Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Serikat Hollywood Desak Hakim Tolak Pengecualian Hak Cipta AI OpenAI

Empat serikat pekerja kreatif AS meminta pengadilan menolak dalih penggunaan wajar OpenAI demi melindungi royalti dan hak cipta karya manusia.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Empat serikat pekerja hiburan AS menolak izin gratis pemakaian konten untuk melatih model AI OpenAI.
  • Pelatihan AI tanpa izin dinilai merugikan pekerja kreatif dan memindahkan nilai ekonomi ke korporasi.
  • Gugatan di New York ini melibatkan media besar seperti The New York Times serta penulis ternama.

Empat serikat pekerja kreatif Amerika Serikat resmi turun tangan ke pengadilan federal. Mereka menolak dalih penggunaan wajar yang diajukan oleh OpenAI dalam sengketa hak cipta.

Serikat yang terlibat mencakup SAG-AFTRA, American Federation of Music, serta Writers Guild of America East dan West. Mereka mengajukan berkas pandangan hukum bersama ke pengadilan New York.

Langkah hukum ini dilaporkan langsung oleh media Deadline. Dokumen setebal 34 halaman itu menyoroti risiko pelatihan model kecerdasan buatan tanpa izin resmi.

Penggunaan wajar atau fair use adalah aturan hukum yang mengizinkan pemakaian materi berhak cipta tanpa izin. OpenAI memakai dalih ini untuk melatih sistem AI miliknya.

Para pekerja seni menilai langkah OpenAI merampas karya pekerja kelas menengah. Korporasi bernilai triliunan dolar dianggap memakai konten orang lain secara bebas tanpa bayaran.

"Kerugian dari pelatihan tanpa izin tidak hanya menimpa perusahaan media, tetapi juga para profesional di balik karya tersebut," tulis serikat pekerja dalam berkas mereka.

Gugatan Panjang Melibatkan Penulis dan Media

Sengketa ini mempertemukan OpenAI dengan deretan penerbit berita terkemuka. Pihak penuntut antara lain The New York Times, The Intercept, dan surat kabar dari Florida serta Arkansas.

Sejumlah penulis papan atas juga ikut bergabung dalam gugatan. Nama-nama seperti George R.R. Martin, John Grisham, dan Ta-Nehisi Coates turut menuntut ganti rugi.

Penulis lain seperti Michael Connelly, Sarah Silverman, Jonathan Franzen, dan Jodi Picoult ikut melayangkan tuntutan serupa. Organisasi Authors Guild juga masuk ke dalam barisan penuntut.

Daftar penuntut makin panjang dengan hadirnya David Baldacci, Mary Bly, Sylvia Day, dan puluhan penulis buku ternama lainnya. Mereka menilai karya tulis mereka disalin tanpa kompensasi.

Bagi serikat pekerja, sengketa AI ini pada dasarnya hanyalah kasus hak cipta biasa. Mereka meminta hakim memeriksa kasus per kasus, bukan memberi izin bebas secara sepihak.

Isu AI sebelumnya menjadi pemicu aksi mogok kerja massal para penulis dan aktor pada 2023. Perdebatan ini kembali memanas pada perundingan kontrak kerja tahun 2026.

Dalam kontrak kerja 2026, serikat pekerja berhasil meraih hak pemberitahuan dan tawar-menawar lisensi AI komersial. Jika OpenAI menang mutlak, kesepakatan kerja tersebut terancam gugur.

"Putusan bahwa pelatihan adalah penggunaan wajar akan membatalkan kesepakatan perundingan serikat dan industri," tulis serikat pekerja dalam dokumen amicus brief tersebut.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Gugatan hak cipta ini memberi sinyal penting bagi para pemimpin bisnis dan direktur perusahaan. Biaya pengembangan dan pemakaian teknologi AI berpeluang meningkat tajam di masa depan.

Bila pengadilan menolak dalih penggunaan wajar, pengembang teknologi wajib membeli lisensi resmi dari pemilik konten. Biaya langganan alat AI komersial kemungkinan besar akan ikut melonjak bagi pengguna akhir.

Pelaku usaha di Indonesia juga perlu memeriksa aspek kepatuhan data internal. Menggunakan data pelanggan atau konten pihak ketiga untuk melatih sistem otomatis bisa menimbulkan sengketa hukum serius.

Pemilik bisnis sebaiknya mulai menyusun aturan tegas soal pemanfaatan karya cipta pihak luar. Langkah ini penting agar investasi teknologi baru tidak memicu denda atau tuntutan hukum di kemudian hari.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Deadline: SAG-AFTRA, WGA & AFM Ask Judge To Reject Fair Use Exemption In OpenAI Copyright Battle & Warn Of “Harms Of Unlicensed Training” For AI Models
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Empat serikat pekerja kreatif AS (SAG-AFTRA, American Federation of Music, Writers Guild of America East dan West) mendesak hakim federal menolak dalih penggunaan wajar (fair use) untuk pelatihan model AI OpenAI.Didukung“SAG-AFTRA , the American Federation of Music and the Writers Guild of America East and West are calling on a federal judge to reject a fair use exemption for training AI models.”
Deadline melaporkan serikat-serikat pekerja tersebut mengajukan amicus brief bersama mendesak hakim menolak pengecualian fair use untuk pelatihan AI.
Serikat pekerja menilai korporasi bernilai triliunan dolar memanfaatkan karya pekerja kelas menengah dan pekerja kreatif secara bebas untuk mengembangkan teknologi AI.Didukung“the trillion-dollar company is “appropriating the work of middle- and working-class people to develop their technology” with the free, unrestrained use of third-party content”
Deadline mengutip isi amicus brief serikat pekerja.
Dokumen amicus brief setebal 34 halaman memaparkan bahwa pengecualian fair use secara menyeluruh dapat memindahkan nilai ekonomi secara besar-besaran dari kreator ke korporasi.Didukung“The 34-page document lays out in detail how a categorical fair use exemption would allow for a “potentially enormous transfer of value” from creators to corporations.”
Deadline merinci isi dokumen hukum 34 halaman yang diajukan serikat pekerja.
Serikat menyatakan sengketa pelatihan AI pada dasarnya hanyalah kasus hak cipta biasa dan penilaian fair use harus diputuskan kasus per kasus.Didukung“Though this is uncharted territory for the courts, “ultimately, this AI training dispute is ‘no more than an ordinary copyright case’ and should be treated as such,” the brief says.”
Deadline mencantumkan kutipan dari berkas amicus brief serikat pekerja.
Sengketa hak cipta terpadu di New York ini melibatkan The New York Times, The Intercept, surat kabar Florida dan Arkansas, Authors Guild, serta penulis terkenal seperti George R.R. Martin, John Grisham, dan Ta-Nehisi Coates.Didukung“The NYC-based copyright action locks OpenAI in a consolidated copyright infringement fight with the New York Times, Florida and Arkansas papers, The Intercept, other outlets, and a host of individually”
Deadline menyebutkan daftar pihak penggugat dalam aksi hak cipta berbasis New York tersebut.
Isu AI menjadi fokus dalam aksi mogok kerja tahun 2023 dan perundingan tahun 2026, di mana serikat penulis dan aktor berhasil meraih hak pemberitahuan dan perundingan lisensi pihak ketiga untuk pelatihan sistem AI generatif komersial.Didukung“The writers and actors guilds managed to get a notice-and-bargaining right for third party licenses of covered work to train commercial generative AI systems.”
Deadline mencatat ketentuan hasil perundingan serikat pekerja terkait lisensi pelatihan AI komersial.
Serikat pekerja memperingatkan bahwa penetapan pelatihan AI sebagai penggunaan wajar secara mutlak akan membatalkan kesepakatan hasil perundingan serikat dan industri.Didukung““A ruling here that training is categorically fair use would render moot the terms the unions and the industry agreed to at the bargaining table.”
Deadline mengutip langsung argumen dalam berkas amicus brief serikat pekerja.

Video AI terbaru

ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work OpenAI

Baca juga