Karyawan Kini Bisa Tolak Pakai AI di Kantor Berdasarkan Hak Keyakinan
Seorang staf kampus di Amerika Serikat meraih izin menolak AI demi keyakinan pribadi. Langkah ini menjadi sinyal penting bagi manajemen kerja.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Staf kampus di AS diizinkan tidak memakai AI atas dasar keyakinan Humanisme.
- Pihak pemberi kerja menilai permohonan akomodasi kerja secara kasus per kasus.
- Izin diajukan untuk mengantisipasi anjuran kantor sebelum menjadi kewajiban.
Banyak perusahaan kini mendorong karyawan memakai kecerdasan buatan. Namun, tidak semua pekerja bersedia menggunakannya.
Seorang pegawai di Amerika Serikat berhasil mengantongi dispensasi resmi untuk tidak memakai AI. Hak ini ia ajukan untuk mengantisipasi anjuran kantor sebelum kelak menjadi kewajiban.
Pegawai tersebut bernama David Durman. Ia bekerja sebagai tenaga administrasi di University of Kentucky, seperti dilaporkan TechCrunch.
Durman menganut paham Humanisme nontheistik. Pandangan hidup ini berpusat pada kesejahteraan manusia dan ilmu pengetahuan tanpa konsep ketuhanan.
Ia menilai penggunaan AI bertentangan dengan prinsip hidupnya. Ketergantungan pada alat pintar dinilai bisa menumpulkan daya pikir kritis manusia.
"Bagi saya, ini tentang diri saya dan keyakinan saya," kata David Durman, Administrator University of Kentucky.
Durman juga menyoroti dampak buruk AI terhadap kelestarian lingkungan hidup. Selain itu, teknologi ini dinilai mengancam mata pencarian pekerja di sektor kreatif.
Dalam proses pengajuan hak ini, Durman dibantu lembaga nirlaba American Humanist Association. Lembaga tersebut mengadvokasi kelompok penganut humanisme sekuler.
Sebelumnya, langkah serupa pernah diambil oleh seorang insinyur perangkat lunak bernama Erin Maus. Maus memperoleh perlindungan kerja berdasarkan keyakinan Unitarian Universalist miliknya.
Sikap Terbuka dari Kampus
Pihak University of Kentucky akhirnya menyetujui permohonan dispensasi khusus tersebut. Pekerjaan rutin Durman dinilai tetap bisa berjalan dengan baik.
Tugas utama Durman adalah membantu para peneliti menyusun permohonan dana riset. Peran ini memang belum mewajibkan penggunaan perangkat cerdas.
"Dalam kasus ini, universitas memutuskan bahwa dispensasi dapat diberikan tanpa mengganggu tugas pokok jabatannya," kata Jay Blanton, Juru Bicara University of Kentucky.
Meski begitu, pihak kampus menegaskan status pengecualian ini tidak bersifat mutlak. Penyesuaian aturan bisa ditinjau kembali pada masa mendatang.
Evaluasi berkala akan dilakukan bila beban tugas atau teknologi kantor berkembang. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional kerja tetap masuk akal.
Kritik moral terhadap AI sendiri mulai meluas di banyak kalangan. Tokoh agama seperti Paus Leo XIV juga pernah menyebut AI sebagai ancaman bagi martabat manusia.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Kasus ini memberi sinyal penting bagi para pemilik usaha dan direktur. Penerapan AI di tempat kerja kini bersentuhan langsung dengan hak individu karyawan.
Manajemen tidak bisa lagi memaksakan alat baru secara serampangan. Setiap instruksi kerja modern berisiko memicu keberatan etika atau hukum dari bawahan.
Bagi perusahaan di Indonesia, situasi ini menjadi peringatan dini dalam menyusun pedoman SDM. Tim manajemen perlu menyiapkan aturan kerja alternatif bagi pegawai yang merasa keberatan.
Langkah mitigasi yang cermat akan mencegah timbulnya konflik ketenagakerjaan di kemudian hari. Pengadopsian teknologi harus tetap selaras dengan kenyamanan moral setiap anggota tim.
- TechCrunch: You don’t need to believe in a god to get a religious exemption from using AI at work
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Paus Leo XIV menyebut AI sebagai ancaman bagi martabat manusia. | Didukung | “Pope Leo XIV has decried AI as a threat to human dignity” TechCrunch melaporkan pernyataan Paus Leo XIV mengenai AI. |
| David Durman, seorang Humanis nontheistik, mendapatkan dispensasi berbasis keyakinan/agama untuk tidak memakai AI di tempat kerja. | Didukung | “David Durman, a nontheistic Humanist, recently secured a religious exemption from using AI in the workplace.” TechCrunch menyatakan Durman berhasil memperoleh dispensasi tersebut. |
| David Durman berstatus sebagai administrator di University of Kentucky. | Didukung | “Durman, a University of Kentucky administrator, told TechCrunch.” TechCrunch mengonfirmasi jabatan dan institusi tempat Durman bekerja. |
| American Humanist Association (AHA) adalah organisasi nirlaba yang mengadvokasi humanisme sekuler. | Didukung | “American Humanist Association (AHA) — a nonprofit advancing secular humanism” TechCrunch menerangkan profil singkat AHA. |
| Durman menilai AI mengganggu mata pencarian manusia, berdampak bencana bagi lingkungan, serta menjarah kreativitas manusia seperti seni dan sastra. | Didukung | “AI is interfering with people’s ability to earn a living, the environmental costs spell disaster for humanity and our planet, and its supplanting and theft of human creativity threaten elements” TechCrunch memuat pernyataan tertulis Durman yang diterbitkan oleh AHA. |
| Erin Maus, seorang insinyur perangkat lunak Unitarian Universalist, sebelumnya berhasil mendapatkan perlindungan serupa. | Didukung | “Erin Maus , a Unitarian Universalist and software engineer, was able to secure similar protections for herself.” TechCrunch melaporkan kasus terdahulu yang melibatkan Erin Maus. |
| University of Kentucky meninjau permohonan akomodasi keagamaan secara individual berdasarkan tanggung jawab kerja dan keadaan pemohon. | Didukung | “reviews requests for religious accommodations on an individual basis, considering the employee’s job responsibilities and the circumstances of the request.” TechCrunch mengutip juru bicara kampus Jay Blanton. |
| Pihak kampus University of Kentucky menetapkan dispensasi dapat diberikan sembari membiarkan Durman tetap menjalankan fungsi pokok jabatannya. | Didukung | “In this case, the university determined that an accommodation could be provided while allowing the employee to continue performing the essential functions of their position” TechCrunch mengutip pernyataan resmi Jay Blanton. |
| Dispensasi dapat ditinjau kembali seiring berkembangnya teknologi dan tanggung jawab pekerjaan agar tetap masuk akal dan dapat diterapkan. | Didukung | “As technology and job responsibilities evolve, accommodations may be reviewed to ensure they remain reasonable and workable.” TechCrunch mengutip pernyataan Jay Blanton. |
| Tugas administratif Durman adalah mendukung para peneliti yang mengajukan permohonan dana hibah, dan perannya belum mewajibkan penggunaan AI. | Didukung | “in Durman’s administrative role, in which he supports researchers applying for grants, he has not been required to use AI at work.” TechCrunch mendeskripsikan peran kerja Durman dan status kewajiban AI di posisinya. |
| Durman mengajukan dispensasi sekarang untuk mengantisipasi jika rekomendasi penggunaan AI di kantor kelak berubah menjadi kewajiban. | Didukung | “he sought to secure his exemption now, in case the suggestion becomes a mandate in the future.” TechCrunch melaporkan alasan Durman mengajukan dispensasi lebih awal. |
| Durman menyatakan: "For me, this was about me and my convictions." | Didukung | ““For me, this was about me and my convictions,” Durman said.” TechCrunch memuat kutipan langsung dari David Durman. |
Video AI terbaru
NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe