Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Kacamata AI Meta Diperiksa Senator AS Akibat Risiko Privasi

Dua senator AS menyelidiki kacamata pintar Meta setelah muncul laporan perekaman rahasia terhadap warga dan kebocoran rekaman pribadi ke kontraktor.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Senator AS memeriksa Meta terkait kacamata AI yang merekam orang tanpa izin.
  • Meta diminta menjelaskan lampu indikator kamera dan sistem pemburaman wajah.
  • Meta wajib menyerahkan jawaban resmi paling lambat 26 November 2026.

Dua senator AS resmi memeriksa Meta. Penyelidikan ini menyasar ancaman privasi dari kacamata pintar berteknologi AI.

Perangkat itu dinilai membahayakan orang di sekitar pengguna. Rekaman rahasia kini kian mudah diambil di tempat umum.

Senator Ron Wyden dan Edward Markey mengirim surat resmi. Surat bertanggal Oktober 2026 itu ditujukan langsung kepada Mark Zuckerberg.

Menurut laporan Engadget, kedua senator menyoroti bahaya nyata perangkat itu. Meta dianggap tetap menjual produk kacamata meski sudah tahu risikonya.

"Meta's smart glasses have increasingly been implicated in disturbing invasions of users' and bystanders' privacy," kata Ron Wyden dan Edward Markey dalam suratnya kepada Mark Zuckerberg.

Kedua senator mengutip sejumlah laporan media berita. Laporan itu antara lain diterbitkan oleh 404 Media dan BBC.

Laporan tersebut mengungkap aksi pria merekam wanita secara rahasia. Pelaku melecehkan korban lalu mengunggah rekamannya ke media sosial.

Masalah privasi ini bertambah runyam lewat gugatan hukum. Sejumlah kontraktor AI Meta mengaku melihat rekaman yang sangat pribadi.

Para pekerja itu bertugas memeriksa data latih kecerdasan buatan. Mereka dilaporkan melihat rekaman orang berganti pakaian dan beraktivitas seksual.

Sorotan Lampu Indikator dan Akses Data

Senator meminta penjelasan Meta tentang kamera yang aktif tanpa sengaja. Mereka juga menyoroti lampu tanda merekam yang mudah diakali.

Senator bertanya apakah kacamata ini memburamkan wajah orang lain. Mereka juga menanyakan pemburaman pelat nomor kendaraan saat AI memproses gambar.

Meta sudah menerapkan pemburaman serupa di Facebook dan Instagram. Namun fitur perlindungan itu belum terbukti ada pada kacamata pintar.

Senator juga menanyakan aturan kerja bagi karyawan dan kontraktor. Mereka ingin tahu alasan pekerja diperbolehkan melihat gambar pengguna.

Meta juga harus menjelaskan pemakaian rekaman untuk melatih model AI. Senator meminta bukti uji kelayakan hak asasi sebelum kacamata dirilis.

Meta diberi batas waktu untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg harus menyerahkan jawaban sebelum 26 November 2026.

Keluhan Rekaman Diam-Diam dan Penegak Hukum

Keluhan terhadap kacamata pintar Meta memang terus bertambah. Pengguna mengeluh kacamata merekam percakapan tanpa izin usai pembaruan firmware.

Firmware adalah perangkat lunak pengendali fungsi dasar kacamata. Keluhan itu memicu kekhawatiran baru soal penyadapan suara.

Alat ini juga dipakai petugas penegak hukum saat bertugas. Agen imigrasi AS terlihat memakai kacamata ini saat razia.

Pada Januari 2026, kepolisian New York juga sempat menyatakan kekhawatiran. Unit kontraterorisme mereka cemas alat ini menjadi sarana mata-mata.

Gubernur California Gavin Newsom sempat memveto aturan terkait kacamata rekam. Aturan itu awalnya melarang perekaman rahasia di area privat bisnis.

"Meta's professed commitment to privacy and preventing intimate image abuse rings hollow if the company cannot demonstrate meaningful steps to prevent its own products and practices from facilitating those harms," kata para senator kepada Zuckerberg.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Penyelidikan ini menjadi peringatan nyata bagi pemilik tempat usaha. Ruang bisnis kini makin rentan terhadap aksi perekaman diam-diam.

Kamera pada kacamata pintar sangat sulit disadari oleh pengunjung lain. Karyawan dan pelanggan Anda bisa menjadi korban rekaman liar.

Pelaku usaha di Indonesia perlu membuat aturan yang lebih tegas. Pasang larangan pemakaian kacamata berkamera di area yang sangat pribadi.

Ruang ganti dan ruang rapat penting harus dijaga ketat. Langkah ini melindungi kenyamanan tamu serta menjaga rahasia penting perusahaan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 15 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Engadget: Senators are looking into 'serious privacy risks' with Meta's AI glasses
Lihat hasil pemeriksaan (15 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Dua senator AS menyelidiki kacamata pintar AI Meta terkait risiko privasi dan keamanan.Didukung“US Senators Ron Wyden (D-Or) and and Edward Markey (D-Ma) are investigating "serious privacy and safety risks" around Meta's AI smart glasses.”
Engadget melaporkan penyelidikan oleh Senator Ron Wyden dan Edward Markey.
Kedua senator mengirimkan surat kepada Mark Zuckerberg dan menyebut kacamata pintar Meta memicu invasi privasi pengguna dan orang di sekitarnya.Didukung“"Meta's smart glasses have increasingly been implicated in disturbing invasions of users' and bystanders' privacy," the pair wrote in a letter to Mark Zuckerberg”
Engadget mengutip isi surat kedua senator kepada CEO Meta.
Meta tetap meluncurkan produk tersebut meski telah mengidentifikasi risiko terhadap privasi orang di sekitar pengguna.Didukung“adding that Meta launched the product even after identifying risks to bystander privacy.”
Engadget mencatat pernyataan senator mengenai peluncuran produk meski Meta menyadari risikonya.
Surat senator mengutip laporan 404 Media dan BBC tentang pria yang diam-diam merekam wanita dan mengunggahnya ke media sosial.Didukung“It cited both 404 Media and BBC articles about men secretly filming women with Meta's "pervert glasses" while harassing them, then posting the recordings to social media.”
Engadget memaparkan referensi laporan media dalam surat senator.
Kontraktor AI Meta dilaporkan memeriksa rekaman kacamata yang memperlihatkan orang berganti pakaian dan beraktivitas seksual.Didukung“Meta's AI contractors said they reviewed footage captured by the eyewear showing people undressing and engaging in sexual activity.”
Engadget mencatat isi laporan dan gugatan hukum yang dikutip senator.
Senator meminta Meta menjawab pertanyaan tentang aktivasi kamera yang tidak disengaja dan manipulasi indikator perekaman.Didukung“The senators requested that Meta respond to specific questions about accidental camera activation and recording-indicator tampering.”
Engadget merinci poin pertanyaan senator kepada Meta.
Senator menanyakan apakah kacamata tersebut memburamkan wajah dan pelat nomor untuk interaksi AI tertentu seperti di Facebook dan Instagram.Didukung“They also want to know if the glasses blur faces and license plates for certain AI interactions, like Meta does on Facebook and Instagram.”
Engadget merinci pertanyaan mengenai fitur pemburaman wajah dan pelat nomor.
Meta diminta menjelaskan situasi saat gambar dapat diakses karyawan atau kontraktor, serta saat gambar digunakan untuk melatih model AI.Didukung“It asked Meta to explain the circumstances that imagery is made accessible to employees or contracts, or when it's used to train AI models.”
Engadget memaparkan permintaan senator terkait akses data rekaman.
Senator menanyakan apakah Meta melakukan uji tuntas hak asasi manusia dan uji keselamatan sebelum kacamata dirilis.Didukung“it asked the company whether it conducted detailed human rights due diligence and safety testing on its glasses before releasing them.”
Engadget mencatat pertanyaan terkait due diligence sebelum rilis.
Meta diminta menyerahkan tanggapan paling lambat Thanksgiving (26 November 2026).Didukung“It requested those responses by Thanksgiving (November 26, 2026).”
Engadget menyebutkan tenggat waktu pengumpulan respons Meta.
Pengguna melaporkan bahwa kacamata merekam percakapan tanpa persetujuan setelah pembaruan firmware.Didukung“users have said that the glasses were recording their conversations without consent following a firmware update.”
Engadget mencatat keluhan pengguna kacamata Meta terkait rekaman audio tanpa izin.
Kacamata pintar Meta terlihat digunakan oleh agen ICE saat razia.Didukung“They've also been spotted on ICE agents during raids”
Engadget melaporkan penggunaan kacamata oleh agen penegak hukum.
Unit kontraterorisme Kepolisian New York menyampaikan kekhawatiran pengawasan terkait perangkat tersebut pada Januari 2026.Didukung“the New York City Police's counterterrorism unit reportedly raised surveillance concerns about the devices in January this year .”
Engadget mencatat kekhawatiran pihak kepolisian New York pada Januari tahun berjalan.
Gubernur California Gavin Newsom memveto RUU yang melarang perekaman rahasia menggunakan perangkat sandang di area bisnis privat.Didukung“Earlier in October, California Governor Gavin Newsom vetoed a bill that would have banned people from using wearables to secretly record others in private areas of business.”
Engadget mengabarkan langkah veto Gubernur California pada awal Oktober.
Senator menyatakan komitmen Meta terhadap privasi dan pencegahan penyalahgunaan gambar intim terasa hampa jika Meta tidak mengambil langkah nyata mencegah bahaya dari produknya.Didukung“"Meta's professed commitment to privacy and preventing intimate image abuse rings hollow if the company cannot demonstrate meaningful steps to prevent its own products and practices from facilitating”
Engadget mengutip kesimpulan surat dari kedua senator kepada Mark Zuckerberg.

Video AI terbaru

How Gen uses ChatGPT Work to turn data Into decisions | OpenAI OpenAI

Baca juga