Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Uji Coba Truk Pintar di Jalan Tol Dimulai, Penggunaan Luas Masih Jauh

Uji coba truk otonom berjalan di sejumlah jalan tol Texas dan California. Namun, kendala cuaca buruk membuat peran pengemudi manusia tetap penting.

Ilustrasi: liput24

Video dari sumber berita. Buka video

Poin penting

  • Uji coba truk otonom berjalan di rute terbatas Texas dan California untuk menakar potensi efisiensi.
  • Kendala cuaca buruk dan jalur proyek membuat truk pintar belum siap melaju sendiri tanpa sopir.
  • Tiga perusahaan pembuat truk otonom tercatat telah menghentikan operasional mereka pada 2023.

Truk besar tanpa sopir mulai beroperasi di beberapa jalan raya. Kendaraan berat ini memakai kecerdasan buatan untuk melaju mandiri. Laporan TechXplore menyebut pemanfaatan skala luas dinilai belum praktis dalam waktu dekat.

Sejumlah perusahaan kini menguji armada purwarupa pada rute terbatas. Uji coba awal berlangsung di jalan raya Texas dan California.

Kehadiran teknologi ini menjanjikan efisiensi biaya logistik yang besar. Kendaraan dirancang mampu berjalan hampir 24 jam sehari.

Potensi Penghematan dan Cara Kerja Truk AI

Truk pintar memadukan kecerdasan buatan, kamera, dan sensor radar canggih. Perusahaan pengembang bernama Torc mengolah aneka data sensor memakai AI. Model komputasi Torc bertugas memperkirakan kinerja truk di jalan raya.

Simulasi armada menunjukkan potensi penghematan bahan bakar operasional. Truk dapat melaju rapat dalam formasi konvoi. Pola ini membelah hambatan angin secara lebih efisien.

Pengaturan akselerasi dan rem otomatis juga bisa menghemat konsumsi solar. Selain itu, waktu mesin menyala diam bisa berkurang drastis.

Truk biasa sering membiarkan mesin hidup di tempat istirahat tol. Armada otomatis tidak memerlukan kebiasaan tersebut sehingga emisi gas buang berkurang.

Otomasi ini juga berpotensi meringankan krisis kekurangan sopir angkutan. Beban fisik pengemudi bisa berkurang selama perjalanan jarak jauh. Kondisi ini diharapkan mampu memperbaiki kepuasan kerja para sopir.

Tingkat keparahan kecelakaan juga diproyeksikan menurun lewat fitur keselamatan modern. Sistem pengereman darurat otomatis dan penjaga lajur jalan bekerja terus-menerus.

Salju, Rute Rumit, dan Kendala Operasional

Penerapan truk otonom secara luas masih menghadapi kendala cuaca ekstrem. Sensor kamera dan radar kesulitan membaca jalan saat turun hujan atau salju. Penyedia taksi otonom Waymo bahkan membatasi operasi hanya di area tanpa salju.

Zona perbaikan jalan juga menjadi tantangan berat bagi sistem komputer. Jalur sempit, marka jalan buram, dan kerucut proyek kerap membingungkan navigasi AI. Menariknya, mobil biasa tercatat lebih sering menabrak kendaraan otonom daripada mobil berawak.

Menghadapi rintangan itu, pengembang memilih jalur uji coba yang sepi. Aurora menguji truk kontainer di jalan datar antara Dallas dan Houston. Sementara itu, Kodiak memilih rute industri di Texas untuk mengangkut pasir.

Beberapa pengembang telah membatasi ambisi atau keluar dari pasar. Tiga perusahaan perintis, yakni Embark, TuSimple, dan Locomotion, tutup pada 2023. Perusahaan lain beralih fokus melayani rute pabrik tertentu saja.

Peneliti keselamatan transportasi Shannon Roberts menilai sopir manusia masih sangat dibutuhkan. Manusia mengemudikan truk di area gudang yang padat hingga ke jalan tol. Sistem otomatis baru mengambil kendali saat berada di jalan bebas hambatan.

Kabin truk masa depan akan dilengkapi layar monitor atau kursi bergetar. Tanda peringatan ini aktif saat sistem komputer kewalahan menangani bahaya. Pengemudi manusia harus segera mengambil kendali setir untuk menjaga keselamatan.

Pengembang juga wajib mencegah ketergantungan berlebihan pengemudi pada sistem otomatis. Ketergantungan ini membuat sopir lengah saat situasi gawat terjadi. Selain itu, potensi bias algoritma bisa membuat sensor salah mengenali bentuk pejalan kaki.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Para direktur dan pemilik usaha kargo belum dapat menghapus biaya tenaga sopir. Armada tanpa awak belum sanggup bermanuver di jalan kota yang padat. Rencana peremajaan armada secara penuh saat ini membawa risiko gangguan operasional yang nyata.

Langkah realistis bagi pengusaha adalah memasang fitur bantuan pengemudi secara bertahap. Sistem rem otomatis dan pelacak lajur terbukti menjaga aset kendaraan dari benturan. Langkah pencegahan ini dapat menekan ongkos perbaikan dan klaim kerugian logistik.

Manajemen juga dapat memantau potensi efisiensi solar lewat teknik berkendara otomatis. Penurunan konsumsi bahan bakar pada rute antarkota akan mempertebal margin laba kotor. Bagaimanapun, kehadiran pengemudi yang kompeten tetap menjadi penentu kelancaran rantai pasok Anda.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 15 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. TechXplore: Driverless 18‑wheelers are on a few highways, but widespread use is a long way down the road
Lihat hasil pemeriksaan (15 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Uji coba awal truk otonom sedang berlangsung di rute terbatas di Texas dan California.Didukung“A few companies have begun testing early models on some limited routes in Texas and California .”
TechXplore melaporkan pengujian model awal truk otonom pada rute terbatas di Texas dan California.
Pemanfaatan truk tanpa sopir dalam skala luas dinilai belum praktis dalam waktu dekat.Didukung“But driverless trucks do not seem to me to be practical on a large scale in the near future.”
TechXplore mengutip pandangan peneliti bahwa truk tanpa sopir belum praktis dalam skala besar dalam waktu dekat.
Tiga perusahaan truk otonom, yaitu Embark, TuSimple, dan Locomotion, tutup pada 2023.Didukung“In 2023, Embark, TuSimple and Locomotion closed down .”
TechXplore mencatat penutupan ketiga perusahaan tersebut pada tahun 2023.
Truk otonom dirancang mampu beroperasi hampir 24 jam sehari.Didukung“because they could run almost 24 hours a day and would not need to idle when they do park”
TechXplore menyatakan truk tanpa sopir dapat beroperasi hampir 24 jam sehari.
Perusahaan Torc memadukan data dari banyak sensor menggunakan AI untuk membuat model kinerja truk.Didukung“Torc , one company developing these vehicles, uses AI to combine data from multiple sensors and generate models that predict truck performance.”
TechXplore menjelaskan metode Torc dalam mengolah data sensor dengan AI.
Konvoi rapat atau pleton kendaraan dapat menghemat bahan bakar dan biaya.Didukung“They could also save fuel and therefore cost by optimizing acceleration and braking , and by running multiple vehicles in a close-knit convoy or platoon .”
TechXplore menyebut efisiensi bahan bakar dapat dicapai lewat formasi konvoi rapat.
Truk otonom berpotensi mengurangi emisi akibat mesin menyala diam di tempat istirahat.Didukung“reduce parking needs as well as emissions from idling because they could run almost 24 hours a day and would not need to idle when they do park, which is common for regular rigs at truck stops.”
TechXplore menyatakan truk otonom tidak perlu menyalakan mesin saat parkir di tempat istirahat tol.
Otomasi dapat membantu mengurangi kelangkaan sopir dan menurunkan beban fisik pengemudi.Didukung“Finally, automated trucks could help ease the ongoing driver shortage . Ironically, automation could make driving less stressful and less physically demanding, improving job satisfaction among drivers .”
TechXplore memaparkan manfaat otomasi bagi sopir dan industri kargo.
Sistem pengereman darurat otomatis dan penjaga lajur jalan berpotensi menekan angka serta keparahan tabrakan.Didukung“Data taken from modern big rigs that are equipped with certain technology such as automatic emergency braking and lane-keeping assistance systems indicate that fully automated, driverless trucks could reduce the number and severity of crashes.”
TechXplore merujuk data dari truk modern yang dilengkapi sistem keselamatan tersebut.
Hujan dan salju menyulitkan sensor melihat jalan, sehingga Waymo membatasi taksi otonomnya di wilayah tanpa salju.Didukung“However, snow and rain remain a problem for all automated vehicles , including cars, because they prevent the technology from "seeing" the roadway. Driverless taxi company Waymo, for example, only operates driverless cars in areas that get no snow.”
TechXplore menerangkan kendala cuaca serta kebijakan operasional Waymo.
Penelitian menunjukkan pengemudi mobil lebih sering menabrak kendaraan otonom daripada mobil berpengemudi manusia.Didukung“some research shows that automobile drivers tend to crash into driverless cars at a higher rate than they do cars piloted by people.”
TechXplore mengutip riset terkait tingkat tabrakan terhadap kendaraan otonom.
Aurora menguji truk besar di Interstate 45 antara Dallas dan Houston, sedangkan Kodiak mengangkut pasir di Texas.Didukung“For example, autonomous truck maker Aurora is operating large freight trucks on Interstate 45 , a relatively flat and straight highway between Dallas and Houston. Rival Kodiak's robotrucks are delivering sand to industrial sites in Texas over roads few people use.”
TechXplore merinci lokasi dan aktivitas pengujian Aurora dan Kodiak.
Peneliti keselamatan transportasi Shannon Roberts menilai manusia akan mengemudi pada first mile dan last mile sementara otomasi mengambil alih di jalan tol.Didukung“A human would likely drive the truck across the "first mile"—the uncertain and crowded warehouse grounds and local streets to a highway. The driver would then stop using the steering wheel, gas pedal and brake and let automation take over.”
TechXplore memuat pandangan Shannon Roberts mengenai pembagian tugas antara pengemudi manusia dan sistem otomasi.
Kabin truk dapat menggunakan layar atau kursi bergetar sebagai sinyal alih kendali saat sistem kewalahan.Didukung“Verbal messages or a vibrating seat could signal that the automation cannot handle a developing situation, and the driver would take over.”
TechXplore menjelaskan contoh antarmuka manusia-mesin di dalam kabin.
Bias otomasi dapat membuat sopir terlalu bergantung pada sistem, sedangkan bias algoritma dapat membatasi deteksi pejalan kaki tertentu.Didukung“So-called automation bias could lead to a driver who trusts and relies on the truck's decision-making so much that they defer to it. Algorithmic bias could cause truck sensors to recognize certain groups of people on the road more than others, such as only detecting pedestrians of a certain size or shape.”
TechXplore memaparkan potensi bahaya bias otomasi dan algoritma pada kendaraan otomatis.

Video AI terbaru

ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work OpenAI

Baca juga