Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Bill Gates Usul Pajak Khusus Bagi Perusahaan Pengguna Robot

Perusahaan yang mengganti pekerja manusia dengan robot diusulkan tetap membayar pajak tenaga kerja demi melindungi dana sosial masyarakat.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Bill Gates mengusulkan perusahaan pengguna robot tetap membayar pajak setara tenaga kerja manusia.
  • Pajak ini bertujuan menjaga penerimaan negara untuk jaminan sosial dan program pelatihan ulang pekerja.
  • Bos Anthropic dan OpenAI juga mengusulkan pendekatan serupa terkait penarikan pajak tenaga kerja otomatis.

Penggunaan robot di tempat kerja berpotensi mengubah aturan perpajakan perusahaan. Pendiri Microsoft Bill Gates mengusulkan aturan baru terkait otomatisasi ini.

Gates meminta perusahaan yang mengganti manusia dengan robot tetap membayar pajak pekerja. Laporan Detik menyebut usulan ini disampaikan Gates dalam wawancara bersama The New York Times.

Di Amerika Serikat, pekerja dan pemberi kerja membayar pajak FICA. Pajak ini memotong gaji untuk membiayai jaminan sosial dan layanan kesehatan lansia.

Gates menilai beban itu harus tetap ada meski pekerjaan digarap mesin. Nilai pajak yang ditarik harus setara dengan sumbangan pekerja manusia.

"Hanya karena sinyal ekonomi menunjukkan bahwa penggunaan AI akan menekan biaya, bukan berarti masyarakat harus melakukannya," kata Gates.

Menurut Gates, masyarakat berhak menentukan cara terbaik melindungi warga. Pemasukan pajak harus tetap berjalan lancar ke kas negara.

Dampak ke Pekerja Kantor dan Pabrik

Gates sebelumnya telah menulis esai panjang hampir 6.000 kata pada Agustus lalu. Dalam tulisan itu, ia memperingatkan bahaya kecerdasan buatan bagi para pegawai.

Kecerdasan buatan atau AI adalah program komputer yang bisa berpikir dan belajar mirip manusia. Teknologi ini mulai berdampak moderat pada pekerjaan kantoran.

Gates memperkirakan pekerja buruh atau pekerja pabrik akan segera merasakan hal serupa. Menurutnya, perkembangan robot berbentuk manusia atau humanoid melaju sangat pesat.

Gates menilai pajak atas robot dapat sedikit memperlambat perpindahan tenaga kerja. Dana yang terkumpul bisa dipakai mendanai pelatihan keterampilan baru.

Gagasan pajak robot ini sebetulnya bukan hal baru bagi Gates. Ia pertama kali melontarkannya pada tahun 2017 saat diwawancarai pimpinan Quartz.

"Meskipun bukan satu-satunya solusi untuk menghadapi ancaman AI, langkah ini merupakan bagian dari respons yang bijak," kata Gates dalam esainya.

Pandangan ini ternyata juga didukung oleh para pemimpin industri kecerdasan buatan. CEO Anthropic Dario Amodei telah menyerukan kebijakan pajak serupa yang menyasar perusahaan pembuat AI.

Sementara itu, perusahaan OpenAI turut mengajukan usulan serupa. Mereka mengusulkan pajak tenaga kerja otomatis untuk mengatasi guncangan ekonomi akibat teknologi pintar.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Wacana ini menjadi pengingat penting bagi para pemimpin perusahaan. Mengganti karyawan dengan mesin otomatis bukan berarti bebas dari pungutan negara.

Selama ini mesin otomatis sering dianggap cara cepat untuk memangkas biaya gaji. Ke depan, penghematan operasional dari teknologi mungkin tidak akan sebesar dugaan awal.

Pemerintah di berbagai negara berpeluang mencari cara menutup berkurangnya pajak penghasilan karyawan. Pemilik modal perlu memperhitungkan risiko munculnya aturan baru semacam ini.

Bagi pengusaha di Indonesia, investasi mesin canggih tetap harus dirancang secara matang. Perusahaan sebaiknya mulai menyiapkan anggaran pelatihan agar karyawan bisa bekerja berdampingan dengan teknologi baru.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 6 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Detik: Bill Gates: Perusahaan yang Ganti Manusia dengan Robot Harus Tetap Bayar Pajak
Lihat hasil pemeriksaan (6 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Bill Gates mengusulkan perusahaan yang memakai robot pengganti manusia tetap membayar pajak tenaga kerja/pekerja.Didukung“Co-founder Microsoft Bill Gates mengusulkan agar perusahaan yang memakai robot sebagai pengganti manusia tetap harus membayar pajak pekerja.”
Detik melaporkan usulan Bill Gates tersebut.
Pajak FICA di Amerika Serikat memotong gaji pekerja dan dibayarkan setara oleh pemberi kerja untuk membiayai program jaminan sosial dan Medicare.Didukung“pajak FICA bekerja dengan cara memotong sebagian gaji pekerja untuk mendanai program seperti Jaminan Sosial (Social Security) dan Medicare. Pemberi kerja juga memberikan kontribusi dengan jumlah yang setara.”
Detik menjelaskan mekanisme pajak FICA dan tujuannya.
Bill Gates menyatakan pekerjaan kantoran sudah mulai terdampak moderat oleh AI dan sektor buruh diperkirakan akan segera menyusul.Didukung“ia menyebutkan pekerjaan kantoran sudah mulai terdampak secara moderat. Dia memperkirakan pekerjaan sektor buruh (pekerja kerah biru) pun akan segera mengalami hal serupa.”
Detik mengutip isi esai Bill Gates pada bulan Agustus.
Pajak robot diusulkan untuk memperlambat peralihan tenaga kerja dan mendanai pelatihan ulang serta jaring pengaman sosial.Didukung“Menurutnya, ini dapat sedikit memperlambat peralihan dari tenaga kerja manusia serta mengumpulkan dana untuk pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial yang lebih kuat.”
Detik merinci alasan usulan pajak AI dan robot dalam esai Gates.
Bill Gates pertama kali melontarkan gagasan pajak robot pada 2017 dalam wawancara dengan CEO Quartz Kevin Delaney.Didukung“Gates pertama kali melontarkan gagasan mengenai pajak robot pada tahun 2017 dalam sebuah wawancara dengan Kevin Delaney, yang saat itu menjabat sebagai CEO Quartz.”
Detik mencatat riwayat pertama kali Gates menggagas pajak robot.
CEO Anthropic Dario Amodei dan OpenAI juga mengusulkan pajak terkait AI dan tenaga kerja otomatis.Didukung“CEO Anthropic Dario Amodei telah menyerukan kebijakan pajak yang serupa -- bahkan lebih tegas -- yang mungkin ditujukan bagi perusahaan-perusahaan AI. Sementara itu, OpenAI telah mengusulkan pajak yang dikaitkan dengan tenaga kerja otomatis”
Detik menyebutkan usulan serupa dari pihak Anthropic dan OpenAI.

Video AI terbaru

Merge CEO Shensi Ding: AI fluency starts at the top OpenAI

Baca juga