Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Kreator Webtoon Korea Desak UNESCO Perketat Izin Hak Cipta Pelatihan AI

Sekitar 90 persen kreator webtoon tidak tahu cara melindungi karya dari pelatihan AI. Para seniman menuntut sistem persetujuan ketat di forum UNESCO.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Sebanyak 90 persen kreator webtoon tidak tahu cara mencegah karyanya dipakai melatih AI.
  • Para seniman mendesak adanya izin terpisah untuk penerbitan komik dan data latih AI.
  • UNESCO akan memakai masukan para kreator ini untuk merumuskan kebijakan digital baru.

Perkembangan kecerdasan buatan memicu kekhawatiran baru di kalangan komikus digital. Banyak seniman cemas karya mereka berisiko dipakai melatih sistem pintar tanpa izin.

Para kreator webtoon asal Korea Selatan kini mulai bersuara lantang. Mereka mendesak dunia internasional membuat aturan main yang lebih tegas.

Tuntutan tersebut disampaikan langsung dalam konferensi internasional di kantor pusat UNESCO di Paris. Berita ini dilaporkan oleh Republika dari warta Korea Times.

Hasil Survei Kreator Komik

Ketua asosiasi kreator komik Korea, Kwon Hyuk-joo, memaparkan survei terhadap 164 pembuat komik. Temuan lapangan itu menunjukkan ketidaktahuan yang cukup tinggi.

Sekitar 90 persen responden mengaku tidak tahu cara mencegah karya mereka dipakai melatih model AI. Para seniman merasa kesulitan melindungi gambar mereka secara mandiri.

Sementara itu, sebanyak 81,1 persen kreator bersedia mengikuti sistem persetujuan awal atau opt-in. Mekanisme ini mewajibkan pengembang meminta izin resmi sebelum memakai karya seni.

Kwon menilai izin penerbitan webtoon tidak boleh disatukan begitu saja. Izin komik, izin pelatihan model AI, dan izin pembuatan chatbot merupakan hak terpisah.

"Kami juga menyerukan pelabelan wajib pada konten hasil AI serta transparansi mengenai data yang digunakan untuk melatih model AI," kata Kwon Hyuk-joo, Ketua Asosiasi Kreator Komik Korea.

Desakan Transparansi di Meja UNESCO

Webtoon merupakan komik digital yang dirancang untuk dibaca dengan menggulir layar ponsel. Format ini menjadi produk budaya Korea Selatan yang banyak diekspor ke berbagai negara.

Karya cerita bergambar ini juga sudah banyak diadaptasi menjadi drama televisi dan film. Nilai ekonomi dari produk kreatif tersebut kini dinilai sangat besar.

Diskusi panel di Paris dipimpin oleh Alexandra Bensamoun, profesor Universitas Paris-Saclay. Forum ini turut dihadiri perwakilan Federasi Internasional Industri Fonografi atau IFPI dan perusahaan Microsoft.

Duta Besar UNESCO sekaligus komponis musik elektronik, Jean-Michel Jarre, ikut memberikan pandangan. Ia menegaskan manusia harus tetap menentukan tujuan dan arah karya kreatif.

Wakil Presiden Konfederasi Internasional Perhimpunan Pencipta dan Komposer atau CISAC, Angeles Gonzalez-Sinde, ikut bersuara. Ia menyerukan hak persetujuan, transparansi data pelatihan AI, serta pembagian kompensasi yang adil.

UNESCO menyatakan masukan para pembicara akan menjadi bahan kajian kebijakan digital. Langkah ini berpijak pada Konvensi 2005 tentang Perlindungan dan Pemajuan Keberagaman Ekspresi Budaya.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Isu ini menandai babak baru bagi perusahaan pengembang sistem cerdas buatan. Pelaku usaha ke depan tidak bisa lagi bebas memanfaatkan konten publik dari internet.

Bagi studio animasi dan penerbit di Indonesia, tren ini menjadi peringatan berharga. Kontrak kerja sama dengan ilustrator lokal kini membutuhkan pasal hak digital yang sangat rinci.

Perusahaan penyedia teknologi juga harus bersiap mengelola data latih secara terbuka. Kewajiban membayar lisensi karya dan mencatat sumber materi bisa menambah biaya operasional bisnis.

Pimpinan perusahaan perlu segera meninjau ulang isi perjanjian hak kekayaan intelektual mereka. Menghormati izin kreator sejak awal akan memperkecil risiko sengketa hukum di masa depan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 12 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Republika: Kreator Webtoon Korea Desak UNESCO Perkuat Perlindungan Hak Cipta di Era Al
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Kreator komik Korea Selatan mendesak UNESCO dan dunia internasional memperketat aturan izin hak cipta untuk pelatihan model AI.Didukung“Para kreator komik Korea Selatan mendesak penerapan aturan ketat yang mewajibkan persetujuan seniman sebelum karya mereka digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (Al).”
Disebutkan di Republika pada awal artikel terkait desakan kreator komik Korea di markas UNESCO.
Tuntutan para kreator disampaikan dalam konferensi internasional di kantor pusat UNESCO di Paris.Didukung“Tuntutan itu disampaikan dalam konferensi internasional di kantor pusat UNESCO di Paris.”
Disebutkan di Republika pada paragraf pertama.
Ketua asosiasi kreator komik Korea Kwon Hyuk-joo memaparkan hasil survei terhadap 164 kreator.Didukung“Ketua asosiasi kreator komik Korea sekaligus seniman webtoon, Kwon Hyuk-joo, memaparkan hasil survei yang dilakukan asosiasinya terhadap 164 kreator.”
Disebutkan di Republika terkait paparan Kwon Hyuk-joo.
Sekitar 90 persen responden survei mengaku tidak tahu cara mencegah karya mereka dipakai untuk melatih model AI.Didukung“Hasilnya, sekitar 90 persen responden mengaku tidak mengetahui cara mencegah karya mereka digunakan untuk melatih model Al.”
Disebutkan di Republika dari hasil survei asosiasi.
Sebanyak 81,1 persen responden bersedia mengikuti sistem opt-in yang mengharuskan persetujuan terlebih dahulu sebelum karya digunakan.Didukung“Sementara itu, sebanyak 81,1 persen responden menyatakan bersedia mengikuti sistem opt-in yaitu mekanisme yang mengharuskan adanya persetujuan terlebih dahulu dari kreator sebelum karya mereka digunakan.”
Disebutkan di Republika mengenai angka kesediaan mekanisme opt-in.
Kwon menilai izin penerbitan webtoon, pelatihan model AI, dan pembuatan chatbot merupakan hak terpisah sehingga kreator harus punya kewenangan mengizinkan atau menolak masing-masing.Didukung“Menurut Kwon, izin penerbitan webtoon, penggunaan karya untuk melatih model Al, serta pemanfaatan karakternya dalam layanan Al seperti chatbot merupakan hak yang terpisah.”
Disebutkan di Republika merangkum pandangan Kwon Hyuk-joo.
Kwon menyerukan pelabelan wajib pada konten hasil AI dan transparansi data pelatihan AI.Didukung“"Kami juga menyerukan pelabelan wajib pada konten hasil Al serta transparansi mengenal data yang digunakan untuk melatih model Al," kata Kwon”
Disebutkan di Republika mengutip pernyataan langsung Kwon.
Diskusi panel di UNESCO dipimpin Alexandra Bensamoun dari Universitas Paris-Saclay serta dihadiri perwakilan IFPI dan Microsoft.Didukung“Sesi itu dipimpin Alexandra Bensamoun, profesor di Universitas Paris-Saclay, serta dihadiri perwakilan Federasi Internasional Industri Fonografi (IFPI) dan Microsoft.”
Disebutkan di Republika mengenai moderator dan peserta diskusi panel.
Webtoon adalah komik digital vertikal layar ponsel yang diekspor ke berbagai negara dan diadaptasi jadi drama TV serta film.Didukung“Webtoon merupakan komik digital yang dirancang untuk dibaca dengan menggulir layar ponsel pintar. Format komik ini menjadi salah satu produk budaya Korea Selatan yang banyak diekspor ke berbagai negara.”
Disebutkan di Republika pada bagian penjelasan format webtoon.
Jean-Michel Jarre menyatakan manusia harus tetap menjadi pihak yang menentukan tujuan dan arah karya kreatif.Didukung“Komponis musik elektronik sekaligus Duta Besar UNESCO, Jean-Michel Jarre, mengatakan manusia harus tetap menjadi pihak yang menentukan tujuan dan arah karya kreatif.”
Disebutkan di Republika mengutip Jean-Michel Jarre.
Angeles Gonzalez-Sinde dari CISAC menyerukan hak persetujuan kreator, transparansi data latih AI, dan kompensasi adil.Didukung“Wakil Presiden Konfederasi Internasional Perhimpunan Pencipta dan Komposer (CISAC), Angeles Gonzalez-Sinde, menyerukan perlunya hak persetujuan bagi kreator, transparansi mengenai data pelatihan Al”
Disebutkan di Republika mengenai tuntutan perwakilan CISAC.
UNESCO menyatakan hasil pembahasan konferensi menjadi masukan bagi kebijakan digital organisasi berdasar Konvensi 2005.Didukung“Menurut keterangan asosiasi kreator komik Korea, UNESCO menyatakan pembahasan dalam konferensi tersebut akan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan digital organisasi itu berdasarkan Konvensi 2005”
Disebutkan di Republika di akhir artikel.

Video AI terbaru

How Gen uses ChatGPT Work to turn data Into decisions | OpenAI OpenAI

Baca juga