Bursa Kripto dan Sekuritas Korea Selatan Dihantam Serangan Siber Baru
Peretas membobol bursa kripto Bithumb dan dua sekuritas di Korea Selatan. Insiden baru ini memicu kekhawatiran di tengah ancaman peretasan berbasis AI.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Bursa kripto Bithumb serta pialang Daishin dan Mirae Asset menjadi sasaran serangan siber terbaru.
- Sebanyak 38.490 data pribadi nasabah Daishin Securities dilaporkan bocor akibat pembobolan tersebut.
- Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab serangan baru ini setelah peretasan berbasis AI bulan lalu.
Gelombang serangan siber kembali menghantam sektor keuangan Korea Selatan. Insiden ini menyoroti lonjakan ancaman peretasan di kawasan Asia.
TechCrunch melaporkan bahwa serangan ini menyerang pasar modal dan kripto. Lembaga yang terkena meliputi Daishin Securities dan Mirae Asset Global Investments.
Platform perdagangan aset kripto Bithumb juga terkena imbas serangan ini. Rentetan insiden tersebut langsung memicu kekhawatiran luas di sektor finansial.
Pembobolan ini terjadi sebulan setelah gelombang serangan pada September lalu. Serangan bulan lalu itu menargetkan berbagai lembaga keuangan Korea Selatan.
Kasus terbaru ini memperlihatkan celah keamanan baru di luar perbankan. Masalah perlindungan data kini merembet ke pialang dan bursa kripto.
Penyelidikan Serangan dan Kebocoran Data
Pada September lalu, peneliti keamanan melacak jejak peretas asal Tiongkok. Peretas itu memakai Artex, alat penguji celah keamanan berbasis AI.
Namun, para pejabat setempat masih menyelidiki akar masalah insiden terbaru. Otoritas belum memastikan penyebab utama dari pembobolan sistem kali ini.
Dampak kebocoran data terkonfirmasi oleh Daishin Securities. Menurut laporan media lokal, data milik 38.490 nasabah Daishin telah terekspos.
Informasi yang bocor mencakup nama lengkap nasabah. Alamat email dan nomor telepon genggam nasabah juga ikut tersebar ke pihak luar.
Daishin telah memberi tahu nasabah yang terkena dampak insiden tersebut. Manajemen Daishin menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang.
Perusahaan pialang itu juga menyatakan komitmen ganti rugi nasabah. Daishin akan membayar ganti rugi sesuai dengan kewajiban undang-undang.
Mirae Asset dan Bithumb juga melaporkan insiden siber pada hari Rabu. Laporan terpisah itu diberitakan oleh sejumlah media lokal di Seoul.
Meski demikian, Mirae dan Bithumb belum mengonfirmasi adanya pencurian data. Kedua perusahaan tersebut masih memeriksa dampak serangan terhadap sistem mereka.
Pengawasan Ketat di Kawasan Asia
Pejabat di Seoul menyebut regulator keuangan menuntut penguatan benteng digital. Permintaan ini muncul setelah rentetan serangan ke perusahaan finansial dan pemerintah.
Pemerintah Korea Selatan kini menyiapkan langkah pemeriksaan ketat. Mereka berencana menguji keamanan puluhan sistem teknologi di sektor swasta.
Masalah kerentanan siber ini juga meluas hingga ke Jepang. Baru-baru ini, Jepang melaporkan insiden siber pada perusahaan GMO Internet.
Serangan terhadap GMO Internet terjadi menyusul serangan ke lembaga keuangan Jepang. Namun, aparat belum menemukan kaitan antara kasus Korea dan Jepang.
TechCrunch mencatat serangan terjadi akibat pertahanan siber yang rapuh bertahun-tahun. Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan belum memberi komentar resmi. Pihak Daishin, Mirae Asset, dan Bithumb juga belum membalas permintaan konfirmasi.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Serangan di Korea Selatan memberi peringatan nyata bagi para direktur. Pelaku kejahatan siber terus mengincar celah pada sistem transaksi digital.
Kehadiran alat otomatis dan AI memudahkan peretas mencari titik lemah. Jika sistem keamanan lambat diperbarui, risiko peretasan akan melonjak drastis.
Kebocoran data puluhan ribu nasabah juga mendatangkan sanksi hukum berat. Perusahaan bisa menghadapi gugatan ganti rugi yang menguras kas operasional.
Pemilik bisnis di Indonesia perlu rutin memeriksa keamanan sistem teknologi. Pengujian berkala sangat penting demi menjaga data nasabah dan kelangsungan usaha.
- TechCrunch: South Korea’s financial industry hit by fresh wave of cyberattacks
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Bursa kripto dan sekuritas di Korea Selatan dihantam gelombang serangan siber terbaru. | Didukung | “South Korea’s financial institutions have been hit by another wave of cyberattacks, highlighting the growing risk of AI-driven hacking in Asia.” TechCrunch melaporkan lembaga keuangan Korea Selatan kembali diterpa gelombang serangan siber. |
| Insiden siber terbaru berdampak pada Daishin Securities, Mirae Asset Global Investments, dan bursa kripto Bithumb. | Didukung | “The latest incidents affect brokerages Daishin Securities and Mirae Asset Global Investments, as well as the crypto exchange Bithumb.” TechCrunch menyebut Daishin Securities, Mirae Asset, dan Bithumb terdampak insiden terbaru. |
| Insiden ini terjadi sekitar satu bulan setelah rangkaian serangan siber yang menyasar lembaga keuangan Korea Selatan pada September. | Didukung | “The incident comes roughly a month after a series of cyberattacks targeting South Korean financial institutions” TechCrunch menyatakan insiden terjadi sekitar sebulan setelah serangan pada September. |
| Peneliti keamanan mengaitkan serangan September di Korea Selatan dengan peretas yang diduga berbasis di Tiongkok menggunakan alat uji penetrasi AI bernama Artex. | Didukung | “Security researchers linked the September wave of attacks on South Korea to a suspected China-based hacker who relied on an AI penetration testing tool called Artex” TechCrunch melaporkan temuan peneliti keamanan tentang serangan September dan alat Artex. |
| Pihak berwenang masih menyelidiki akar penyebab dari pembobolan terbaru. | Didukung | “though officials are still investigating the root cause of the latest breaches.” TechCrunch menyebut investigasi penyebab utama insiden terbaru masih berlangsung. |
| Daishin melaporkan serangan siber mengekspos data pribadi 38.490 nasabah, termasuk nama, email, dan nomor telepon seluler. | Didukung | “According to local news, Daishin reported a cyberattack that exposed the personal information of 38,490 customers, including names, email addresses, and mobile phone numbers.” TechCrunch mengutip media lokal terkait rincian kebocoran data nasabah Daishin. |
| Daishin telah memberi tahu nasabah terdampak, bekerja sama dengan otoritas, dan akan memberi kompensasi kerugian sesuai undang-undang. | Didukung | “The company has notified affected customers, is cooperating with authorities in the investigation, and will compensate for any losses as required by law.” TechCrunch mencatat respons Daishin atas insiden tersebut. |
| Mirae dan Bithumb melaporkan insiden keamanan siber terpisah pada hari Rabu, namun belum mengonfirmasi adanya data nasabah yang dicuri. | Didukung | “Meanwhile, Mirae and Bithumb reported separate cybersecurity incidents on Wednesday, per local media , though neither has confirmed that customer data was taken.” TechCrunch mengutip media lokal terkait pelaporan insiden oleh Mirae dan Bithumb. |
| Regulator keuangan Korea Selatan menyerukan penguatan keamanan siber menyusul serangan terhadap perusahaan finansial dan lembaga pemerintah. | Didukung | “South Korea’s financial regulator has called for stronger cybersecurity measures following a string of attacks on financial firms and government agencies, per officials in Seoul on Wednesday.” TechCrunch melaporkan seruan regulator berdasarkan keterangan pejabat di Seoul. |
| Pemerintah Korea Selatan berencana memeriksa keamanan puluhan sistem TI di sektor swasta. | Didukung | “The country also plans to conduct security checks on dozens of IT systems in the private sector.” TechCrunch mencatat rencana pemeriksaan sistem TI swasta oleh Korea Selatan. |
| Jepang melaporkan insiden keamanan siber pada GMO Internet setelah serangkaian serangan terhadap lembaga keuangannya. | Didukung | “Yesterday, Japan reported a cybersecurity incident involving GMO Internet, following a series of attacks on its financial institutions.” TechCrunch melaporkan insiden siber serupa di Jepang yang melibatkan GMO Internet. |
| Penyelidik belum menemukan kaitan antara insiden di Korea Selatan dan Jepang. | Didukung | “though, investigators have not established a connection between the incidents.” TechCrunch menyebut penyelidik belum menemukan hubungan antarinsiden tersebut. |
| FSC Korea Selatan, Daishin Securities, Bithumb, dan Mirae Asset Global Investments tidak segera menanggapi permintaan komentar TechCrunch. | Didukung | “South Korea’s Financial Services Commission (FSC), Daishin Securities, Bithumb, and Mirae Asset Global Investments did not immediately respond to requests for comment.” TechCrunch mencatat pihak-pihak terkait belum merespons permintaan konfirmasi. |
Video AI terbaru
API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans