Bos Proton Andy Yen Paksa Staf Pakai AI dan Rombak Budaya Kerja
Investigasi mengungkap tekanan keras pimpinan Proton kepada tim pembuat kode. Karyawan dituntut serba cepat dengan bantuan kecerdasan buatan.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- CEO Proton Andy Yen mendesak staf memakai AI untuk menulis kode pemrograman secara kilat.
- Perusahaan memantau volume kode buatan AI melalui perangkat lunak di komputer staf.
- Proton berencana menyetop perekrutan insinyur baru dan beralih ke manajer produk berbasis AI.
Penerapan kecerdasan buatan di tempat kerja kerap memicu gesekan tajam. Langkah keras pimpinan perusahaan kini menuai sorotan luas.
Laporan Fast Company mengutip investigasi 404 Media tentang kondisi internal Proton. Perusahaan ini terkenal lewat layanan surat elektronik aman Proton Mail.
Kepemimpinan Proton kini sangat berfokus pada pemanfaatan alat bantu pintar. Tekanan besar diberikan kepada para pembuat kode agar bekerja lebih cepat.
Dalam pesan internal, CEO Andy Yen mengecam staf yang menguji keamanan kode terlalu lama. Uji coba berhari-hari sebelum peluncuran dinilai memperlambat kerja sistem.
"Tentu saja kita bisa bekerja cepat dan aman. Berhentilah selalu berpikir cara untuk menjadi lebih lambat, dan lebih fokuslah pada cara untuk menjadi lebih cepat," kata Andy Yen, CEO Proton.
Yen bahkan menyebut pola pikir yang lambat itu sebagai pemikiran pecundang. Pesan tersebut membuat banyak pekerja takut mengungkap celah keamanan pada sistem.
Sikap ini dinilai sangat bertolak belakang dengan citra Proton di publik. Selama ini mereka mengutamakan privasi pengguna dan perlindungan data ketat.
Dahulu Proton sempat melarang penggunaan program otomasi penulisan kode. Kini arah bisnis berputar demi mengejar target pendapatan yang lebih tinggi.
Perusahaan kini memasang aplikasi khusus di komputer jajaran pegawai. Perangkat lunak ini bertugas melacak porsi kode yang dibuat mesin pintar.
Manajemen juga membuka alamat email khusus aduan kendala kecepatan. Kanal ini dipakai untuk menyingkirkan semua penghambat laju pemakaian teknologi otomatis.
Menurut laporan 404 Media, arah perekrutan tenaga kerja juga akan bergeser. Proton berencana tidak lagi menambah posisi insinyur setelah tahun ini.
Peran teknis tersebut rencananya digantikan oleh pengelola produk. Tugas mereka adalah merancang fitur baru langsung dengan bantuan program pintar.
Sebelumnya Proton berencana mewawancarai ulang staf terkait pemakaian alat otomasi. Rencana itu dibatalkan setelah hasil penyelidikan media mulai tersebar luas.
Dokumen internal juga mengungkap rencana pembentukan tim kerja khusus. Tim elit ini diminta lembur dengan imbalan gaji dan bonus tambahan.
Yen bahkan melirik ritme kerja ekstrem dari pagi hingga malam. Pola kerja enam hari sepekan ini banyak diadopsi perusahaan rintisan luar.
Dalam tanggapan resmi, Proton tidak membantah kabar yang beredar tersebut. Pihak manajemen mengakui adanya rasa cemas dari sejumlah pekerja di kantor.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Kisah ini menjadi cermin penting bagi para pemilik bisnis dan direktur. Dorongan digitalisasi yang terlalu agresif dapat merusak kenyamanan tim kerja.
Penerapan alat bantu pintar memerlukan pelatihan dan komunikasi yang sehat. Memaksa staf tanpa mendengar masukan justru melahirkan rasa takut yang berbahaya.
Di sektor privasi dan data, uji keamanan tetap menjadi pilar utama. Mengorbankan pemeriksaan teliti demi kecepatan tinggi membuka risiko kebocoran sistem fatal.
Pemimpin perusahaan perlu menyeimbangkan target efisiensi dengan ketelitian kerja. Kecepatan tanpa pengawasan matang akan merugikan kelangsungan bisnis jangka panjang.
- Fast Company: What not to do as a CEO pushing AI? Call your workers ‘losers’
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Proton adalah perusahaan di balik layanan surel terenkripsi Proton Mail. | Didukung | “At Proton—the company behind the encrypted email service Proton Mail” Fast Company menyebutkan Proton adalah perusahaan di balik Proton Mail. |
| CEO Proton Andy Yen mendorong dan menekan karyawan untuk memakai AI dalam menulis kode secara lebih cepat. | Didukung | “putting pressure on employees to write code with AI and move faster.” Fast Company melaporkan kepemimpinan Proton menekan staf untuk memakai AI agar bekerja lebih cepat. |
| CEO Andy Yen menyebut menghabiskan waktu beberapa hari untuk menguji kode demi keamanan sebagai pemikiran pecundang (bullshit and loser thinking). | Didukung | “CEO Andy Yen suggested it was “bullshit and loser thinking” to spend a few days testing new code for security issues before going live.” Fast Company mengutip pesan Slack dari Andy Yen. |
| Andy Yen menyatakan di Slack: 'Of course it’s possible to be fast and secure. Stop thinking always of how to be slower, and focus more on how to be faster.' | Didukung | ““Of course it’s possible to be fast and secure,” he wrote. “Stop thinking always of how to be slower, and focus more on how to be faster.”” Fast Company mengutip langsung pernyataan Andy Yen di Slack. |
| Sikap Andy Yen membuat banyak karyawan takut mengutarakan kekhawatiran terkait celah keamanan pada kode buatan AI. | Didukung | “Yen’s attitude toward his employees has made many of them fearful of expressing concerns about security vulnerabilities with AI-generated code.” Fast Company melaporkan ketakutan para staf atas respons sang CEO. |
| Penggunaan AI sebelumnya dilarang di Proton. | Didukung | “(AI use was previously banned at Proton.)” Fast Company menyebut Proton sebelumnya melarang penggunaan AI. |
| Proton memantau volume kode buatan AI yang digunakan karyawan lewat software di komputer mereka. | Didukung | “Proton is tracking the volume of AI-generated code used by its employees through software installed on their computers.” Fast Company memverifikasi adanya software pemantau kode buatan AI di perangkat karyawan. |
| Andy Yen menyiapkan alamat email khusus bagi karyawan untuk melaporkan hambatan terhadap adopsi AI. | Didukung | “Yen has set up an email address that employees can use to alert leadership to anything that might stand in the way of AI adoption” Fast Company melaporkan pembukaan alamat email pelaporan hambatan kecepatan AI. |
| Setelah tahun ini Proton berencana tidak lagi merekrut insinyur dan beralih mempekerjakan product manager untuk membangun produk dengan AI. | Didukung | “after this year, Proton will no longer hire engineers, and will instead employ “what we used to call product managers, to build things with AI.”” Fast Company mengutip laporan mengenai rencana rekrutmen Proton di masa depan. |
| Proton sempat berencana melakukan wawancara ulang terhadap karyawan terkait pemakaian AI, namun dibatalkan menyusul investigasi 404 Media. | Didukung | “planned to conduct “re-interviews” with its employees about their AI usage, allegedly with the understanding that their jobs were on the line. (Those interviews have since been canceled” Fast Company memaparkan rencana re-interview yang akhirnya dibatalkan. |
| Dokumen internal mengindikasikan rencana pembentukan 'elite fast team' dengan jam kerja lebih panjang serta ketertarikan mengadopsi budaya kerja '996'. | Didukung | “involve creating an “elite fast team” that will work longer hours in exchange for higher pay and generous perks. Also on his wish list? Becoming a “ 996 company ”” Fast Company mengungkap rencana tim khusus lembur dan jam kerja 996 dari dokumen internal. |
| Dalam pernyataan kepada 404 Media, Proton tidak membantah laporan investigasi dan mengakui sebagian staf merasa cemas. | Didukung | “In a statement to 404 Media , the company did not deny the reporting: “It’s clear that some people at Proton are unhappy with our direction, or misunderstand it, and many people are anxious.” Fast Company memuat tanggapan resmi Proton kepada 404 Media. |
Video AI terbaru
NVIDIA GTC Berlin 2026 Event Highlights: AI in Action Across Europe