Regulator AS Selidiki Akuisisi Hugging Face oleh Nvidia Senilai Rp200 Triliun
Departemen Kehakiman AS memeriksa pembelian Hugging Face oleh Nvidia senilai 12,9 miliar dolar AS karena khawatir memicu monopoli jalur distribusi AI.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Departemen Kehakiman AS menyelidiki akuisisi Hugging Face oleh Nvidia senilai 12,9 miliar dolar AS.
- Regulator khawatir kesepakatan ini memberi Nvidia kendali penuh atas pusat distribusi model AI terbuka.
- Nvidia berjanji menjaga akses platform tetap terbuka dan menargetkan transaksi selesai pada awal 2027.
Pemerintah Amerika Serikat mulai memeriksa rencana Nvidia membeli Hugging Face. Nilai transaksi kedua pihak itu mencapai 12,9 miliar dolar AS.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) ingin memastikan transaksi ini tidak mematikan persaingan usaha. Laporan ini pertama kali diungkap Reuters lewat dua narasumber.
The Next Web kemudian memberitakan perkembangan penyelidikan tersebut. Pengawas persaingan mendalami potensi penguasaan pasar perangkat lunak oleh Nvidia.
Hugging Face adalah wadah utama pengembang berbagi kecerdasan buatan dan data. Semua pihak bebas memakai berbagai model kecerdasan buatan di sana.
Kekhawatiran Monopoli Jalur Distribusi AI
Nvidia sepakat membeli platform tersebut pada September 2026. Transaksi bernilai jumbo ini diperkirakan rampung pada paruh pertama 2027.
Regulator AS mempertanyakan dampak transaksi terhadap peta persaingan kecerdasan buatan. Pemerintah khawatir pembelian ini memberi Nvidia kendali atas jalur distribusi model.
Penyelidik ingin tahu apakah Hugging Face dapat dipakai untuk menjegal lawan dagang. Jika jalur utama dikuasai, para pesaing Nvidia bisa kehilangan akses setara.
Nvidia sendiri berjanji akan tetap menjaga platform tersebut tetap terbuka. Namun, pengawas persaingan usaha di AS tetap menjalankan pemeriksaan mendalam.
DOJ menolak memberi tanggapan resmi karena terikat aturan internal lembaga. Meski begitu, DOJ menegaskan komitmen mendukung kemajuan Kecerdasan Super.
Istilah Kecerdasan Super merupakan sebutan Gedung Putih untuk teknologi AI. Sementara itu, Nvidia menolak berkomentar dan Hugging Face tidak merespons pertanyaan.
Deretan Pemeriksaan Bisnis Cip Nvidia
Pemeriksaan akuisisi ini memperpanjang rentetan masalah hukum Nvidia di AS. Penyelidikan atas praktik dagang Nvidia telah berjalan selama bertahun-tahun.
Penyelidikan panjang tersebut bermula sejak masa kepresidenan Joe Biden. Pemeriksa menyoroti cara Nvidia menjual cip kecerdasan buatan ke pasar.
Penyelidik mendalami dugaan adanya tekanan Nvidia terhadap para pembeli produknya. Selain itu, kepemilikan saham Nvidia di berbagai perusahaan turut diteliti.
Nvidia juga menghadapi pemeriksaan persaingan usaha serupa di negara Prancis. Pengawasan ketat terhadap raksasa cip ini meluas di beberapa negara.
Bulan lalu, DOJ memeriksa transaksi Nvidia dan Groq senilai 20 miliar dolar AS. Groq sendiri merupakan penyedia cip komputasi cepat untuk beban kerja AI.
Regulator memeriksa apakah Nvidia sengaja menyiasati aturan merger resmi. Nvidia melisensikan teknologi Groq dan merekrut jajaran pimpinan tertingginya tanpa membeli perusahaannya.
Sebagai korporasi paling bernilai di dunia, Nvidia agresif merambah perangkat lunak. Nvidia memanfaatkan kekuatannya di pasar cip untuk memperluas jangkauan bisnis.
Nvidia juga sedang berunding untuk memperbesar kepemilikan di Reflection AI. Pilihan yang dibahas mencakup akuisisi penuh atau penambahan nilai investasi.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Langkah regulator menunjukkan besarnya risiko ketergantungan pada satu pemasok teknologi. Banyak korporasi global hingga di Indonesia kini memakai teknologi AI Nvidia.
Bagi pemilik bisnis dan direktur, aksi korporasi ini berpotensi memengaruhi biaya sistem. Jika jalur distribusi model dikuasai satu pemain, kebebasan memilih perangkat bisa berkurang.
Pimpinan perusahaan sebaiknya mulai meninjau ketergantungan tim TI pada satu vendor. Menyiapkan alternatif platform mandiri akan menjaga kelancaran bisnis dari risiko regulasi.
- The Next Web: DOJ looks into Nvidia’s $12.9B Hugging Face deal, Reuters reports
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Departemen Kehakiman AS memeriksa rencana akuisisi Hugging Face oleh Nvidia senilai 12,9 miliar dolar AS. | Didukung | “The US Justice Department is asking how Nvidia’s $12.9B purchase of Hugging Face would affect competition in AI, including whether it would hand Nvidia a key distribution point for models.” The Next Web mengutip laporan Reuters mengenai penyelidikan DOJ terhadap kesepakatan tersebut. |
| Regulator menyelidiki apakah akuisisi ini akan memberi Nvidia kendali atas jalur distribusi utama model AI atau merugikan pesaing. | Didukung | “Officials want to know whether the deal would let Nvidia “ capture a fundamental distribution point for AI, ” Reuters said. They also want to know if Nvidia could use Hugging Face to hurt rivals.” The Next Web memaparkan fokus pertanyaan yang diajukan para pejabat pengawas persaingan usaha. |
| Hugging Face merupakan platform tempat pengembang membagikan model AI terbuka dan data untuk digunakan siapa saja. | Didukung | “Hugging Face is where developers share open AI models and data for anyone to use.” The Next Web menjelaskan fungsi platform Hugging Face. |
| Nvidia sepakat membeli Hugging Face pada September dan berjanji menjaga platform tetap terbuka, dengan target penyelesaian pada paruh pertama 2027. | Didukung | “Nvidia agreed to buy it in September, promising to keep the platform open. It expects the deal to close in the first half of 2027.” The Next Web memuat waktu kesepakatan, janji keterbukaan dari Nvidia, dan jadwal penutupan transaksi. |
| DOJ menolak berkomentar berdasarkan kebijakan internal, tetapi menyatakan terus memprioritaskan kemajuan Kecerdasan Super yang merupakan istilah Gedung Putih untuk AI. | Didukung | “The DOJ declined to comment, citing long-standing policy. But it said it “ will continue to prioritize advancement of Super Intelligence, ” the White House’s term for AI.” The Next Web mencantumkan respons resmi DOJ beserta kutipan pernyataannya. |
| Nvidia menolak berkomentar dan Hugging Face tidak memberikan tanggapan. | Didukung | “Nvidia declined to comment, and Hugging Face did not respond.” The Next Web mencatat tanggapan dari kedua perusahaan. |
| Penyelidikan atas perilaku bisnis Nvidia telah berlangsung bertahun-tahun sejak masa Presiden Joe Biden, mencakup kesepakatan, kepemilikan saham, serta penjualan cip dan tekanan terhadap pembeli. | Didukung | “The questions run alongside a years-long DOJ probe into Nvidia’s conduct, which began under President Joe Biden. It covers the chipmaker’s deals, its stakes in other firms and how it sells chips” The Next Web merinci cakupan investigasi antimonopoli terhadap praktik bisnis Nvidia. |
| Nvidia juga menghadapi penyelidikan antimonopoli di Prancis. | Didukung | “Nvidia also faces an antitrust probe in France .” The Next Web menyebutkan adanya proses hukum serupa di Prancis. |
| Bulan lalu DOJ dilaporkan memeriksa apakah kesepakatan Nvidia dengan Groq senilai 20 miliar dolar AS diatur untuk menghindari peninjauan merger melalui lisensi teknologi dan perekrutan eksekutif. | Didukung | “Last month, the DOJ was reported to be examining whether Nvidia set up its $20B Groq deal to avoid a merger review. Nvidia licensed Groq’s technology and hired its top executives rather than buying” The Next Web menguraikan tinjauan DOJ atas struktur kesepakatan Nvidia dengan Groq. |
| Groq merupakan penyedia cip komputasi cepat untuk beban kerja AI. | Tidak ada di sumber | Materi sumber menyebutkan nama Groq dan nilai transaksinya, tetapi tidak menguraikan jenis produk atau teknologi cip Groq secara spesifik. Namun, ini merupakan latar belakang profil industri yang lazim dan tidak kontroversial. |
| Nvidia adalah perusahaan paling bernilai di dunia yang memanfaatkan dominasi cip AI untuk berekspansi ke perangkat lunak dan model. | Didukung | “Nvidia, the world’s most valuable company, has used its grip on AI chips to move into software and models.” The Next Web menegaskan status pasar dan arah ekspansi Nvidia. |
| Nvidia sedang dalam pembicaraan dengan Reflection AI mengenai rencana pengambilalihan atau investasi yang lebih besar. | Didukung | “It is also in talks with Reflection AI , a maker of open AI models it already backs, about a takeover or a bigger investment.” The Next Web melaporkan pembicaraan Nvidia dengan Reflection AI. |
Video AI terbaru
Merge CEO Shensi Ding: AI fluency starts at the top