Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Pasar Saham AS Anjlok Akibat Khawatir Gelembung AI Pecah

Indeks Nasdaq 100 anjlok menuju kerugian satu triliun dolar AS setelah saham Alphabet dan Amazon tersungkur.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Indeks teknologi Nasdaq 100 merosot 2,6 persen dan terancam kehilangan nilai pasar satu triliun dolar AS.
  • Nilai pasar Alphabet terhapus lebih dari 500 miliar dolar AS dalam sehari setelah anjlok 12,6 persen.
  • Belanja modal Amazon membengkak hingga 220 miliar dolar AS untuk mendanai kecerdasan buatan.

Pasar saham Amerika Serikat anjlok cukup parah pada Jumat, 30 Oktober 2026. Situasi ini dipicu oleh ketakutan terhadap gelembung kecerdasan buatan yang membengkak.

Indeks saham teknologi Nasdaq 100 merosot hingga 2,6 persen. Laporan NBC News mencatat indeks tersebut berada di jalur kehilangan nilai satu triliun dolar AS.

Indeks Nasdaq 100 memuat saham raksasa AI dunia. Daftar emiten itu mencakup Apple, Nvidia, Microsoft Corp, dan Amazon.

Mengutip laporan media Futurism, kepanikan pasar dipicu oleh keraguan investor. Pelaku pasar cemas belanja raksasa teknologi belum membuahkan hasil nyata.

Belanja Modal Amazon dan Alphabet Tersandung

Saham Amazon turun sekitar dua persen saat perdagangan dibuka pada Jumat pagi. Padahal, laporan keuangan kuartal ketiga Amazon menunjukkan pertumbuhan bisnis komputasi awan.

Kinerja bisnis awan itu gagal menenangkan kekhawatiran para investor saham. Kecemasan pasar tertuju pada besarnya pengeluaran perusahaan.

Belanja modal Amazon untuk tahun 2026 melonjak hingga 220 miliar dolar AS. Sebagian besar biaya jumbo itu digunakan untuk proyek AI.

Kondisi ini menyusul kejatuhan saham induk Google, Alphabet, pada hari Kamis. Alphabet merupakan salah satu indikator utama arah perdagangan teknologi AI.

Saham Alphabet anjlok lebih dari 12,6 persen dalam perdagangan hari itu. Angka tersebut menjadi hari perdagangan terburuk sepanjang sejarah perusahaan.

Peristiwa itu menghapus nilai pasar Alphabet lebih dari 500 miliar dolar AS. Catatan ini menjadi penurunan nilai terbesar kedua dalam sejarah pasar modal.

Tuntutan Bukti Nyata dari Pendekatan Hiperskala

Triliunan dolar saat ini terkumpul pada segelintir perusahaan teknologi raksasa. Namun, para raksasa teknologi tersebut masih kesulitan menghasilkan keuntungan komersial yang sepadan.

Banyak pihak mulai mempertanyakan keberlanjutan pendekatan hiperskala. Pendekatan ini membangun pusat data raksasa yang membutuhkan daya listrik luar biasa besar.

Biaya mahal tersebut kini dibandingkan dengan penggunaan model AI yang lebih ringan. Model yang efisien dinilai mampu bekerja dengan biaya jauh lebih murah.

"Banyak pihak di pasar merasa kita tidak punya pilihan selain berharap strategi ini berhasil," kata Rohit Chopra, mantan regulator perlindungan konsumen federal, kepada Politico.
"Tetapi pada suatu titik, kita akan melihat apakah dugaan pendapatan dan pertumbuhan itu terbukti. Jika tidak terbukti, Anda akan melihat efek domino bagi ekonomi," kata Rohit Chopra.

Saat ini, para pengamat belum bisa memastikan akhir euforia AI. Namun, pasar mulai meminta bukti keuntungan nyata dari triliunan dolar investasi.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Koreksi pasar modal ini memberikan peringatan berharga bagi para pemimpin perusahaan. Anda sebaiknya tidak latah menggelontorkan anggaran besar hanya demi mengikuti tren teknologi.

Raksasa teknologi global saja terbukti kesulitan menutup biaya investasi infrastruktur mereka. Beban biaya peladen dan energi yang tinggi bisa membahayakan arus kas bisnis.

Pelaku usaha di Indonesia perlu mengutamakan efisiensi nyata pada setiap keputusan belanja. Gunakan alat bantu kerja yang murah sebelum memutuskan membeli sistem yang mahal.

Pendapatan dan pertumbuhan bisnis harus tetap menjadi tolok ukur utama manajemen. Jangan sampai biaya operasional membengkak tanpa adanya kenaikan pemasukan yang pasti.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Futurism: Stock Market Bloodbath Spikes Fears of AI Bubble Bursting
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Indeks Nasdaq 100 merosot 2,6 persen dan berada di jalur kehilangan nilai pasar satu triliun dolar AS.Didukung“The tech-heavy Nasdaq 100 — home of major AI stocks like Apple, Nvidia, Microsoft Corp and Amazon — was down 2.6 percent at the time of writing, well on track for a $1 trillion drop, as NBC News observed”
Futurism mengutip pengamatan NBC News mengenai penurunan Nasdaq 100 sebesar 2,6%.
Saham Alphabet anjlok lebih dari 12,6 persen pada hari Kamis, menjadikannya hari perdagangan terburuk sepanjang sejarah perusahaan.Didukung“shares for Google’s parent company Alphabet — a major bellwether for the AI trade — plummeted over 12.6 percent on Thursday. It was the company’s worst single trading day ever”
Futurism melaporkan kejatuhan saham Alphabet pada Kamis.
Penurunan Alphabet menghapus lebih dari 500 miliar dolar AS nilai pasar dan merupakan wipeout harian terbesar kedua dalam sejarah.Didukung“and the second-largest single day wipeout of any company’s stock in history, obliterating over $500 billion worth of market value.”
Futurism mencatat kerugian kapitalisasi pasar Alphabet.
Saham Amazon turun sekitar dua persen saat pembukaan perdagangan Jumat pagi kendati laporan kuartal ketiga menunjukkan momentum di unit komputasi awan.Didukung“Losses were pushed by Amazon, which shed about two percent when trading opened Friday morning. Though Amazon’s third quarter earnings report pointed to continued momentum in the company’s cloud computing”
Futurism memaparkan pergerakan saham Amazon dan laporan keuangannya.
Belanja modal Amazon untuk tahun 2026 membengkak menjadi 220 miliar dolar AS, sebagian besar terkait dengan AI.Didukung“Amazon’s capital expenditures for 2026 ballooned to $220 billion, much of which is tied to AI.”
Futurism mencantumkan angka belanja modal Amazon tahun 2026.
Perusahaan AI teratas sebagian besar masih kesulitan mengubah teknologi tersebut menjadi teknologi yang layak secara komersial.Didukung“trillions of dollars remain tied up in just a few top AI companies, which have largely struggled to turn the tech into a commercially viable technology.”
Futurism melaporkan kesulitan komersialisasi AI di kalangan raksasa teknologi.
Pendekatan hiperskala membangun pusat data masif yang rakus energi untuk memenuhi permintaan AI dibandingkan model yang efisien dan ringan dengan biaya jauh lebih murah.Didukung“this hyperscale approach — in which tech monopolies build massive, energy-intensive data centers to fuel AI demand — is a sustainable approach, compared to one which deploys efficient and lightweight”
Futurism menguraikan perdebatan pendekatan hiperskala vs model efisien.
Mantan regulator perlindungan konsumen federal Rohit Chopra menyatakan banyak pihak di pasar merasa tidak punya pilihan selain berharap hal ini berhasil, dan jika hipotesis pendapatan gagal terbukti akan memicu efek domino bagi ekonomi.Didukung“former federal consumer protection regulator Rohit Chopra told Politico in a recent interview. “Many in the market feel we have no choice but for it to work out,” Chopra explained.”
Futurism mengutip pernyataan Rohit Chopra dari wawancaranya dengan Politico.
Masih terlalu dini untuk memastikan apakah ini akhir dari euforia investasi AI.Didukung“As for whether this is the end of the AI feeding frenzy, it may be too early to tell.”
Futurism menyatakan belum dapat dipastikan apakah ini akhir dari tren AI.

Video AI terbaru

How Gen uses ChatGPT Work to turn data Into decisions | OpenAI OpenAI

Baca juga