Flood Eye Hadir di Semarang untuk Deteksi Dini Banjir Berbasis AI
Teknologi AI dan IoT bernama Flood Eye dipasang di Semarang guna memantau ancaman banjir secara terintegrasi lewat kerja sama Indonesia dan Australia.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Teknologi Flood Eye menggabungkan AI dan sensor IoT untuk memantau ketinggian air.
- Proyek ini hasil kolaborasi program KONEKSI antara Australia dan Indonesia.
- Mitra yang terlibat mencakup BPBD Kota Semarang, Universitas Telkom, dan UoW Australia.
Banjir masih menjadi ancaman besar bagi kota-kota di Indonesia. Kerugian akibat genangan air bisa merusak aset dan menghentikan operasional kantor.
Kini Kota Semarang mulai menguji cara baru untuk memantau air. Sebuah sistem pintar bernama Flood Eye dipasang di wilayah tersebut.
Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Perangkat ini juga dipadukan dengan teknologi Internet of Things atau IoT.
Cara Kerja dan Kolaborasi Antarlembaga
Pemasangan alat ini diberitakan oleh Detik pada akhir Oktober 2026. Alat tersebut berfungsi mengawasi kondisi air secara lebih akurat.
Sensor IoT bertugas membaca data air di lapangan. Data itu lalu dikirim dan diolah oleh sistem kecerdasan buatan.
Hasil olahan data disajikan secara terintegrasi. Hal ini membuat pemantauan wilayah rawan genangan menjadi lebih mudah dipantau.
Sistem ini lahir dari kemitraan bilateral bernama program KONEKSI. Program tersebut menghubungkan peneliti dari Australia dan Indonesia.
Tiga lembaga besar ikut bergabung dalam proyek ini. Ada University of Wollongong atau UoW dari Australia.
Dari dalam negeri, Universitas Telkom ikut menyumbang keahlian teknis. Sementara BPBD Kota Semarang berperan sebagai pelaksana di lapangan.
Langkah Mitigasi dan Peringatan Dini
BPBD Kota Semarang memerlukan data yang cepat saat cuaca buruk tiba. Data tersebut dipakai untuk mengukur potensi bahaya di lapangan.
Kehadiran Flood Eye diharapkan mampu memperkuat mitigasi bencana lokal. Potensi bahaya air bah bisa diketahui jauh lebih dini.
Pemerintah setempat dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat. Warga sekitar juga bisa bersiap sebelum air masuk ke pemukiman.
Sistem pemantauan ini diharapkan menekan risiko kerusakan fasilitas umum. Evakuasi warga juga bisa direncanakan dengan rute yang lebih aman.
Proyek percontohan ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi modern di ruang publik. Mitigasi bencana air kini tidak lagi bergantung pada pantauan manual semata.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi pemilik usaha di Semarang, banjir selalu membawa risiko kerugian materiil. Gudang logistik, ruko, dan pabrik sangat rentan terendam air.
Peringatan dini yang akurat memberi waktu berharga bagi manajemen perusahaan. Staf keamanan dapat segera memindahkan stok barang ke tempat tinggi.
Manajer operasional juga bisa mengatur ulang jadwal pengiriman armada logistik. Truk pengantar barang dapat menghindari rute jalan yang mulai tergenang.
Ke depan, integrasi sistem pemantauan air publik ini layak dicermati para direksi. Langkah mitigasi yang tepat dapat menekan biaya perbaikan dan mencegah berhentinya bisnis.
- Detik: Cegah Banjir, Teknologi AI Flood Eye Bantu Pantau Ancaman di Semarang
Lihat hasil pemeriksaan (4 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Flood Eye adalah teknologi pemantau ancaman banjir berbasis AI dan IoT yang dipasang di Semarang. | Didukung | “Flood Eye merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan untuk mendukung pemantauan kondisi air” Detik menyebutkan Flood Eye berbasis AI dan IoT untuk pemantauan kondisi air di Semarang. |
| Pemasangan Flood Eye merupakan bagian dari program kolaborasi KONEKSI antara Australia dan Indonesia. | Didukung | “Pemasangan teknologi tersebut menjadi bagian dari program kolaborasi KONEKSI antara Australia dan Indonesia.” Detik mengonfirmasi proyek ini bagian dari kolaborasi KONEKSI Australia-Indonesia. |
| Proyek kolaborasi ini melibatkan University of Wollongong (UoW) Australia, Universitas Telkom, dan BPBD Kota Semarang. | Didukung | “Program ini melibatkan University of Wollongong (UoW) Australia, Universitas Telkom, serta BPBD Kota Semarang dalam upaya memperkuat mitigasi bencana.” Detik menyebutkan keterlibatan ketiga entitas tersebut. |
| Flood Eye diharapkan membantu mendeteksi potensi bahaya lebih dini sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. | Didukung | “potensi bahaya diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.” Detik mencatat harapan deteksi dini dan antisipasi yang lebih cepat serta tepat melalui teknologi ini. |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work