Bisnis AI Indosat Tembus Rp906 Miliar dalam Sembilan Bulan
Layanan AI Cloud Indosat tumbuh pesat dan diproyeksikan meraup Rp1,8 triliun pada akhir 2026 berkat tingginya permintaan korporasi.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Pendapatan AI Cloud Indosat capai Rp906 miliar dalam sembilan bulan pertama 2026.
- Perusahaan mengincar pendapatan tahunan lebih dari Rp5,4 triliun mulai tahun 2027.
- Fasilitas pinjaman Rp56,2 triliun disiapkan untuk ekspansi infrastruktur data AI.
Bisnis kecerdasan buatan milik Indosat Ooredoo Hutchison tumbuh sangat pesat. Perusahaan meraup hasil besar dari layanan komputasi awan cerdas atau AI Cloud. Layanan ini menyewakan daya komputer canggih untuk mengolah data kecerdasan buatan.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, pendapatannya menyentuh Rp906 miliar. Angka tersebut setara dengan 50 juta dolar AS. Laporan ini diberitakan oleh CNBC Indonesia pada Jumat (30/10/2026).
Realisasi pemasukan ini naik tajam dibanding capaian tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, bisnis AI Indosat membukukan Rp508,2 miliar. Sementara pada paruh pertama 2026, nilainya sudah mencapai Rp599 miliar.
Pihak Indosat memperkirakan tren positif ini bertahan sampai tutup tahun. Perusahaan menargetkan total pendapatan 100 juta dolar AS pada akhir 2026. Angka tersebut setara dengan Rp1,8 triliun.
Prospek jangka panjang lini bisnis ini juga dinilai sangat cerah. Indosat mencatat potensi pendapatan berdasarkan kontrak mencapai Rp5,4 triliun. Nilai ini ditargetkan mulai masuk ke kas perusahaan pada 2027.
Rencana Ekspansi Kapasitas Komputasi
Untuk melayani permintaan pasar, Indosat berencana memperluas kapasitas mesin komputasi. Kapasitas daya pemrosesan AI ditargetkan menyentuh 200 megawatt. Rencana ini dijadwalkan terwujud pada semester pertama tahun 2027.
Pembangunan tahap awal difokuskan pada kapasitas 100 megawatt pertama. Langkah ekspansi besar ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Perusahaan telah menyiapkan fasilitas pinjaman berjangka.
Fasilitas pinjaman tersebut bernilai hingga 3,1 miliar dolar AS. Nilai pinjaman itu setara dengan Rp56,2 triliun. Dana ini dipakai untuk mendanai pembangunan infrastruktur data tingkat tinggi.
Ekosistem Model dan Pengguna
Indosat juga meluncurkan platform bernama Indosat Intelligence Suite. Platform perangkat lunak ini menghadirkan lebih dari 300 model kecerdasan buatan. Model tersebut berasal dari pengembang global dan laboratorium sumber terbuka.
Layanan ini membidik berbagai sektor korporasi besar. Penggunanya mencakup industri perbankan, asuransi, hingga perniagaan elektronik. Instansi telekomunikasi dan lembaga pemerintah turut menjadi pelanggan platform ini.
Di sisi kemitraan, Indosat merangkul penyedia sewa mesin pemrosesan grafis. Mereka juga menggandeng penjual kembali unit token kecerdasan buatan. Kolaborasi ini memperluas rantai distribusi layanan ke pasar.
Bisnis AI memperkuat kinerja keuangan Indosat secara keseluruhan. Pendapatan total perusahaan dalam sembilan bulan 2026 mencapai Rp45,8 triliun. Angka penjualan total ini meningkat 11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Laba operasional sebelum bunga, pajak, dan penyusutan juga naik. Nilainya tercatat sebesar Rp21,1 triliun pada periode yang sama. Kinerja tersebut tumbuh 9 persen secara tahunan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perkembangan ini menunjukkan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar eksperimen teknologi. Layanan AI kini menjadi kebutuhan operasional nyata bagi berbagai industri. Perusahaan perbankan hingga e-commerce mulai membelanjakan anggaran besar untuk teknologi ini.
Kehadiran infrastruktur komputasi lokal memudahkan pimpinan perusahaan mengambil keputusan investasi. Akses pemrosesan data di dalam negeri dapat memangkas latensi sistem. Biaya operasional komputasi awan juga menjadi lebih terukur tanpa risiko nilai tukar.
Pilihan model kecerdasan buatan yang beragam memberi fleksibilitas tinggi bagi bisnis. Pelaku usaha tidak perlu membangun mesin peladen sendiri yang sangat mahal. Mereka cukup menyewa daya komputasi sesuai kebutuhan beban kerja harian.
Para direktur dan manajer perlu mulai memetakan efisiensi berbasis otomasi cerdas. Kesiapan infrastruktur nasional membuka peluang integrasi sistem secara aman dan cepat. Mengabaikan adopsi ini berisiko memperlebar jarak daya saing dengan kompetitor.
- CNBC Indonesia: Sumber Duit Baru Indosat Laku Keras, 9 Bulan Tembus Rp 900 Miliar
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Indosat mencatatkan pendapatan AI Cloud sebesar Rp906 miliar (US$50 juta) selama sembilan bulan tahun 2026. | Didukung | “Indosat mencatatkan pendapatan AI Cloud sebesar US$50 juta atau Rp 906 miliar selama sembilan bulan tahun 2026.” CNBC Indonesia melaporkan pendapatan AI Cloud Indosat pada periode sembilan bulan 2026. |
| Pendapatan bisnis AI Indosat sepanjang 2025 tercatat sebesar US$28 juta atau Rp508,2 miliar. | Didukung | “Angka itu naik dari US$28 juta (Rp 508,2 miliar) sepanjang 2025 lalu.” CNBC Indonesia memuat perbandingan pendapatan bisnis AI Indosat pada 2025. |
| Pendapatan AI Indosat pada paruh pertama 2026 mencapai US$33 juta atau Rp599 miliar. | Didukung | “Sementara pada paruh pertama 2026, pendapatan mencapai US$33 juta (Rp 599 miliar).” CNBC Indonesia merinci pendapatan paruh pertama 2026. |
| Indosat memperkirakan pendapatan bisnis AI hingga akhir 2026 mencapai US$100 juta atau Rp1,8 triliun. | Didukung | “Pihak perusahaan memperkirakan menutup tahun ini dengan mengantongi US$100 juta (Rp 1,8 triliun) dari bisnis AI.” CNBC Indonesia mengutip proyeksi perusahaan hingga tutup tahun 2026. |
| Pendapatan tahunan berdasarkan kontrak mulai 2027 diproyeksikan lebih dari US$300 juta atau Rp5,4 triliun. | Didukung | “pendapatan tahunan berdasarkan kontrak mulai 2027 mencapai lebih dari US$300 juta (Rp 5,4 triliun).” CNBC Indonesia menyebutkan angka pendapatan kontrak mulai 2027. |
| Indosat menargetkan kapasitas komputasi AI sebesar 200 MW pada semester pertama 2027. | Didukung | “Indosat bakal memiliki kapasitas komputasi AI pada semester pertama tahun 2027 sebesar 200 MW.” CNBC Indonesia memberitakan target kapasitas komputasi semester I 2027. |
| Tersedia fasilitas pinjaman berjangka hingga US$3,1 miliar (Rp56,2 triliun) untuk ekspansi infrastruktur AI tahap awal 100 MW. | Didukung | “Fasilitas pinjaman berjangka hingga US$3,1 miliar (Rp 56,2 triliun) sebagai dukungan ekspansi infrastruktur AI tahap awal 100 MW.” CNBC Indonesia melaporkan fasilitas pinjaman ekspansi infrastruktur AI. |
| Indosat Intelligence Suite mengintegrasikan lebih dari 300 model AI dari penyedia global dan open-source. | Didukung | “Platform ini mengintegrasikan lebih dari 300 model AI.” CNBC Indonesia merinci jumlah model AI yang diintegrasikan dalam platform tersebut. |
| Pengguna platform mencakup sektor perbankan, asuransi, e-commerce, telekomunikasi, dan pemerintah. | Didukung | “Penggunanya adalah bank, perusahaan asuransi, e-commerce, telekomunikasi dan pemenerintah.” CNBC Indonesia mendaftar sektor pengguna Indosat Intelligence Suite. |
| Mitra mencakup operator telekomunikasi, penyedia GPUaaS, dan platform penjual kembali token AI. | Didukung | “Untuk mitra, adalah operator telko, penyedia GPUaaS dan platform yang menjual kembali token AI.” CNBC Indonesia menyebutkan mitra ekosistem Indosat. |
| Total pendapatan Indosat selama sembilan bulan 2026 mencapai Rp45,8 triliun (naik 11%) dan EBITDA Rp21,1 triliun (naik 9%). | Didukung | “Secara keseluruhan, revenue Indosat selama sembilan bulan tahujn 2026 menyentuh Rp 45,8 triliun, naik 11% dari tahun sebelumnya. Ebitda sebesar Rp 21,1 triliun, bertambah 9% dari tahun sebelumnya.” CNBC Indonesia memaparkan kinerja keuangan konsolidasi Indosat. |
Video AI terbaru
ChatGPT Enterprise at Zendesk: Putting Company Data to Work