Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Anthropic Digugat atas Hak Cipta 274 Lagu Elvis Presley

Anthropic menghadapi gugatan hukum karena dituduh memakai 274 lagu Elvis Presley untuk melatih Claude tanpa izin pemilik hak cipta.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Anak usaha Authentic Brands Group menggugat Anthropic atas hak cipta lagu Elvis Presley.
  • Anthropic dituduh memakai 274 lagu Elvis untuk melatih Claude tanpa izin dan kompensasi.
  • Gugatan menyoroti pengaman Claude yang dinilai masih meniru lirik karya asli legendaris.

Pemegang hak musik Elvis Presley menggugat pengembang kecerdasan buatan Anthropic. Perkara ini terkait dugaan pelanggaran hak cipta ratusan karya musik legendaris. Masalah ini memperlihatkan risiko hukum pemakaian data latihan mesin pintar.

Gugatan ini diajukan oleh anak perusahaan Authentic Brands Group. Lembaga tersebut mengendalikan sebagian besar kekayaan intelektual sang musisi. Media Republika memberitakan tuntutan hukum ini secara terbuka.

Pihak penggugat menuduh Anthropic memakai 274 lagu Elvis Presley tanpa izin. Lirik dan komposisi musik itu diduga dipakai melatih model AI. Pemilik hak mengaku tidak pernah memberi izin atau menerima kompensasi.

Daftar Lagu dan Tuduhan Peniruan

Deretan karya populer Elvis tercantum langsung di dalam berkas gugatan. Sejumlah judul lagu mencakup Can't Help Falling in Love dan All Shook Up. Lagu legendaris Don't Be Cruel serta Return to Sender ikut diperkarakan.

Dua karya hit lain ikut masuk dalam laporan sengketa hak cipta. Karya tersebut meliputi A Little Less Conversation dan (You're the) Devil in Disguise. Teknologi buatan Anthropic dituding mampu memproduksi ulang lagu tanpa izin.

Pengacara utama pihak penggugat, Richard Busch, memberikan pernyataan resmi atas perkara ini. Ia menyebut Anthropic membangun model bisnis di atas pelanggaran hak cipta. Gugatan ini diajukan untuk menegakkan hak eksklusif para pemilik karya.

"Para penggugat dari pihak Elvis mengajukan gugatan ini untuk menegakkan hak eksklusif mereka terhadap tergugat, yang telah membangun seluruh model bisnisnya berdasarkan pelanggaran hak cipta dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Richard Busch, Pengacara Utama Penggugat.

Berkas perkara hukum tersebut menyoroti kinerja Claude secara khusus. Claude merupakan alat kecerdasan buatan pengolah teks milik Anthropic. Program asisten percakapan itu dinilai menghasilkan karya mirip musik aslinya.

"Ketika Claude diminta membuat ulang lagu-lagu untuk audiens modern, chatbot tersebut menghasilkan materi yang sangat mirip dengan karya aslinya," kata gugatan tersebut.

Sikap Anthropic dan Pembelaan Fair Use

Pihak Anthropic belum memberikan tanggapan secara terbuka terkait gugatan baru ini. Namun, perusahaan teknologi tersebut pernah menyampaikan pembelaan dalam kasus serupa. Argumen lama mereka kembali menjadi sorotan publik saat ini.

Anthropic berargumen pelatihan model AI dilindungi doktrin fair use. Doktrin fair use mengatur pemanfaatan materi secara wajar di Amerika Serikat. Ketentuan tersebut memperbolehkan penggunaan karya tertentu tanpa izin pencipta aslinya.

Gugatan ini mempermasalahkan kegagalan sistem pengaman di dalam Claude. Anthropic sebenarnya telah memasang mekanisme pencegah peniruan lirik lagu. Namun, sistem pengaman tersebut dituding tetap menghasilkan materi tiruan.

Gugatan baru ini menambah panjang daftar sengketa hukum industri teknologi. Pemilik hak cipta kini semakin gencar mengawasi data latihan komputer cerdas. Ketiadaan izin dalam pengembangan model memicu tuntutan hukum yang serius.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Kasus ini menjadi peringatan nyata bagi perusahaan pengguna asisten pintar. Konten buatan teknologi cerdas tidak otomatis bebas dari pelanggaran hukum cipta. Bisnis Anda berisiko terseret masalah jika materi promosi terbukti menjiplak.

Para direktur perlu meninjau klausul kontrak dengan penyedia platform digital. Pastikan penyedia teknologi memiliki perlindungan terhadap risiko sengketa materi. Langkah antisipasi ini penting demi menjaga stabilitas operasional perusahaan Anda.

Tim internal di kantor sebaiknya tidak memakai hasil mentah bot pintar. Lakukan pemeriksaan mandiri sebelum materi tulisan atau audio disebarkan. Verifikasi rutin mencegah perusahaan menyebarkan karya tiruan pihak lain.

Pelaku usaha di Indonesia perlu mengantisipasi kenaikan biaya layanan digital. Kewajiban lisensi data dapat meningkatkan beban operasional pembuat perangkat lunak. Kenaikan biaya ini berpeluang diteruskan kepada para pelanggan korporasi.

Pemimpin perusahaan sebaiknya menyusun aturan internal terkait pemakaian teknologi baru. Pemanfaatan asisten digital memang mampu mempercepat pekerjaan harian kantor. Namun, kehati-hatian dalam mengelola hak cipta tetap menjadi prioritas penting.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Republika: Anthropic Digugat Rp744 Miliar atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta 274 Lagu Elvis Presley
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Pemegang hak musik Elvis Presley menggugat Anthropic atas dugaan pelanggaran hak cipta terhadap 274 lagu Elvis Presley.Didukung“Pemegang hak atas musik Elvis Presley menggugat perusahaan kecerdasan buatan (Al) Anthropic atas dugaan pelanggaran hak cipta terhadap 274 lagu milik sang legenda musik tersebut.”
Dinyatakan oleh Republika di paragraf pembuka.
Gugatan diajukan oleh anak perusahaan Authentic Brands Group yang mengendalikan sebagian besar kekayaan intelektual Presley.Didukung“Gugatan diajukan oleh anak perusahaan Authentic Brands Group yang mengendalikan sebagian besar kekayaan intelektual Presley.”
Dinyatakan oleh Republika.
Penggugat menuduh Anthropic memakai lirik dan komposisi musik dari 274 lagu Presley untuk melatih model AI tanpa izin dan tanpa kompensasi.Didukung“Mereka menuduh Anthropic menggunakan komposisi musik dan lirik dari lagu Presley untuk melatih model Al tanpa izin maupun kompensasi kepada pemegang hak cipta.”
Dinyatakan oleh Republika.
Lagu yang diperkarakan meliputi Can't Help Falling in Love, All Shook Up, Don't Be Cruel, A Little Less Conversation, Return to Sender, dan (You're the) Devil in Disguise.Didukung“Sejumlah lagu yang disebut dalam gugatan tersebut merupakan karya populer Presley, di antaranya "Can't Help Falling in Love", "All Shook Up", "Don't Be Cruel", "A Little Less Conversation",”
Dinyatakan oleh Republika.
Teknologi Anthropic dituding mampu memproduksi versi lagu-lagu yang telah ada tanpa izin.Didukung“Mereka juga menuding teknologi Anthropic mampu menghasilkan versi lagu-lagu yang telah ada tanpa izin.”
Dinyatakan oleh Republika.
Pengacara utama Richard Busch menyatakan gugatan diajukan untuk menegakkan hak eksklusif terhadap Anthropic yang dituding membangun model bisnis dari pelanggaran hak cipta.Didukung“"Para penggugat dari pihak Elvis mengajukan gugatan ini untuk menegakkan hak eksklusif mereka terhadap tergugat, yang telah membangun seluruh model bisnisnya berdasarkan pelanggaran hak cipta”
Dikutip oleh Republika melansir NME.
Gugatan menyebut Claude menghasilkan materi yang sangat mirip dengan karya asli saat diminta membuat ulang lagu untuk audiens modern.Didukung“"Ketika Claude diminta membuat ulang lagu-lagu untuk audiens modern, chatbot tersebut menghasilkan materi yang sangat mirip dengan karya aslinya," kata gugatan tersebut.”
Dinyatakan dalam kutipan gugatan di Republika.
Anthropic belum memberikan tanggapan terbuka atas gugatan tersebut.Didukung“Hingga berita ini ditulis, Anthropic belum memberikan tanggapan secara terbuka atas gugatan tersebut.”
Dinyatakan oleh Republika.
Anthropic sebelumnya sempat berargumen pelatihan model AI menggunakan materi berhak cipta dapat dilindungi oleh doktrin fair use di AS.Didukung“Namun, perusahaan itu sebelumnya sempat beragumen bahwa pelatihan model Al menggunakan materi berhak cipta dapat dilindungi oleh doktrin fair use atau penggunaan wajar berdasarkan hukum Amerika Serikat.”
Dinyatakan oleh Republika.
Anthropic telah menerapkan mekanisme pengamanan untuk mencegah chatbot menghasilkan lirik lagu yang sudah ada, namun digugat karena Claude masih dapat mereproduksinya.Didukung“meskipun perusahaam telah menerapkan mekanisme pengamanan untuk mencegah chatbot menghasilkan lirik lagu yang sudah ada.”
Dinyatakan oleh Republika.

Video AI terbaru

API credits, now in ChatGPT Pro and Business plans OpenAI

Baca juga