Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Microsoft dan Deretan Raksasa Media Pangkas Karyawan di Tengah Tren AI

Microsoft menawarkan pesangon ke 60.000 karyawan demi menutup biaya AI. Gelombang pemutusan kerja juga melanda berbagai perusahaan media global.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Microsoft menawarkan pesangon ke 60.000 staf guna menutup biaya AI dan pusat data.
  • Meta memangkas 8.000 pekerja dengan faktor kecerdasan buatan dalam pertimbangan.
  • Jaringan berita E.W. Scripps memotong 12 persen staf untuk beralih ke teknologi AI.

Industri teknologi dan media global kembali menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja besar. Pengurangan jumlah staf ini menyasar puluhan ribu tenaga kerja.

Laporan media Deadline merinci daftar panjang perampingan staf di berbagai korporasi dunia. Sebagian pemangkasan kerja ini terkait langsung dengan strategi teknologi baru.

Microsoft menawarkan pengunduran diri sukarela kepada pegawainya dalam skala masif. Tawaran pesangon ini menyasar lebih dari seperempat staf atau sekitar 60.000 orang.

Langkah tersebut diambil guna menutup biaya kecerdasan buatan dan pusat data. Pengeluaran modal Microsoft di sektor komputasi cerdas memang sedang meningkat.

Divisi video game milik Microsoft, Xbox, juga kembali memangkas jumlah pekerja. Mereka memangkas 268 peran kerja pada studio Halo dan studio internal lainnya pada September.

Sebelumnya pada Juli, Xbox telah mengumumkan rencana pemutusan kerja bagi 3.200 karyawan. Separuh dari pemotongan itu mulai berlaku pada tahun fiskal berikutnya.

Meta ikut memangkas sepuluh persen tenaga kerja mereka mulai Mei. Pengurangan ini berdampak langsung kepada sekitar 8.000 karyawan Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Selain itu, sekitar 6.000 lowongan pekerjaan di Meta tidak akan diisi. Memo internal perusahaan menyebut kecerdasan buatan menjadi faktor dalam pemotongan ini.

Perusahaan aplikasi Snap memangkas 16 persen karyawan tetap atau sekitar 1.000 orang.

CEO Snap Evan Spiegel menyebut kecerdasan buatan menawarkan cara kerja baru bagi industri.

Perampingan Merambah Ruang Redaksi dan Hiburan

Industri media penyiaran berita juga melakukan perombakan organisasi secara besar-besaran. Jaringan berita E.W. Scripps memangkas 12 persen staf mereka pada awal Agustus.

"We’re leaning into AI, automation, technology and the centralization of some roles," kata Adam Symson, CEO E.W. Scripps.

Symson menyatakan langkah ini mengubah perusahaannya menjadi media penyiaran berbasis teknologi dan AI. Mereka memusatkan sejumlah peran kerja lewat otomatisasi.

Rumah produksi Hello Sunshine turut memangkas separuh pegawainya atau sekitar 30 orang. Perusahaan ini memusatkan fokus pada lini film, televisi, dan klub buku.

Penerbit daring BuzzFeed memangkas 35 persen staf dan pekerja kontrak mereka. Kebijakan ini berlangsung dua bulan setelah Byron Allen merampungkan pembelian BuzzFeed.

Layanan streaming Netflix memangkas seribu posisi kerja atau enam persen staf global. Sementara itu, Disney memangkas ratusan staf pada divisi teknologi dan sumber daya manusia.

Namun, tidak semua pengurangan staf berkaitan dengan teknologi baru. Pembuat game Epic Games menegaskan perampingan 1.000 pekerjanya tidak berkaitan dengan AI.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Biaya infrastruktur sistem cerdas ternyata membutuhkan modal dana yang sangat besar. Pemimpin bisnis perlu menghitung biaya pemeliharaan sebelum menambah investasi perangkat baru.

Otomatisasi memang membuka metode kerja baru bagi perusahaan. Namun, perampingan tim kerja harus dipikirkan secara matang agar layanan tidak terganggu.

Pemanfaatan teknologi sebaiknya difokuskan untuk meningkatkan produktivitas tim yang ada. Hal ini berguna menjaga mutu kerja harian perusahaan tetap stabil.

Keputusan adopsi teknologi harus memberi dampak nyata pada efisiensi operasional. Jangan sampai belanja sistem cerdas justru membebani arus kas usaha.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Deadline: List Of Hollywood & Media Layoffs From Paramount To Warner Bros Discovery To CNN & More
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Microsoft menawarkan pesangon atau pengunduran diri sukarela kepada lebih dari seperempat staf atau sekitar 60.000 orang untuk menutup biaya AI dan pusat data.Didukung“Microsoft offered voluntary buyouts to more than a quarter of its staff, around 60,000 people to offset costs of AI and data center spending.”
Deadline melaporkan tawaran voluntary buyout Microsoft kepada sekitar 60.000 orang.
Meta berencana memangkas 10 persen tenaga kerja atau sekitar 8.000 karyawan mulai 20 Mei dan tidak mengisi 6.000 lowongan, dengan faktor AI dalam pertimbangan pemotongan.Didukung“Roughly 8,000 employees will be let go starting May 20, and 6,000 open roles will not be filled, the internal memo said. AI can be factored into the cuts.”
Deadline mencatat rincian memo internal Meta mengenai pemangkasan staf dan faktor AI.
Xbox memangkas 268 peran kerja di Halo Studios dan studio pihak pertama lainnya pada September, setelah sebelumnya mengumumkan rencana pemotongan 3.200 pekerja pada Juli.Didukung“The additional layoffs at the start of fall aimed to eliminate 268 roles across Halo Studios and other first-party studios.”
Deadline merinci putaran PHK Xbox pada bulan Juli dan September.
Snap memangkas 16 persen staf purnawaktu atau sekitar 1.000 karyawan, dan CEO Evan Spiegel menyebut AI menawarkan cara kerja baru.Didukung“Snap CEO Evan Spiegel revealed that the company will cut 16% of its full-time staff, or around 1,000 employees.”
Deadline mengutip rincian pemangkasan staf Snap serta pernyataan Evan Spiegel terkait AI.
CEO E.W. Scripps Adam Symson mengaitkan pemotongan 12 persen staf dengan revolusi AI untuk beralih ke jurnalisme penyiaran berbasis teknologi dan AI.Didukung“E.W. Scripps CEO Adam Symson attributed a 12% workforce cut to an AI “revolution” in early August.”
Deadline memuat pernyataan CEO E.W. Scripps mengenai alasan pemotongan 12% staf.
Hello Sunshine memangkas separuh stafnya atau sekitar 30 karyawan guna memfokuskan kembali bisnis pada film, televisi, dan Reese's Book Club.Didukung“Hello Sunshine laid off half of its staff — about 30 workers — as part of an effort to refocus Hello Sunshine on its core strategic areas: film, television and Reese’s Book Club.”
Deadline melaporkan perampingan staf di Hello Sunshine beserta fokus strategisnya.
BuzzFeed memangkas 35 persen staf dan kontraktor dua bulan setelah Byron Allen merampungkan pembeliannya.Didukung“Two months after Byron Allen closed his purchase of BuzzFeed , the online publisher disclosed plans to cut 35% of staff and dedicated contractors across its brands.”
Deadline mengonfirmasi perampingan 35% staf dan kontraktor di BuzzFeed pascaakuisisi.
Netflix memangkas sekitar 1.000 posisi kerja atau 6 persen staf globalnya, sedangkan Disney memangkas ratusan karyawan di divisi teknologi dan SDM pada akhir September 2026.Didukung“Netflix began a major round of layoffs adding up to 6% of its global staff, equivalent to around 1,000 jobs.”
Deadline memaparkan rincian angka PHK pada Netflix dan Disney.
Epic Games menegaskan PHK 1.000 pekerjanya tidak berkaitan dengan kecerdasan buatan.Didukung“memo to employees March 24 , noting that its laying off of 1,000 workers was “unrelated to AI.””
Deadline mencatat memo Epic Games yang menyebut pemutusan kerja tidak berhubungan dengan AI.

Video AI terbaru

NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe NVIDIA

Baca juga