pesawat terbang.

Aviern merancang pesawat khusus kargo tanpa kokpit atau kursi penumpang. Ketiadaan awak kabin membuat ruang penyimpanan barang menjadi jauh lebih lega.

Desain ini diklaim perusahaan mampu memangkas biaya operasional penerbangan logistik. Namun, efisiensi tersebut masih berupa target rancangan internal.

Perusahaan menggunakan sistem kendali bernama AviernOS. Perangkat lunak ini tercatat telah menempuh lebih dari 150 mil penerbangan mandiri.

Menghubungkan Ribuan Bandara Kecil

Aviern menargetkan pengiriman 1.000 pon kargo sejauh 1.000 mil dengan biaya di bawah 1.000 dolar. Angka muatan tersebut setara sekitar 453 kilogram barang.

Saat ini ada sekitar 5.000 bandara publik di Amerika Serikat. Namun, hanya sekitar 520 bandara yang memiliki sertifikasi layanan penerbangan komersial.

Aviern ingin memanfaatkan ribuan bandara kecil yang belum terpakai optimal. Jalur ini disiapkan untuk mengirim barang medis mendesak dan komponen pesawat bernilai tinggi.

Pengiriman langsung antar bandara kecil bisa memangkas waktu pengantaran. Muatan tidak perlu lagi memutar lewat bandara penghubung utama yang padat antrean.

Selain sektor swasta, Aviern melirik misi logistik militer. Pesawat tanpa awak dinilai lebih aman untuk mengirim suplai ke wilayah berisiko tinggi.

Rencana Uji Coba Pesawat Utuh

Di situs resminya, Aviern memperkenalkan konsep pesawat kargo bernama A600. Model ini dirancang membawa beban 600 pon sejauh 600 mil.

Pesawat A600 direncanakan memiliki bobot lepas landas maksimal 1.320 pon. Mesinnya dirancang memakai bensin mobil biasa maupun avgas khusus pesawat.

Aviern memproyeksikan biaya operasional A600 sekitar 100 dolar per jam. Angka performa tersebut masih berupa spesifikasi desain dan belum terbukti mandiri.

Startup ini berencana menguji sistem otonom pada pesawat kecil retrofit pada kuartal pertama 2027. Uji coba itu dilakukan untuk mematangkan teknologi kendali.

Pesawat kargo rancangan khusus baru ditargetkan terbang pada kuartal pertama 2028. Setelah tahap itu tuntas, Aviern baru berencana memulai operasional komersial.

Kelancaran rencana ini tetap bergantung pada izin regulator penerbangan AS. Aviern merancang pesawatnya merujuk draf kerangka regulasi Part 108 milik Federal Aviation Administration.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi para pemilik bisnis, perkembangan pesawat kargo mandiri menawarkan harapan baru bagi rantai pasok. Jalur distribusi kilat bisa terbuka lebar tanpa beban biaya kru pesawat.

Sektor suku cadang, perkebunan, pertambangan, dan farmasi paling berpeluang memetik keuntungan. Pengiriman barang penting ke daerah terpencil yang sulit dijangkau angkutan darat bisa lebih cepat.

Untuk konteks negara kepulauan seperti Indonesia, konsep logistik tanpa awak ini sangat relevan dicermati. Distribusi barang antar pulau kecil berpotensi menjadi jauh lebih efisien di masa depan.

Namun, para direktur rantai pasok sebaiknya tidak buru-buru mengubah rencana anggaran pengiriman saat ini. Teknologi ini masih dalam fase purwarupa dan butuh waktu bertahun-tahun demi mengantongi sertifikasi terbang komersial.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 12 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: Autonomous cargo plane flies in under two months, targeting 1,000-mile routes
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Aviern berhasil menguji prototipe pesawat kargo otonom yang dirancang dan terbang dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa pilot.Didukung“A US aerospace startup backed by Y Combinator has built and flown an autonomous cargo aircraft prototype in under two months, demonstrating its ability to take off, follow a flight route, and land”
Interesting Engineering melaporkan Aviern telah membuat dan menerbangkan prototipe pesawat kargo otonom dalam waktu kurang dari dua bulan.
Target jangka panjang Aviern adalah membawa muatan 1.000 pon sejauh 1.000 mil dengan biaya di bawah 1.000 dolar per penerbangan.Didukung“Its long-term goal is to transport 1,000 pounds of cargo over 1,000 miles for less than $1,000 per flight.”
Interesting Engineering mencatat target biaya dan jarak angkut tersebut.
Aviern berencana menguji sistem otonom pada pesawat retrofit pada kuartal pertama 2027 sebelum menerbangkan pesawat rancangan khusus pada kuartal pertama 2028.Didukung“The startup plans to demonstrate fully autonomous flight using a retrofitted small airplane by the first quarter of 2027. That test would move its autonomy technology from a scaled prototype to a larger aircraft. Aviern then aims to build and fly its purpose-designed cargo aircraft by the first quarter of 2028”
Interesting Engineering menguraikan jadwal uji coba pesawat retrofit pada Q1 2027 dan pesawat khusus kargo pada Q1 2028.
Startup ini berbasis di Los Angeles dan didukung oleh Y Combinator.Didukung“A US aerospace startup backed by Y Combinator has built and flown an autonomous cargo aircraft prototype in under two months”
Interesting Engineering menyebut Aviern berbasis di Los Angeles dan didukung Y Combinator.
Aviern didirikan oleh Kush Agarwal dan Arvin Singh yang berlatar belakang teknik kedirgantaraan di UCLA.Didukung“The company was founded by Kush Agarwal and Arvin Singh, who have backgrounds in aerospace engineering and aircraft development at the University of California, Los Angeles.”
Interesting Engineering mengonfirmasi pendiri dan latar belakang akademis mereka.
Agarwal sebelumnya bekerja pada drone otonom dan memiliki lisensi pilot, sedangkan Singh berpengalaman bertahun-tahun dalam merancang dan membangun pesawat.Didukung“Agarwal previously worked on autonomous drones and holds a pilot’s license. Singh has spent years designing and building aircraft, including participating in international aircraft design competitions.”
Interesting Engineering memuat latar belakang kedua pendiri.
Pesawat Aviern dirancang tanpa kokpit, kursi penumpang, atau sistem awak untuk menambah ruang muatan dan memangkas biaya.Didukung“Unlike conventional cargo planes, Aviern’s aircraft are being designed without cockpits, passenger seats, or onboard crew systems. The company says this approach would free up more space for freight”
Interesting Engineering mencatat pendekatan desain tanpa kokpit untuk efisiensi ruang kargo.
Perangkat lunak otonomi AviernOS telah mencatat akumulasi terbang mandiri lebih dari 150 mil.Didukung“Its autonomy software, called AviernOS, has accumulated more than 150 miles of autonomous flight, according to the company’s website.”
Interesting Engineering mengutip data dari situs web Aviern.
Dari sekitar 5.000 bandara publik di Amerika Serikat, hanya sekitar 520 yang bersertifikasi untuk layanan maskapai.Didukung“Although the US has approximately 5,000 public-use airports, only around 520 are certified for airline service, according to figures cited by Aviern.”
Interesting Engineering memuat perbandingan statistik bandara di AS.
Aviern menargetkan pengiriman pasokan medis mendesak, suku cadang pesawat, serta melirik logistik militer.Didukung“The company wants to use smaller airports to move urgent shipments, including medical supplies, aircraft components, and other high-value goods”
Interesting Engineering mencantumkan jenis barang dan sektor militer yang disasar Aviern.
Konsep pesawat A600 dirancang mengangkut 600 pon sejauh 600 mil dengan MTOW 1.320 pon serta estimasi biaya operasional 100 dolar per jam.Didukung“Aviern’s website describes an aircraft called the A600, designed to carry 600 pounds of cargo over a range of 600 miles. The proposed aircraft has a maximum takeoff weight of 1,320 pounds”
Interesting Engineering mengutip spesifikasi desain model A600.
Aviern merancang pesawatnya mengacu pada usulan kerangka Part 108 FAA untuk operasi drone di luar jarak pandang visual.Didukung“The company is designing its aircraft around the Federal Aviation Administration’s proposed Part 108 framework for beyond-visual-line-of-sight drone operations.”
Interesting Engineering menyebut kerangka regulasi FAA Part 108 sebagai rujukan.

Video AI terbaru

ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work OpenAI

Baca juga