Pusat Data AI Dirakit Massal, Runware Siapkan Pabrik Mirip Industri Otomotif
Startup Runware berencana memproduksi pod pusat data AI secara massal di pabrik. Pemasangan modul di lokasi diklaim tuntas dalam 48 jam.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Runware menargetkan produksi pusat data modular hingga 30 megawatt per hari pada 2028.
- Modul dirakit di pabrik dan diklaim dapat mulai bekerja dalam 48 jam sejak tiba di lokasi.
- Perusahaan menawarkan skema sewa bulanan atau opsi memasang cip pengolah grafis milik klien.
Pembangunan pusat data kecerdasan buatan biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Biaya pengadaan fasilitas raksasa ini juga menguras modal perusahaan.
Runware ingin mengubah proses panjang tersebut. Perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan ini memilih merakit pusat data langsung di dalam pabrik.
Kepada media TechCrunch, mereka membeberkan rencana merakit modul di lini produksi layaknya mobil. Cara ini dirancang untuk mempercepat pengiriman infrastruktur komputasi ke konsumen.
Target Produksi dan Model Layanan
Runware mengandalkan modul bernama Sonic Inference Pod. Produk ini adalah wadah pusat data modular yang dibuat di fasilitas manufaktur.
Perusahaan saat ini memiliki dua pabrik di Rumania. Pabrik kedua sedang dibangun dan ditargetkan beroperasi pada awal tahun depan.
Flaviu Radulescu menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus kepala eksekutif Runware. Ia menargetkan kapasitas produksi mencapai 30 megawatt per hari pada 2028.
Target tersebut setara dengan hampir 1 gigawatt kapasitas per bulan. Jumlah tahunannya mendekati total penambahan daya pusat data di Amerika Serikat tahun ini.
Runware mengklaim pembuatan satu unit pod akan memakan waktu sehari. Sebelumnya, proses perakitan satu modul butuh waktu sekitar tiga minggu.
Pemasangan unit di lokasi pelanggan ditargetkan rampung dalam 48 jam. Pengguna dapat menyiapkan lahan sendiri atau meminta Runware mencarikan lokasi.
"Waktu pengiriman pod kami lebih singkat daripada waktu tunggu cip GPU saat ini," kata Flaviu Radulescu, CEO Runware.
Konsumen memiliki dua pilihan model penggunaan. Mereka dapat menyewa kapasitas komputasi atau membawa cip pengolah grafis milik sendiri.
Pelanggan membayar biaya bulanan untuk pemakaian modul dan operasional. Tagihan listrik dan koneksi internet dibayar secara terpisah.
Tantangan Pasokan dan Risiko Manufaktur
Konsep modul pusat data bukan hal baru di industri. Perusahaan seperti Crusoe dan Schneider Electric sudah lebih dulu menjual modul prefabrikasi.
Nvidia juga telah mengumumkan konsep pabrik AI Vera Rubin dan DSX POD. Namun, Runware mengklaim mereka sudah memiliki pabrik fisik untuk produksi sendiri.
Produksi massal perangkat keras menyimpan risiko kegagalan yang nyata. Startup kendaraan listrik Arrival, misalnya, sempat kesulitan memproduksi unit secara ekonomis sebelum akhirnya terpuruk.
Untuk mencegah masalah serupa, Runware merekrut manajer pabrik dari industri otomotif. Mereka juga merancang sistem sendiri memakai komponen yang mudah ditemukan di pasar.
Rantai pasok tetap memiliki ketergantungan luar negeri. Pompa dan kipas didatangkan dari Jerman, sementara perangkat keras jaringan tetap bergantung pada Nvidia.
Modul ini memakai sistem pendingin cair tertutup dengan radiator udara tanpa saluran air luar. Unit tersebut diklaim bekerja tanpa suara hingga suhu 86 derajat Fahrenheit.
Runware mengklaim telah mengantongi minat pesanan senilai 1 miliar dolar AS. Komitmen tersebut setara dengan kapasitas daya lebih dari 20 megawatt.
Hingga kini Runware telah menghimpun dana lebih dari 60 juta dolar AS. Dana Seri A sebesar 50 juta dolar AS digunakan untuk menyelesaikan pabrik baru.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Pusat data modular rakitan pabrik memberikan jalan pintas bagi para pimpinan bisnis. Perusahaan tidak perlu lagi membangun gedung server khusus dengan anggaran awal raksasa.
Risiko belanja modal dapat dialihkan ke biaya operasional bulanan. Perusahaan bisa menambah modul server sedikit demi sedikit sesuai pertumbuhan beban kerja.
Kecepatan pemasangan juga memangkas jeda waktu adopsi teknologi baru. Pelaku usaha tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk mulai mengolah beban komputasi internal.
Bagi pelaku usaha di Indonesia, sistem pendingin tanpa pasokan air luar sangat menarik. Solusi ini mempermudah pemasangan server di lahan terbatas dan kawasan industri beriklim hangat.
- TechCrunch: Can AI data centers be mass-produced like cars? This startup aims to find out
Lihat hasil pemeriksaan (16 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Runware berencana membangun pabrik untuk merakit pod pusat data AI di lini produksi layaknya mobil. | Didukung | “It told TechCrunch it wants to build a factory that assembles these pods on a production line, as if they were cars.” TechCrunch melaporkan rencana Runware membangun fasilitas manufaktur perakitan pod layaknya mobil. |
| Pemasangan pod di lokasi ditargetkan dan diklaim dapat tuntas/online dalam 48 jam. | Didukung | “Radulescu said Runware aims to bring the pods online within 48 hours. That time covers installation and set-up time, not build time.” TechCrunch menyatakan target 48 jam tersebut mencakup instalasi dan penyiapan di lokasi. |
| Runware menargetkan kapasitas produksi mencapai 30 megawatt per hari pada 2028 di pabriknya di Rumania. | Didukung | “plans to scale production at its Romania-based factory to 30 megawatts of data center capacity per day by 2028, or nearly 1 gigawatt per month.” TechCrunch mengutip target produksi yang disampaikan CEO Runware Flaviu Radulescu. |
| Produksi 30 MW per hari setara hampir 1 gigawatt per bulan dan mendekati estimasi penambahan daya pusat data AS tahun ini sekitar 10 gigawatt. | Didukung | “at that pace, Runware would produce roughly as much in a year as the entire U.S. was expected to add in data center power this year, about 10 gigawatts .” TechCrunch mengonfirmasi perbandingan angka tersebut. |
| Wadah pusat data modular Runware bernama Sonic Inference Pod. | Didukung | “just months after unveiling the Sonic Inference Pod, a modular data center built in a factory and shipped to customers ready to install.” TechCrunch menyebutkan nama produk modular tersebut. |
| Runware memiliki dua pabrik; pabrik kedua mulai dibangun tahun ini dan diperkirakan selesai serta beroperasi awal tahun depan. | Didukung | “and a second it started building earlier this year. The second is expected to be finished within months and go online early next year.” TechCrunch merinci status pembangunan pabrik kedua Runware. |
| Pembuatan satu pod yang sebelumnya butuh tiga minggu diklaim akan memakan waktu satu hari seiring peningkatan produksi. | Didukung | “A pod once took three weeks to build but it will soon take one day as it ramps up production, says the company.” TechCrunch mengutip klaim perusahaan tentang waktu perakitan satu unit pod. |
| Pelanggan dapat menyewa kapasitas komputasi atau membawa GPU sendiri dan membayar biaya bulanan untuk modul dan operasional, sementara listrik dan internet ditagih terpisah. | Didukung | “Customers can also rent compute from Runware or supply their own GPUs and pay a monthly fee for the pods and operations. Power and internet are charged separately, he said.” TechCrunch memaparkan skema pembiayaan dan layanan Runware. |
| Crusoe dan Schneider Electric juga menjual pod prefabrikasi. | Didukung | “Companies like Crusoe and Schneider Electric also sell prefabricated pods” TechCrunch mencatat kompetitor yang telah menjual modul serupa. |
| Nvidia telah mengumumkan pabrik AI Vera Rubin dan DSX POD awal tahun ini. | Didukung | “Nvidia announced, for example, the Vera Rubin AI factories and the DSX POD earlier this year.” TechCrunch menyebutkan inisiatif serupa dari Nvidia. |
| Startup kendaraan listrik Arrival sempat kesulitan memproduksi kendaraan secara massal dan hemat biaya. | Didukung | “notably the electric vehicle startup Arrival, once valued at over $13 billion , which struggled to mass-produce electric vehicles cost-effectively compared with traditional plants.” TechCrunch menyajikan contoh Arrival sebagai risiko manufaktur perangkat keras. |
| Runware merekrut manajer pabrik berpengalaman dari industri otomotif. | Didukung | ““We’ve brought in a highly experienced plant manager from the automotive industry to work alongside our chief of hardware and help us get that execution right.”” TechCrunch mengutip pernyataan CEO Runware perihal perekrutan manajer pabrik. |
| Komponen seperti pompa dan kipas didatangkan dari Jerman dan jaringan masih bergantung pada Nvidia. | Didukung | “some parts, such as pumps and fans, come from Germany, and it still depends on Nvidia for networking.” TechCrunch merinci ketergantungan pasokan Runware terhadap pihak luar. |
| Pod menggunakan pendingin cair tertutup dengan radiator berpendingin udara tanpa butuh sambungan air, serta beroperasi tanpa suara hingga suhu 86 derajat Fahrenheit. | Didukung | “They’ll use a closed-loop liquid cooling system with air-cooled radiators to release heat, so they don’t really need a water connection.” TechCrunch menjelaskan sistem pendingin dan spesifikasi operasi pod Runware. |
| Runware mengklaim menerima komitmen minat senilai 1 miliar dolar AS yang mewakili lebih dari 20 megawatt sejak sebulan lalu. | Didukung | “Still, Runware claims it has received $1 billion in committed interest for its Sonic pods since it began offering them to outside customers a month ago, “representing over 20 megawatts” TechCrunch memuat klaim minat pemesanan Sonic pods. |
| Runware telah menghimpun dana lebih dari 60 juta dolar AS dan memakai dana Seri A sebesar 50 juta dolar AS dari Desember lalu untuk meluncurkan pabrik. | Didukung | “Runware, which has raised more than $60 million to date, said it plans to raise a Series B, but for now it is finishing and launching the factory with the $50 million Series A it raised last December.” TechCrunch memaparkan data pendanaan Runware. |
Video AI terbaru
How Gen uses ChatGPT Work to turn data Into decisions | OpenAI