Riset Buktikan Tim Manusia Masih Lebih Kreatif Dibanding Kolaborasi Bersama AI
Kecerdasan buatan mampu menghasilkan gagasan dalam jumlah banyak dan cepat, tetapi tim manusia terbukti menghasilkan ide yang jauh lebih unik dan bervariasi.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Eksperimen 208 peserta menunjukkan pasangan manusia lebih kreatif daripada orang yang dibantu ChatGPT.
- Bot percakapan AI cenderung mengulang ide serupa sehingga variasi pemikiran bisnis menjadi seragam.
- Jawaban model AI sering bertele-tele dengan isi inti hanya sekitar 42 persen dari total teks.
Banyak kantor kini memakai kecerdasan buatan untuk memicu ide baru. Namun, kolaborasi antarmanusia terbukti masih menghasilkan gagasan yang jauh lebih segar.
Temuan ini dipaparkan para ilmuwan kognitif lewat laporan di SingularityHub. Mereka menguji perbedaan daya cipta saat orang bekerja bersama rekan kerja melawan bantuan peranti cerdas.
Para peneliti mengukur pemikiran divergen atau kemampuan menemukan berbagai kegunaan baru dari benda biasa. Benda yang dipakai untuk pengujian mencakup batu bata hingga buku.
Banyak Gagasan tetapi Seragam
Model bahasa besar memang unggul dalam hal kecepatan. Sistem ini bisa memuntahkan banyak teks dalam waktu singkat.
Lebih dari separuh artikel baru di internet saat ini bahkan dibuat oleh peranti otomatis. Namun, jumlah yang melimpah tidak menjamin keaslian gagasan.
Uji coba pada 12 bot obrolan cerdas menunjukkan jawaban komputer sangat bertele-tele. Jawaban inti hanya mengisi sekitar 42 persen isi bacaan.
Sisanya hanyalah uraian tambahan yang berulang dan keluar dari topik pembicaraan. Pola kalimat yang panjang ini sering mengecoh pengguna awam.
Dalam eksperimen terpisah, peneliti membagi 208 peserta secara acak. Sebagian berpasangan dengan sesama orang, sedangkan sisanya berpasangan dengan ChatGPT.
Peserta yang memakai bantuan peranti cerdas memang menuliskan jawaban lebih panjang. Namun, pasangan sesama manusia terbukti menelurkan ide yang jauh lebih kreatif.
Tantangan Jangka Panjang Kerja Tim
Peranti otomatis kerap membagikan satu usulan menarik yang sama ke banyak pengguna. Akibatnya, kumpulan saran yang keluar menjadi sangat seragam.
Peneliti lain mengibaratkan hasil gambar peranti otomatis yang membosankan seperti musik latar di dalam lift. Tulisan cerita yang dibantu bot juga berakhir mirip satu sama lain.
Kondisi ini terjadi karena model bahasa seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini menebak kata berikutnya berdasar data pelatihan. Pola kalimat dan pilihan katanya pun menjadi seragam.
Keunggulan kerja sama manusia justru makin menguat seiring berjalannya waktu. Jarak semantik atau perbedaan antarkonsep pemikiran manusia tercatat jauh lebih luas.
Pengembangan produk baru biasanya butuh rata-rata 27 bulan dari ide awal sampai rilis. Untuk barang yang sangat inovatif, prosesnya bisa memakan waktu hingga 54 bulan.
Teknik memberi peran khusus pada bot terbukti membantu menaikkan variasi saran. Namun, kemampuannya tetap belum bisa menandingi sudut pandang manusia nyata.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi para pimpinan perusahaan di Indonesia, peranti pintar ini tetap berguna untuk merapikan draf awal. Namun, jangan menggantungkan seluruh arah inovasi produk pada keluaran komputer.
Ketergantungan penuh pada bot obrolan berisiko membuat produk dan kampanye pemasaran Anda serupa dengan milik pesaing. Diferensiasi pasar yang unik justru bisa terkikis secara perlahan.
Dorong tim internal untuk berdiskusi tatap muka sebelum meminta bantuan mesin pintar. Pengalaman nyata karyawan di lapangan tetap menjadi modal termahal untuk memenangkan persaingan bisnis.
- SingularityHub: AI May Quickly Generate Ideas—but Teams of People Are Still More Creative
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Riset membuktikan pasangan manusia masih menghasilkan ide yang lebih kreatif dibanding kolaborasi dengan ChatGPT. | Didukung | “human pairs came up with more creative ideas than the humans working with ChatGPT.” SingularityHub |
| Penelitian melibatkan 208 peserta yang dibagi secara acak untuk bekerja sama dengan manusia atau AI. | Didukung | “We randomly assigned 208 participants to work with either AI or another person.” SingularityHub |
| Pengukuran pemikiran divergen dilakukan dengan tugas kegunaan alternatif (alternate uses task) menggunakan benda seperti batu bata atau buku. | Didukung | “One way of measuring divergent thinking is to ask someone to come up with a range of uses for a common item, such as a brick or a book. This is known as the alternate uses task.” SingularityHub |
| Lebih dari separuh artikel baru di internet saat ini dibuat oleh AI. | Didukung | “more than half of new articles online are now generated by AI” SingularityHub |
| Pengujian pada 12 bot AI menunjukkan jawaban bertele-tele dan jawaban inti sebenarnya hanya mencakup sekitar 42% dari teks. | Didukung | “Researchers who tested 12 AI chatbots across different companies on thousands of factual questions found that their answers were often many times longer than human-written answers, with the actual answer making up only about 42% of the text.” SingularityHub |
| Sisa teks dari jawaban bot AI sebagian besar berupa informasi berulang, detail latar belakang yang tidak perlu, dan penjelasan yang keluar topik. | Didukung | “The rest was largely extra padding: repetitive information, unnecessary background details, and explanations that went into too much detail or veered off topic.” SingularityHub |
| Peserta yang berkolaborasi dengan ChatGPT menuliskan respons yang lebih panjang pada alternate uses task. | Didukung | “people working with ChatGPT wrote longer responses on the alternate uses task.” SingularityHub |
| Ide dari kolaborasi antarmanusia cenderung lebih berbeda dan beragam dibanding mereka yang dibantu model bahasa besar. | Didukung | “ideas people came up with when working with other people tended to be more distinct and diverse than those who worked with large language models.” SingularityHub |
| Riset lain menyebut gambar generatif berulang yang membosankan sebagai 'visual elevator music'. | Didukung | “using AI repeatedly over time to generate images often results in bland, generic pictures—what they call “ visual elevator music .”” SingularityHub |
| Model bahasa besar seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini memprediksi kata berikutnya dan memiliki pola irama, diksi, sintaksis, serta saran yang serupa. | Didukung | “different large language models, whether it’s ChatGPT, Claude or Gemini, tend to have similar cadences, diction, syntax, and suggestions” SingularityHub |
| Interaksi antarmanusia menghasilkan jarak semantik yang lebih besar seiring waktu dibanding dengan bot. | Didukung | “Over time, interacting with other humans seems to result in larger semantic distance than interacting with a chatbot.” SingularityHub |
| Peluncuran produk baru rata-rata membutuhkan waktu 27 bulan dari ide awal hingga selesai, dan produk yang lebih inovatif dapat memakan waktu hingga 54 bulan. | Didukung | “it takes an average of 27 months to go from the initial idea to the finished product. More innovative products can take as long as 54 months .” SingularityHub |
| Teknik persona prompting meningkatkan variasi ide ChatGPT, tetapi rentang idenya tetap lebih sempit dibanding yang dihasilkan manusia. | Didukung | “while this persona prompting increased ChatGPT’s idea diversity, the overall range of ideas still fell short of that produced by human writers .” SingularityHub |
Video AI terbaru
How Gen uses ChatGPT Work to turn data Into decisions | OpenAI